Headline

Conor Benn Pastikan Duel Lawan Ryan Garcia Jadi Pertarungan Terakhir di Kelas 147 Pound

Benn akan naik kelas usia lawan Garcia

Conor Benn memastikan pertarungan nya melawan Ryan Garcia akan menjadi penampilan terakhir di kelas 147 pound, setelah empat tahun meninggalkan divisi ini dia mengakui proses menurunkan berat badan kembali ke batas welter menjadi tantangan yang sangat berat.

Benn di jadwalkan menghadapi Ryan Garcia dalam perebutan gelar WBC kelas welter pada 12 September di Las Vegas, selain menjadi kesempatan pertama bagi nya merebut gelar juara dunia laga ini juga akan menandai akhir perjalanan nya.

Dalam wawancara bersama Ring Magazine, Benn mengungkapkan bahwa tubuh nya sudah tidak lagi ideal untuk terus di paksa bertarung di kelas welter, selama beberapa tahun terakhir dia terbiasa bertarung dengan bobot yang lebih besar termasuk ketika menjalani dua duel sengit melawan Chris Eubank Jr.

Saat mempersiapkan pertarungan melawan rival nya di rematch, berat badan Benn bahkan sempat mencapai sekitar 183 pound, karena itu memangkas berat badan hingga kembali ke batas 147 pound menjadi pekerjaan yang jauh lebih berat di bandingkan sebelum nya.

“Ini adalah pertarungan terakhir saya di kelas 147 pound, ketika saya memenangkan gelar dunia nanti, saya akan melangkah ke divisi berikut nya, saya belum membuat berat 147 pound selama empat tahun, jadi ini benar-benar menantang, jangan salah, proses nya sangat berat tetapi kami berhasil melakukannya.”

Meski mengakui proses weight cut kali ini begitu brutal, Benn mengatakan seluruh fokus nya tetap tertuju pada Ryan Garcia, dia tidak ingin terganggu oleh pembahasan mengenai masa depan nya sebelum menyelesaikan misi merebut sabuk juara dunia WBC.

Petinju berusia 29 tahun itu mengatakan sejak awal karir target utama nya memang menjadi juara dunia tidak hanya menyandang status penantang atau petinju papan atas.

“Memenangkan gelar dunia adalah sesuatu yang sangat pribadi bagi saya, itulah yang selalu ingin saya capai, saya tidak ingin hanya dikenal sebagai penantang nomor satu atau petinju level dunia, saya ingin menjadi juara dunia.”

Setelah meninggalkan kelas welter, Benn telah memiliki gambaran mengenai langkah berikut nya, saat ini dia yang sudah berada di naungan Zuffa Boxing menyebut kelas menengah ringan 154 pound sebagai tujuan walaupun tidak menutup kemungkinan terus naik ke kelas 160 pound bahkan 168 pound apabila peluang besar datang di masa mendatang.

Nanti nya Benn siap memasuki masa masa baru dalam karir, dengan ukuran tubuh yang kini lebih besar di bandingkan saat masih aktif di kelas welter, kepindahan ke divisi yang lebih tinggi di nilai dapat membuat nya tampil lebih nyaman tanpa harus menjalani pemangkasan berat badan yang ekstrem.

Benn juga menjelaskan bahwa suasana kamp latihan jelang menghadapi Ryan Garcia jauh berbeda di bandingkan ketika dia mempersiapkan dua pertarungan melawan Chris Eubank Jr yang di penuhi emosi, kebencian dan rivalitas keluarga yang membuat diri nya harus menguras tenaga serta mental sampai batas maksimal.

Dia mengaku pertarungan tersebut seolah mengambil sebagian dari jiwa nya tapi pengalaman menghadapi lawan yang lebih besar memberi nya kekuatan lebih saat bersiap menghadapi Garcia di kelas welter.

Berbeda dengan rivalitas melawan Eubank Benn bilang tidak memiliki kebencian pribadi terhadap Garcia walaupun hampir baku hantam saat konferensi pers, saat ini motivasi utama nya adalah merebut sabuk juara dunia yang berada di pinggang petinju asal Amerika Serikat tersebut dan membuktikan layak menyandang status petinju nomor satu.

“Saya rasa pertarungan melawan Eubank sangat intens, ada begitu banyak sejarah, kebencian dan emosi di balik nya, kali ini berbeda, Ryan memiliki sabuk yang saya inginkan, saya tidak ingin mengirimnya ke rumah sakit seperti saat menghadapi Eubank dan hanya ingin mengalahkan nya juga membuktikan bahwa saya adalah yang terbaik,” kata Benn.

Baca juga:

#ConorBenn #RyanGarcia #WBC

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top