Presiden WBC Mauricio Sulaiman memastikan diri nya telah menyiapkan tiket perjalanan ke Riyadh Arab Saudi untuk menghadiri pertarungan sang perusak 11 petinju tak terkalahkan, Canelo Alvarez melawan Christian Mbilli pada 31 Oktober mendatang.
Melalui video yang diunggah di akun TikTok resmi WBC, Sulaiman menyampaikan kesiapan nya hadir dalam acara bertajuk Mexico vs The World di tengah berbagai spekulasi dan kekhawatiran yang belakangan muncul mengenai penyelenggaraan pertandingan di Arab Saudi.
“Saya sudah menyiapkan tiket untuk pergi ke Riyadh dan hadir dalam malam luar biasa Meksiko melawan dunia, di mana Canelo Alvarez berusaha merebut kembali sabuk hijau dan emas WBC dari juara kami Christian Mbilli di kelas menengah super,” kata Sulaiman.
Beberapa hari sebelum nya, Turki Alalshikh mengungkapkan bahwa Canelo telah menghubungi nya melalui telepon akan tetap datang ke Riyadh pada Oktober apa pun yang terjadi, kini Sulaiman juga siap berangkat tapi memberikan catatan mengenai kelanjutan acara tersebut.
“Memang ada banyak spekulasi dan kekhawatiran, namun jika pertarungan ini tetap berlangsung, saya akan berada di sana bersama para pejabat WBC, pengawas WBC, para petinju, tim masing-masing, staf medis, serta staf antidoping untuk menyelenggarakan acara yang luar biasa ini”
Sulaiman meminta masyarakat agar tidak terlalu khawatir karena olahraga seharus nya menjadi simbol perdamaian meskipun situasi tertentu akan mengancam penyelenggaraan acara olahraga.
“Kita tidak perlu khawatir, olahraga adalah bendera putih perdamaian, di masa lalu pernah ada situasi yang membahayakan penyelenggaraan acara, tapi saya yakin 31 Oktober nanti akan menjadi kesuksesan besar di Riyadh Arab Saudi,”
Dia kemudian mengajak masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut dan menyampaikan ucapan selamat kepada Riyadh Season yang menjadi perayaan bagi negara indah dan damai.
Canelo kembali setelah kehilangan semua gelar nya saat di rampas Terence Crawford yang tak lama kemudian dia pensiun, Christian Mbilli waktu itu pemegang WBC interim di angkat penuh tanpa memperebutkan nya dalam pertarungan.
Pertemuan ini memang sudah lama di inginkan Mbilli jauh sebelum menjadi juara tunggal, sekarang cita cita nya sudah di depan mata hanya tinggal membuktikan apakah tantangan nya dulu bukan omong kosong belaka.
Prediksi pertarungan mereka pun beragam, ada yang memihak Canelo karena pengalaman panjang nya di levet elit, ada juga yang melihat gaya bertarungnya Mbilli akan merusak suasana pesta sang mantan juara tak terbantahkan itu untuk kembali ke puncak.
Di usia nya yang sudah 36 tahun, Canelo sudah mulai berencana untuk pensiun setelah melakukan beberapa pertarungan lagi, dia akan menggantungkan sarung tinju nya di stadion Asteca Meksiko.












