Jack Catterall tidak ingin karir nya tersandera oleh negosiasi yang tak kunjung menemukan kepastian, nama Devin Haney memang muncul sebagai calon lawan Catterall bahkan mengaku sudah bergerak cepat setelah nama nya di senggol di media sosial.
Setelah ada pembicaraan mengenai pertarungan pada 3 Oktober di Atlanta, situasi nya malah mendadak sunyi, Catterall kini tidak mau hanya menunggu, bila pertarungan melawan Haney gagal terwujud dia sudah memiliki target alternatif yang tak kalah besar yaitu pemenang duel Rolando Romero vs Teofimo Lopez.
Dia mengungkapkan bahwa sebenar nya siap menghadapi Haney, Catterall langsung meminta manajer nya Sam Jones mengecek kemungkinan pertarungan tersebut dan merasa tidak memiliki alasan untuk menolak karena memang sudah berlatih sepanjang tahun tapi perkembangan selanjut nya tidak sesuai harapan.
“Begitu Devin menyebut nama saya, saya langsung menghubungi Sam Jones dan bertanya apakah pertarungan ini bisa di buat, kami di beri tahu tentang tanggal 3 Oktober di Atlanta, saya sudah berlatih sepanjang tahun, jadi saya bilang saya siap untuk tanggal tersebut, tapi sejak saat itu semua nya menjadi agak sepi, saya tidak tahu apakah itu bagian dari strategi mereka untuk menarik petarung lain atau bagaimana.”
Di saat yang sama, nama Liam Paro kembali muncul dalam pembicaraan sebagai calon lawan Haney, Catterall memahami namun dia juga tidak ingin waktu nya terbuang hanya karena menunggu keputusan dari kubu Haney.
Setelah kemenangan atas Shakhram Giyasov, posisi nya di kelas welterweight semakin bersinar, dia juga akan berada di Las Vegas untuk menyaksikan langsung duel Rolly Romero vs Teofimo Lopez.
Menurut pemahaman Catterall, pemenang pertarungan itu memiliki batas waktu hingga 19 November untuk mencapai kesepakatan menghadapi diri nya ketentuan itu sudah beberapa kali di tegaskan kepada nya dan tercantum dalam kontrak nya.
“Saya percaya kepada WBA. Saya sudah berbicara dengan Sam juga sudah berbicara dengan Eddie dan mereka sudah menegaskannya lebih dari sekali, itu juga tercantum dalam kontrak saya, jadi saya yakin pemenang nya memang harus menghadapi saya, memang membuat frustrasi karena Giyasov sudah lama menunggu dan terus mendorong pertarungan itu, tetapi mudah-mudahan sekarang kami bisa memanfaatkan momentum dari kemenangan terakhir saya, semoga pemenangnya keluar dari pertarungan tanpa cedera dan kami bisa mewujudkannya berikut nya.”
Saat di tanya siapa pertarungan terbesar yang ingin dia dapatkan di kelas welterweight, Catterall menyebut Haney sebagai petarung nomor satu.
Bagi Catterall, menghadapi petarung yang berada di puncak merupakan kesempatan yang ingin dia dapatkan, kelas 147 pound saat ini memang sedang di prnuhi nama besar, qlada Haney, Rolly Romero, Teofimo Lopez, Ryan Garcia dan Conor Benn, sebab itulah dia tidak merasa harus terpaku pada satu nama.
Bila lawan Haney tidak jadi lawan nya, dia siap mengalihkan perhatian kepada pemenang Romero vs Lopez dan Catterall juga tidak berniat membuat keributan setelah pertarungan itu.
Dia mengatakan akan berada di Las Vegas untuk menonton, Catterall juga menyoroti kebiasaan petinju kelas dunia yang hanya bertarung satu atau dua kali dalam setahun padahal dulu jadwal bertanding lebih sering merupakan sesuatu yang normal.
Seandainya pertarungan melawan pemenang Romero-Lopez tidak bisa berlangsung pada November Catterall tidak akan risau, Desember atau Januari pun tidak menjadi masalah selama pertarungan nya terjadi.
Baca juga:
#JackCatterall #DevinHaney #RollyLopez









