Headline

Leo Atang Menang TKO Tapi Pukulan Nya Membahayakan

Leo Atang menang KO atas Vergara

9 pertarungan, 8 KO, rekor Leo Atang masih aman, tetapi penampilan terbaru nya menyisakan tanda tanya dari pada seberapa cepat dia menjatuhkan lawan, petinju kelas berat berusia 19 tahun itu menghentikan Jonathan Exequiel Vergara pada ronde pertama di Sheffield, Sabtu, 24 Oktober. 

2 dari pukulan yang tampak berperan dalam terjadi nya knockdown terlihat mengenai bagian belakang kepala Vergara yang tidak di perbolehkan dalam tinju karena bisa mengakibatkan cidera permanen seperti Prichard Colon sampai akhir hayat nya tidak bisa sembuh total.

Kejadian tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah kemenangan Atang yang berlangsung singkat, Vergara terjatuh tiga kali sebelum wasit menghentikan pertandingan, tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Atang sengaja membidik bagian belakang kepala tetapi lokasi pukulan yang terlihat dalam dua kejadian itu tetap layak di jadikan evaluasi bagi tim nya ke depan agar tidak mengulangi lagi sekalipun posisi tidak dengan sengaja.

Di luar kontroversi itu, Atang memperlihatkan bahwa memiliki kekuatan untuk membuat lawan berada dalam tekanan sejak awal, Vergara tak sanggup bertahan melewati ronde pembuka dalam duel yang semula di jadwalkan berlangsung 6 ronde.

Duel ini bagian dari rangkaian laga pendukung Dalton Smith vs Alberto Puello yang di tayangkan DAZN, hasil ini menjadi tambahan baik dalam catatan karir nya meski penampilan tersebut belum memberikan kata yang tidak bisa di bantah mengenai kemampuan nya menghadapi lawan yang bisa bertahan lama tak mudah di jatuhkan.

Sejak debut pada Juli 2025, Atang sudah melewati sembilan pertandingan dalam waktu sekitar 15 bulan, dia juga mencatat kemenangan atas Glen Williams pada Juli lalu, ketika tampil untuk pertama kali nya di Amerika Serikat dan menghentikan lawan nya pada ronde kedua.

Sejauh ini, Viktar Chvarkou menjadi satu satu nya lawan yang mampu membawa nya melewati 6 ronde, pertarungan pada April itu memberikan pengalaman di bandingkan laga-laga Atang yang berakhir lebih cepat, untuk petinju yang masih muda, menghadapi lawan yang tidak mudah di singkirkan bisa mengembangkan kemampuan teknis nya selain mengandalkan pukulan keras.

Atang sekarang berlatih di sasana Stephen Smith di Liverpool SE setelah berpisah dengan pelatih lama nya, petinju kesayangan Eddie Hearn ini di jadwalkan kembali naik ring pada 12 Desember di Monaco tapi lawan nya belum di umumkan.

Target Atang adalah mengikuti jalur tradisional menuju gelar Inggris dan Britania Raya, untuk sampai ke sana, dia perlu membuktikan bahwa dominasi nya bukan hanya bergantung pada kemampuan menyelesaikan pertarungan dengan cepat, ketepatan sasaran, pengambilan keputusan saat lawan berada dalam posisi sulit, serta kemampuan menghadapi ronde panjang juga akan ikut menentukan kemajuan nya.

Jangan sampai dia seperti Moses Itauma yang di gadang-gadang akan menjadi wajah baru kelas berat Inggris, malah menyerah karena kelelahan saat Filip Hrgovic yang terkenal tangguh tak bisa di jatuhkan mampu membalikkan keadaan hingga menjadi juara IBF.

Kemenangan atas Vergara memang memperpanjang catatan Atang tapi hasil akhir bukan satu-satu nya ukuran dari sebuah penampilan, bila dia ingin berkembang menjadi penantang serius kemampuan menjaga pukulan tetap legal harus berjalan seiring dengan kekuatan yang selama ini menjadi keunggulan nya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top