Rick Glaser kembali membela Zuffa Boxing di tengah kritik terhadap perkembangan promosi baru ini, dia mengklaim Zuffa akan meningkatkan jumlah acara menjadi sedikit nya 18 pada 2027, bahkan membuka kemungkinan menggelar lebih banyak pertarungan bila bisnis mereka terus berkembang.
Dalam postingan di X, Glaser menyindir orang-orang yang menilai sedang mengalami kemunduran atau runtuh, dia memang tidak menyebut nama secara langsung, tetapi muncul di tengah perseteruan yang selama ini melibatkan sejumlah tokoh tinju, termasuk Eddie Hearn, Frank Smith dan Oscar De La Hoya.
“Kepada semua pengkritik yang mengatakan Zuffa Boxing sedang runtuh, padahal kenyataannya justru kebalikan mutlak yang sedang terjadi, karena Zuffa akan meningkatkan acara Tinju mereka pada tahun 2027 menjadi minimal 18 acara, dengan kemungkinan sangat kuat untuk lebih banyak acara lagi seiring Zuffa Boxing terus berkembang, sama seperti mitra korporat mereka UFC yang dilakukan saat masa awal mereka, tulis Glaser”.
Glaser juga membantah anggapan bahwa Zuffa tidak aktif menggelar acara di Amerika Serikat, dia menunjuk duel Ryan Garcia melawan Conor Benn di Las Vegas pada 12 September sebagai bukti nya, dan pertarungan itu menghasilkan pendapatan tiket sebesar US$8 juta.
Angka itu memang bukan klaim tanpa sumber, situs resmi UFC telah mencantumkan pendapatan tiket atau live gate sebesar US$8.030.075,85 untuk acara Garcia vs Benn, dengan jumlah penonton yang di umumkan mencapai 18.855 orang, tapi yang di umumkan penyelenggara perlu di bedakan dari laporan akhir komisi atletik yang di verifikasi secara independen.
Pertarungan itu menjadi satu pertunjukan terbesar Zuffa Boxing sejauh ini, tetapi angka pendapatan tiket saja belum cukup untuk melihat keseluruhan hasil bisnis nya, data itu tidak menjelaskan biaya penyelenggaraan, bayaran petinju ataupun keuntungan yang di peroleh dari acara tersebut.
Glaser kemudian menjelaskan mengapa Zuffa lebih banyak menggelar pertandingan di Inggris dan Irlandia pada tahun ini karena para eksekutif yang mengelola memahami persaingan jadwal siaran olahraga di Amerika Serikat, terutama ketika NFL dan kompetisi sepak bola perguruan tinggi sedang berlangsung.
Untuk menghindari benturan jadwal dengan olahraga yang menyedot perhatian besar adalah bagian dari strategi mereka bukan bukti bahwa Zuffa meninggalkan pasar Amerika.
Dia juga membela keputusan Zuffa melepas Shakur Stevenson, Glaser menyebut langkah itu addition by subtraction, istilah bisnis untuk mengurangi karena di anggap bisa memberi hasil lebih baik bagi perusahaan, membiarkan nya pergi merupakan contoh cara perusahaan Amerika mengambil keputusan bisnis.
Sementara target acara besar tahun depan menjadi informasi utama Glaser mengenai arah perkembangan di bawah Dana White, dia membandingkan rencana tersebut dengan perjalanan UFC ketika masih berada pada tahap awal, dengan keyakinan bahwa Zuffa juga bisa memperluas kegiatan nya seiring pertumbuhan promosi.












