Headline

Si Raja KO Alan Chaves Hancur Dihajar Jatuh 4× oleh Eridson Garcia

Alan Chaves di pukul jatuh 4 kali oleh Eridson Garcia

Alan Veneno Chaves datang ke Prudential Center Newark dengan reputasi salah satu prospek paling menjanjikan di kelas ringan, rekor 22-0 dengan 19 kemenangan KO membuat petinju Argentina itu di pandang sebagai calon bintang baru yang sedang di persiapkan menuju panggung perebutan gelar dunia, namun semua rencana itu berantakan hanya dalam 10 ronde.

Eridson Garcia tampil seperti petinju yang sudah mengetahui seluruh jawaban dari permainan Chaves, petinju asal Republik Dominika tersebut tidak hanya menghentikan perjuangan nya tetapi menjatuhkannya 4 kali dalam perjalanan menuju kemenangan angka mutlak di Newark, tiga hakim memberikan skor yang sangat lebar yakni 99-87, 99-88, dan 98-88 untuk Garcia.

Hasil ini menjadi kekalahan pertama dalam karir Chaves sekaligus pukulan keras bagi ambisi Matchroom untuk membawa petinju berusia 25 tahun itu menuju pertarungan gelar dunia.

Sebelum pertandingan, Chaves berada dalam posisi yang sangat menguntungkan, dia datang setelah kemenangan spektakuler atas Miguel Madueno pada April lalu ketika left hook keras di ronde ke 3 menghasilkan KO yang membuat nama nya semakin di perhitungkan.

Matchroom kemudian menempatkan nya dalam pertarungan melawan Garcia sebagai ujian berikut nya sebelum langkah yang lebih besar tapi dia memberikan masalah yang tidak mampu di pecahkan Chaves, dia bergaya kidal terus bergerak dan memaksa mengejar nya sehingga kesulitan membaca sudut serangan.

Saat Chavez maju sudah lebih dulu terkena hook kanan yang di susul body shot, masalah nya tidak hanya pada kecepatan Garcia tapi petinju muda ini terlalu lama menunggu untuk melepaskan pukulan seperti buntu mencari sasaran yang berujung knockdown pertama.

Garcia menjatuhkan Chaves pada ronde ke 2, ini menjadi perubahan pertandingan secara drastis, Chaves memang mampu melanjutkan pertarungan, tetapi sejak saat itu tak bisa bertarung dengan wajah nya terlihat gusar.

Pada ronde ke 4 Garcia kembali hampir menjatuhkan Chaves, tekanan itu akhir nya menghasilkan kerusakan lebih besar di putaran ke 5 setelah berlutut sebelum kembali terjatuh beberapa saat kemudian.

Dari sana, pertarungan semakin berubah menjadi ujian bertahan hidup bagi Chaves,

Garcia tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan tembakan yang baik, dia terus menggunakan pergerakan serta serangan yang tepat untuk mengejar sasaran yang tak bisa disentuh.

Kemudian pada ronde ke 9 Chaves kembali jatuh setelah menerima pukulan kiri Garcia, itu adalah knockdown ke 4 dalam pertarungan, sampai di ronde akhir tidak mengubah kenyataan bahwa sang Underdog telah mendominasi pertandingan.

Kekalahan Chaves tidak hanya mencoret rekor nya, sebelum menghadapi Garcia Chaves berada di peringkat No. 2 WBO, No. 4 IBF, dan No. 7 WBC di kelas ringan, di juga membawa gelar WBO Latino dan sedang di bangun kandidat menuju pertarungan perebutan gelar dunia, sekarang tinggal kenangan.

Eddie Hearn sebelum nya melihat Chaves sebagai talenta yang memiliki potensi besar di kelas 135 pound namun Garcia menunjukkan bahwa dia masih memiliki kelemahan besar ketika berhadapan dengan lawan yang mampu mengubah ritme, bergerak dengan baik dan menyerang dari sudut yang tak terbaca seperti yang dia lakukan pada Miguel Madueno saat menjadi partai pendukung Miller vs Pero.

Bagi Matchroom, ini menjadi tanda bahwa perjalanan Chaves menuju level elite mungkin masih lebih panjang lagi, harus meniti ulang semua persiapan nya.

Sementara Chaves kehilangan status tak terkalahkan nya, Garcia mendapatkan kemenangan yang mengangkat nama nya, petinju berusia 32 tahun itu datang dengan rekor 23-2 dan 14 KO setelah mengalami kekalahan angka dalam penampilan terakhir nya melawan Andres Cortes April 2026 kemarin, Matchroom sendiri menyebut kemenangan atas Chaves bisa membawa nya masuk ke dalam persaingan gelar dunia.

Di panggung yang sama juga menghadirkan sedikit kejutan saat Austin Williams di pukul jatuh ronde 1 oleh Vito Mielnicki lalu bangkit tapi tak bisa membalikkan keadaan dan kalah lewat angka mutlak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top