Headline

Larry Holmes Muntah Usai Lawan Holyfield, Tapi Tak Tumbang KO

Larry Holmes muntah usai duel lawan Evander Holyfield

Ada satu adegan dari pertarungan Evander Holyfield melawan Larry Holmes yang mungkin tidak akan pernah terlupakan, pertarungan sudah selesai bel terakhir baru saja berbunyi setelah 12 ronde. 

Holyfield berdiri sebagai pemenang sementara Holmes masih berada di dalam ring, tubuh mantan juara dunia itu menunjukkan betapa berat nya pertandingan yang baru saja di lewati, Holmes muntah setelah tak lama setelah itu terlihat seperti seorang petinju yang baru saja di hancurkan lawan, namun kenyataan nya tidak.

Holmes tidak terjatuh dalam pertarungan tersebut dan tidak di hentikan oleh wasit, dia mampu membawa pertarungan yang kala itu Holyfield sedang berada di puncak karir, duel ini berlangsung pada 19 Juni 1992 di Caesars Palace Las Vegas dengan tiga sabuk utama kelas berat WBA, WBC dan IBF di pertaruhkan. 

Sebelum membicarakan adegan Holmes lebih jauh ada cerita panjang di balik nya, Holmes sebenar nya sudah melewati masa jaya nya, petinju yang di takuti sekaligus di kagumi Muhammad Ali ini bukan lagi milik seorang juara muda yang sedang mengejar lawan.

Holmes pernah menjadi penguasa kelas berat dunia mempertahankan gelar WBC nya sampai 16 kali sama seperti Felix Trinidad, tetapi pada awal 1990 an karir nya sudah memasuki ambang kritis dan mengalami kekalahan KO brutal dari Mike Tyson pada 1988.

Banyak orang mengira karir Holmes telah berakhir, tetapi petinju yang di kenal dengan master jab itu ternyata masih punya pisau tajam untuk melindungi nya dari tombak sang juara.

Dia menjalani comeback setelah gelar terakhir IBF nya di rampas oleh Michael Spinks dan perlahan membangun kembali nama nya, sebagian besar lawan yang di hadapi nya sebelum mendapatkan kesempatan melawan Holyfield bukanlah nama besar.

Sampai akhir nya datang Ray Mercer ketika itu merupakan petinju muda yang belum terkalahkan dan pernah menjadi peraih medali emas Olimpiade 1988 baru saja mematahkan hidung sang juara WBO Damiani, Holmes sudah berusia 42 tahun berhasil mengalahkan nya melalui keputusan mutlak 12 ronde pada Februari 1992.

Tak lama kemudian Holmes kembali berada dalam pembicaraan perebutan gelar dunia dan lawan berikut nya adalah salah satu petinju terbaik bernama Evander Holyfield.

Holyfield sedang berada di puncak datang ke pertarungan dengan rekor utuh dan status juara kelas berat, dia sebelum nya merebut gelar dari James Douglas sudah berhasil mempertahankan nya melawan George Foreman dan Bert Cooper semua nya terjadi pada tahun 1991.

Sebelum pertarungan, media menggambarkan duel ini sebagai pertarungan lintas generasi, tetapi Holmes datang tidak cuma ingin menerima bayaran, dia percaya masih mampu bersaing.

Selama 12 ronde dia membuktikan nya, Holmes tidak mengikuti tempo Holyfield, lebih sering mundur ke tali dan menunggu Holyfield masuk ke jarak serang, strategi itu membuat pertandingan berjalan lambat pada beberapa bagian. 

Sadar usia nya tak lagi muda Holmes menghemat tenaga sambil menggunakan pengalaman dan kemampuan bertahan nya untuk menghindari serangan sedangkan Holyfield menjadi petinju yang lebih aktif dan terus menekan.

Trik yang di pakai Holmes bukan berarti tanpa hasil, dia masih mampu melepaskan pukulan balasan membuat Holyfield harus berhati hati ketika masuk menyerang.

Di ronde kedua, Holmes menghasilkan kombinasi yang membuat penonton beranjak dari tempat duduk nya, dia menemukan sasaran dengan beberapa pukulan telak dan menunjukkan bahwa tangan kanannya masih memiliki ancaman.

Ada satu kejadian yang hampir mengubah suasana pertandingan, di ronde ke 6 Holmes melancarkan pukulan kanan yang tidak mengenai sasaran, dalam proses gerakan itu siku nya mengenai area di atas mata kanan Holyfield.

Darah langsung terlihat, luka nya cukup serius hingga Holyfield harus mendapatkan penanganan di sudut ring sebelum pertandingan berlanjut yang kemudian robekan ini membutuhkan jahitan setelah pertarungan.

Sangat di sayangkan Holmes tidak mampu memanfaatkan luka itu untuk membalikkan keadaan, Holyfield tetap bisa mengontrol sebagian besar pertandingan, sang juara juga tidak membiarkan terjebak dalam pertukaran pukulan yang tidak perlu. 

Seorang petinju berusia 42 tahun menghabiskan sebagian besar pertandingan dengan bertahan menghadapi juara berusia 29 tahun, secara logika orang mungkin memperkirakan Holmes akan semakin melemah menjelang akhir, yang terjadi dia masih tampil cukup kuat pada dua ronde terakhir. 

Dia tetap melakukan serangan balik dan mencari pukulan yang bisa mengubah jalan nya pertandingan, Holyfield memang mengendalikan pertarungan tetapi Holmes tidak memberikan kemenangan itu dengan mudah karena tidak ada knockdown atau penghentian dari wasit, setelah ronde ke-12 selesai para juri memberikan kemenangan 116-112, sedangkan satu juri memberikan 117-111 untuk sang juara.

Dari hasil tidak ada kejutan, Holyfield mempertahankan gelar nya, tak lama berselang kamera menangkap yang hingga sekarang masih menjadi bagian paling terkenal dari pertarungan ini, muntah nya Holmes akhir nya menunjukkan dampak dari 12 ronde yang baru saja di lewati.

Sang mantan raja tua memang kalah namun tidak mengalami nasib seperti ketika menghadapi Tyson beberapa tahun sebelum nya, tubuh nya seolah mengatakan bahwa pertarungan sudah mengambil seluruh tenaga yang tersisa.

Sang juara sendiri kemudian mengakui bahwa Holmes adalah lawan yang sangat tangguh, dia juga mengatakan memiliki pertahanan yang bagus dan menyulitkan untuk di jatuhkan.

#LarryHolmes #EvanderHolyfield #KelasBerat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top