Masalah berat badan Conor Benn ternyata belum berhenti menjadi perbincangan padahal tinggal sehari lagi melawan Ryan Garcia di Las Vegas.
Eddie Hearn sudah lebih dulu menyampaikan kekhawatiran mengenai keputusan Benn turun kembali ke kelas welterweight setelah menjalani dua pertarungan di kelas menengah.
Ryan Garcia kemudian merespons dengan nada mengejek dan menganggap nya terlalu dibesar-besarkan karena bukan dia satu-satunya orang yang pernah turun kelas, dia sendiri pernah mengalami nya.
Benn sendiri tidak mundur dari tantangan tersebut walaupun mengakui memang berat tapi dia siap menjalani pertarungan dan sudah memenuhi batas 147 pound demi kesempatan merebut gelar dunia WBC milik Garcia.
Baru beberapa jam yang lalu ada suara lain yang tak asing nama nya, Oscar De La Hoya promotor Garcia ternyata memiliki kekhawatiran yang sama dengan Hearn.
Bersama Carl Froch di kanal YouTube milik mantan juara dunia tersebut, De La Hoya memberikan penilaian akhir mengenai pertarungan itu, dia memang memilih Garcia untuk menang sebelum batas waktu tetapi ada satu faktor yang menurut nya bisa sangat menentukan jalan nya pertandingan yaitu kemampuan Benn bertahan setelah melakukan penurunan berat badan yang ekstrem.
De La Hoya mengakui Benn mempunyai kemampuan untuk menghadapi tekanan, petinju Inggris itu sudah terbiasa bertarung dalam situasi paling tidak enak dan tidak akan mudah terganggu oleh atmosfer pertandingan besar, bisa menghadapi lawan yang memiliki kekuatan juga gaya agresif dengan kombinasi pukulan.
Ketika dia membicarakan faktor yang membuat nya ragu, De La Hoya langsung tertuju pada bobot Benn.
“Satu-satunya hal yang membuat saya khawatir adalah berat badan.”
De La Hoya tidak hanya memberikan penilaian dari luar tapi membawa pengalaman pribadi nya sebagai petinju untuk menjelaskan mengapa masalah tersebut menurut nya layak di perhatikan, dia mengingat kembali ketika bertarung melawan Bernard Hopkins di kelas 160 pound sebelum harus kembali turun ke 147 pound untuk menghadapi Manny Pacquiao, penurunan berat badan dalam situasi seperti itu membuat kondisi fisik nya terkuras habis.
“Itu mengingatkan saya ketika saya bertarung melawan Bernard Hopkins di 160 dan kemudian mencoba kembali ke 147 untuk bertarung melawan Manny Pacquiao, saya benar-benar terkuras seperti orang mati yang masih berjalan.”
Pengalaman itulah yang membuat De La Hoya tidak menganggap enteng apa yang di lakukan Benn sekarang, meski mengakui kemampuan nya dia tetap melihat Garcia petinju yang lebih di untungkan dalam duel ini.
Garcia berada dalam kondisi fisik yang sangat baik dan memiliki kekuatan pukulan yang cukup untuk menjadi masalah besar bagi Benn bahkan meragukan nya apakah mampu menerima pukulan itu sepanjang pertarungan.
Dari kacamata dia, tidak hanya bagaimana Benn mencapai angka 147 pound ketika berada di atas timbangan, yang utama adalah seperti apa tubuhnya akan bereaksi setelah menjalani pertarungan dengan intensitas tinggi.
“Saya pikir Ryan adalah pemukul yang sangat keras, dia berada dalam kondisi yang luar biasa. Saya tidak berpikir Conor Benn akan mampu menahan pukulan nya,
De La Hoya memperkirakan dampak penurunan berat badan tersebut akan semakin menyiksa seiring pertarungan berjalan, bila Benn mampu menjaga tempo dan menghindari masalah pada ronde awal mungkin masih bisa di kendalikan, tetapi apabila pertandingan berlangsung panjang, dia memperkirakan kondisi fisik nya justru akan menjadi semakin berat.
“Fakta bahwa Conor turun ke 147 akan memberikan dampak, dan saya merasa, seiring pertarungan berlangsung, situasinya akan semakin buruk untuknya, jadi saya pikir petarung saya Ryan Garcia kemungkinan akan menjatuhkan atau menghentikannya.”»
Semua perdebatan ini hanya akan mendapatkan jawaban nya ketika bel pertandingan berbunyi, Benn sudah mengetahui bahwa kondisi fisik nya dan akan pergi naik kelas setelah duel ini selesai.
Kalau prediksi De La Hoya benar maka pertarungan akan semakin sulit bagi Benn ketika memasuki ronde tengah dan akhir, namun jika mampu membuktikan bahwa kekhawatiran mengenai berat badan nya memang terlalu dibesar-besarkan, seluruh pembicaraan yang muncul selama beberapa pekan terakhir bisa menjadi motivasi tambahan untuk kemenangan besar.









