Headline

Dana White Sebut Turki Alalshikh Paling Berpengaruh di Tinju

White ungkap orang paling berpengaruh

Di olahraga tarung, nama Dana White mustahil asing bagi para pecinta MMA, selama ini dia menjadi salah satu figur utama di balik perkembangan UFC dan sudah di kenal luas sebagai sosok yang ikut membentuk wajah bisnis modern.

Ketika berbicara tentang tinju, mungkin tak banyak yang tahu karena ini cerita nya berbeda, White memang sudah lama memiliki ambisi untuk masuk ke olahraga ini tetapi keinginan belum berubah menjadi langkah nyata sebab masih mencari momentum yang bagus sekaligus orang yang tepat untuk diajak bekerja sama sampai lahir nya Zuffa Boxing.

Sekarang White akhir nya mengungkap pada Boxingnews siapa sosok yang menjadi alasan terbesar di balik keputusan itu, dia secara terbuka menyebut Turki Alalsikh orang paling berpengaruh di dunia tinju, tanpa keterlibatan nya kemungkinan tidak akan berada di posisi sekarang untuk terjun penuh ke olahraga tinju.

“Dia adalah orang paling berpengaruh di olahraga tinju. Kamu dan saya tidak akan duduk di sini membicarakan hal ini kalau bukan karena dia, dia menghubungi saya dan akhirnya terhubung dengan saya, lalu kami duduk bersama, dia benar-benar, tanpa keraguan, menjadi alasan saya memutuskan bahwa sekarang adalah waktu nya untuk masuk ke tinju dan dia telah menggelar pertarungan-pertarungan yang tidak akan pernah terjadi dalam sejuta tahun seandainya dia tidak terlibat dalam olahraga ini, dia benar-benar telah mengubah olahraga tinju dalam beberapa tahun terakhir sejak dia terlibat.”

Pengakuan ini juga memperlihatkan seberapa besar pengaruh yang White lihat dari proyek sang pengusaha Arab Saudi, lantas pertarungan apa yang membuat White begitu yakin bahwa Alalshikh telah mengubah nya.

Salah satu contoh paling besar adalah pertemuan Tyson Fury dan Oleksandr Usyk untuk memperebutkan status undisputed kelas berat 2 kali, duel ini paling di nanti dalam tinju yang selama 20 tahun lebih kosong terakhir Lennox Lewis memegang gelar itu dan akhir nya terlaksana di Riyadh.

Nama Artur Beterbiev dan Dmitry Bivol juga masuk dalam rangkaian pertarungan besar yang lahir di era Riyadh Season, mereka bertemu 2 kali juga untuk status juara tak terbantahkan kelas berat ringan, sebuah pertarungan yang sebelum nya sulit di wujudkan karena perbedaan kepentingan promotor dan jaringan, contoh nyata duel Tyson Fury vs Anthony Joshua tidak lepas dari peran nya.

Belum lagi Anthony Joshua melawan Daniel Dubois di Wembley serta Terence Crawford menghadapi Israil Madrimov di Los Angeles dalam event yang sama, Alalshikh tidak hanya membawa pertandingan besar ke Arab Saudi tetapi mulai membawa model bisnis Riyadh Season ke panggung tinju internasional.

Menurut White masalah nya tidak hanya seberapa besar uang yang tersedia untuk membuat pertarungan terjadi, dia melihat Alalshikh orang yang mampu mempertemukan pihak-pihak yang sebelum nya susah untuk satukan.

Dari situ hubungan kedua nya kemudian berlanjut dari pertemuan menjadi kerja sama yang membawa White masuk lebih dalam ke bisnis tinju.

“Ini benar-benar berkelanjutan itulah alasan saya berada di sini, dengar…saya sudah pernah melakukan hal ini sebelum nya dan saya tidak ingin mengulanginya, tidak ingin menjadi bagian dari sesuatu yang kehilangan uang, saya pikir banyak orang lain yang terlibat dalam olahraga ini, sekali lagi, hanya berusaha menyedot sebanyak mungkin uang yang mereka bisa seperti sedang mengadakan obral sebelum bangkrut dan itu bukan cara saya bekerja dan ituulah alasan saya berada di sini”.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top