Setelah selesai bertarung melawan Thomas Narmo di partai pendukung Itauma vs Hrgovic, Nelson Hysa turun ke luar ring langsung mencari Agit Kabayel yang kebetulan juga hadir, belum memiliki gelar dunia petinju Albania itu dengan berani menantang sang juara WBC dan mengancam akan meng KO di rumahnya Jerman.
Momen panas ini tertangkap kamera, Kabayel yang berada di sekitar lokasi awal nya terlihat santai, Hysa terus mendesak nya untuk menerima pertarungan, tak berhenti disitu dia juga menuduh Kabayel selalu menghindari nya dan meminta sang juara datang melayani tantangan nya.
Hysa memastikan bahwa dia bersedia datang ke kandang Kabayel, tantangan nya semakin panas ketika dia mengatakan tidak peduli di mana pertarungan di gelar.
“Lawan saya, saya akan datang untuk bertarung melawan di rumah mu Jerman, di mana pun kamu mau jangan takut, saya akan menjatuhkanmu dengan KO,” kata Hysa pada iFL TV.
Kabayel sama sekali tidak terpancing emosi, dia merespons pendek dan tenang, ketika Hysa mengatakan akan datang ke Jerman hanya menjawab tidak keberatan.
Konfrontasi tersebut akhir nya tidak sampai menjadi keributan besar, kedua nya tetap saling meminta rasa hormat meski Hysa terus mendorong Kabayel agar menerima pertarungan.
Keberanian Hysa di dorong oleh rekor profesional nya yang tak terkalahkan dan di kenal sebagai petinju dengan kekuatan pukulan berbahaya, tapi dari pencapaian di level elite, tantangan ini menjadi langkah yang sangat berani karena belum memiliki sabuk sementara Kabayel di angkat menjadi juara penuh setelah Oleksandr Usyk mengosongkan semua gelar nya.
Ketika Hysa langsung mendatangi Kabayel dan menyebut sang juara sebagai petinju yang selalu menghindari nya suasana seketika berubah seolah ingin menunjukkan bahwa diri nya tidak gentar meski berada di hadapan salah satu nama terbesar di kelas berat saat ini.
Daniel Dubois yang menyaksikan kejadian tersebut dari dekat menanggapi nya dengan santai sebab konfrontasi seperti itu merupakan bagian dari promosi tinju, dia lebih dulu saling tatap muka dengan rival nya Wardley tepat setelah duel Hrgovic vs Itauma selesai, beda nya dia di atas ring dan ring anoncer mengumumkan rematch mereka akan berlangsung pada 17 Oktober 2026.
Kabayel sendiri kemudian memberikan penjelasan lengkap dalam wawancara setelah kejadian itu, dia mengakui bahwa Hysa memang mengajak nya bertarung di Jerman tetapi menurut nya terlalu berlebihan dalam membuat pertunjukan.
Petinju keturunan kurdi ini mengatakan bahwa target utama nya bukan mencari lawan untuk tampil sekali lagi, setelah menjadi juara WBC, doa ingin menguji melawan yang paling terbaik di divisi menghadapi yang berada di jajaran 5 besar dunia, tapi beberapa nama yang bisa menjadi incaran nya sudah memiliki jadwal masing masing.
Daniel Dubois dan Fabio Wardley tidak tersedia, pertarungan besar lain nya di kelas berat saat ini membuat pilihan Kabayel menjadi semakin terbatas hanya Murat Gassiev sang juara WBA belum memiliki jadwal karena baru saja mempertahankan gelar melawan Peter Kadiru.
Kabayel menyebut Hysa tidak terlalu menarik sebagai target utama namun dia juga tidak akan menolak, jika memang tidak ada nama besar yang tersedia dan pertarungan di Jerman bisa di wujudkan dia mengaku terbuka untuk membicarakan nya dengan Frank Warren.
Dalam wawancara yang sama, Kabayel juga memberikan penilaian mengenai duel Moses Itauma dan Filip Hrgovic yang saat itu sudah selesai.
Beberapa pekan sebelum nya, Kabayel sempat menjagokan Itauma tapi saat pertarungan di mulai penilaian nya berubah setelah melihat kondisi Hrgovic secara langsung yang terlihat sangat siap dan berada dalam kondisi fisik terbaik, dia juga mengingatkan bahwa Itauma menghadapi situasi yang berat harus melewati melawan petinju berpengalaman dan teruji di lapangan.
Selain itu Kabayel juga memastikan masih ingin bertarung sekali lagi sebelum tahun 2026 berakhir, dia menunggu proses purse bid untuk menentukan langkah berikut nya.









