Anthony Olascuaga kembali membuktikan bahwa ring tinju Jepang adalah panggung tempat karir nya berkembang paling pesat, petinju asal Amerika Serikat itu sukses mempertahankan gelar dunia WBO kelas terbang setelah menghentikan perlawanan Taku Kuwahara pada ronde ke empat dalam pertarungan yang di gelar di Ryogoku Kokugikan Tokyo Rabu waktu setempat.
Kemenangan ini tidak hanya tambahan di kolom rekor, bagi Olascuaga duel tersebut menandai penutup sempurna untuk tahun 2025 sekaligus memperpanjang catatan pertahanan gelar nya menjadi empat kali sejak merebut sabuk WBO.
Lebih dari itu dia menjadi salah satu juara dunia paling aktif yang saat ini di miliki Amerika Serikat.
Baca juga: Terence crawford menyatakan pensiun di usia 38 tahun
Ronde awal pertarungan berjalan dengan adu jotos, Kuwahara petinju asal Yokohama yang tampil di depan publik negara nya sendiri mencoba memaksimalkan dukungan penonton dengan pendekatan disiplin dan serangan lurus dari jarak menengah.
Beberapa kali pukulan kanan nya sempat menemui sasaran memaksa Olascuaga untuk tetap waspada.
Namun perbedaan kualitas perlahan terlihat seiring berjalan nya waktu, Olascuaga melepas akurasi pukulan serta kekuatan fisik nya menjadi faktor pembeda utama.
Setiap serangan balasan yang dia lepaskan membawa dampak signifikan membuat Kuwahara harus bekerja ekstra keras untuk bertahan.
Puncak dominasi terjadi pada ronde ke empat, Olascuaga mulai menemukan kelemahan lewat hook kiri yang berulang kali memecah pertahanan, kuwahara terdorong mundur hingga terjebak di sudut ring.
Dalam posisi tertekan, dia menerima rentetan pukulan bertubi tubi tanpa mampu memberikan respons yang berarti.
Melihat kondisi tersebut wasit Robert Hoyle akhir nya menghentikan pertarungan pada menit 2:35, keputusan itu mengakhiri laga dengan kemenangan TKO untuk sang juara bertahan sekaligus menutup malam yang kembali berpihak pada Olascuaga di Tokyo.
Saat ini walaupun beralamat di Los Angeles Olascuaga seolah memiliki ikatan khusus dengan Jepang.
Pertarungan melawan Kuwahara merupakan laga ke enam nya di luar negeri dalam tujuh penampilan terakhir, fakta lain nya hampir setengah dari perjalanan karier profesional nya berlangsung di Tokyo.
Arena Ryogoku Kokugikan sendiri memiliki makna emosional bagi Olascuaga.
Di tempat inilah dia merebut gelar WBO kelas terbang pada 20 Juli lalu setelah menghentikan Riku Kano lewat KO juga di ronde ke empat.
Kemenangan tersebut membuka jalan bagi periode aktif sebagai juara dunia, sementara itu Kuwahara datang ke pertarungan ini dengan Rekor sebelum laga tercatat 14 kemenangan dengan 9 di antara nya berakhir KO.
Dua kekalahan yang pernah dia alami hanya datang dari Seigo Yurki Akui petinju yang sebelumnya memegang gelar WBA kelas terbang.
Baca juga:
Dengan kemenangan ini, Olascuaga kini mengoleksi empat kali pertahanan gelar dalam rentang 17 bulan sebagai pemegang sabuk WBO kelas terbang.
Tiga di antara nya terjadi sepanjang 2025 catatan yang menegaskan aktivitas nya di atas ring di tengah tren juara dunia yang kerap jarang bertanding, salah satu momen penting dalam periode tersebut terjadi pada 11 September lalu di Las Vegas.
Dalam pertarungan langka bagi seorang juara dunia yang bertarung di tanah Amerika Serikat Olascuaga menghentikan Juan Carlos Camacho hanya dalam dua ronde.
Duel itu menjadi bagian dari ajang tripleheader perebutan gelar yang di siarkan U-Next.
Ajang tersebut juga menampilkan duel besar lain termasuk laga unifikasi gelar WBA kelas bantam antara Seiya Tsutsumi dan veteran legendaris Nonito Donaire sebagai partai utama.
Kini dengan status juara yang semakin mapan dan jadwal bertanding yang konsisten, masa depan Olascuaga di kelas terbang tanpak terbuka lebar.
Olascuaga saat ini sejauh mana dia akan melangkah, apakah dengan menyatukan sabuk atau terus membangun dominasi nya lewat pertarungan lintas negara.
Dari partai lain seigo yuri akui menghajar petinju filipina vencent lacar lewat KO di ronde ke 3 hasil ini menambah rekor akui menjadi 22-3-[ 12 KO].
Baca juga:
#Anthonyolascuaga #takukuwahara #tokyo









