Menjelang duel Anthony Joshua melawan Jake Paul, satu yang hampir tak ada yang benar2 berbicara soal kemungkinan Paul menang, di kalangan pengamat paling kritis sekalipun skenario nya nyaris seragam Joshua unggul Paul bertahan.
Dalam sudut pandang saya inilah yang membuat pertarungan ini menarik bukan siapa yang lebih kuat tapi bagaimana Paul mencoba hidup di ring melawan petinju yang secara level, pengalaman dan kekuatan berada beberapa tingkat di atas nya.
Sejumlah analis melihat duel ini bukan sebagai ujian kemenangan bagi Jake Paul tapi ujian ketahanan mental dan taktik.
Baca juga: Hasil tinju dunia hari ini 19 desember 2025
Jika Paul bisa menyelesaikan 8 ronde itu sendiri sudah di anggap sebagai pencapaian, bukan gelar namun pengakuan bahwa dia bukan sensasi media yang tumbang di bawah tekanan pertama.
Anthony Joshua datang ke laga ini dengan beban, kekalahan KO dan gagal merebut IBF dari Daniel Dubois masih membekas itu yang membuat banyak orang bertanya apakah Joshua masih berani menekan atau akan bermain aman, lebih berhati2 dan sedikit ragu melepas kombinasi.
Menurut saya faktor inilah yang di lihat para pengamat, kekuatan Joshua sudah tak perlu di buktikan yang jadi tanda tanya adalah keberanian.
Petinju yang baru saja di hentikan secara brutal dan absen cukup lama biasa nya butuh waktu untuk kembali percaya pada dagu nya sendiri.
Di sinilah peluang bagi Jake Paul untuk bertahan lebih lama dari yang di perkirakan publik, hampir pasti akan datang dengan strategi petinju kecil, bergerak tidak berdiri terlalu lama di depan Joshua atu idak terpancing adu tenaga.
Ini satu2 nya jalan, jika Paul mencoba menjadi besar, kuat atau dominan laga ini bisa berakhir sangat cepat.
Sebalik nya jika dia disiplin berani bermain aman bahkan jika itu berarti terlihat membosankan maka peluang bertahan hingga ronde akhir tetap terbuka, Joshua tidak lemah tapi karena mungkin tidak langsung memaksakan kehancuran.
Banyak pengamat menyebut dalam duel seperti ini waktu adalah musuh Joshua dan sahabat Paul.
Semakin lama pertarungan berjalan tanpa knockdown semakin besar tekanan psikologis berpindah ke pihak Joshua, namun tetap harus di tegaskan bertahan bukan berarti mengancam, Paul bisa saja lolos dari KO cepat tetapi itu tidak otomatis membuat laga jadi seimbang.
Perbedaan kualitas akan tetap terlihat dari jab hingga cara Joshua membaca pergerakan lawan, skenario paling nyata adalah Joshua menang entah lewat TKO tengah ronde atau keputusan mutlak.
Sementara Paul keluar ring dengan satu yang dia kejar sejak awal bertahan di level yang tak pernah dia sentuh sebelum nya.
Di situlah kisah raja melawan penantang sepadan dengan petinju dengan tujuan berbeda, Joshua ingin membuktikan bahwa dia masih oke di peta kelas berat, Paul hanya ingin menunjukkan bahwa dia pantas berada di ring yang sama meski hanya untuk satu malam.
Baca juga: Ramon cardenas menang KO brutal hari ini
Kira2 pukulan apa yang akan menghentikan paul jika terjadi KO? mari kita ulas sedikit.
1. Jab> Anthony Joshua akan jadi pukulan utama bikin Jake Paul kehilangan fokus, ini bukan jab sentuhan punya Joshua berat, kaku dan rasa nya seperti di tabrak tiang besi.
Melihat gaya Joshua belakangan ini terutama sejak bekerja dengan tim pelatih baru nya jab itu bukan cuma alat jaga jarak tapi senjata untuk mengontrol, setiap kali Paul mencoba maju jab akan lebih dulu menyambut wajah nya.
Apakah jab ini langsung meng-KO?? jujur kecil kemungkinan nya tapi jab inilah yang bisa pelan2 mematikan keberanian Paul.
Setelah dua atau tiga ronde kena jab terus biasa nya petinju mulai ragu melangkah, kalau itu terjadi Joshua tinggal menunggu momen berikut nya.
2. Straight Kanan> ini pukulan yang paling bahaya untuk mengakhiri laga, straight kanan Joshua tidak hanya keras tapi datang nya tepat waktu.
Kita sudah lihat apa yang terjadi saat pukulan ini mengenai Francis Ngannou, membandingkan daya tahan Ngannou dengan Jake Paul rasa nya tidak adil.
Kalau Paul sedikit saja salah posisi terlalu berani masuk atau fokus menyerang straight kanan ini bisa datang tanpa peringatan, seandai nya itu mendarat telak kita tidak perlu hitungan panjang.
3. Hook Kiri> Joshua lebih sering berfungsi sebagai pengantar malapetaka, bukan pukulan pamungkas tapi membuat lawan lupa cara bertahan, dia sering memakai hook kiri untuk membuat lawan mengangkat guard atau kehilangan fokus sesaat di situlah biasa nya straight kanan menyusul.
Kalau melawan Jake Paul membayangkan hook kiri ini membuat Paul panik, mundur setengah langkah lalu boom…kombinasi selesai.
4. Hook Kanan> kalau boleh jujur saya tidak melihat hook kanan sebagai skenario utama, Joshua bukan petinju yang mengandalkan pukulan melingkar kecuali lawan nya sudah benar2 sempoyongan.
Tapi kalau Paul terjebak di tali ring sudah kena jab dan straight berkali2 hook kanan ini bisa muncul sebagai pukulan penutup pintu.
5. Uppercut> ini adalah pukulan yang sangat mematikan tapi hanya kalau momennya tepat, lawan yang lebih pendek seperti Paul memang rawan uppercut apalagi jika terlalu sering menunduk atau masuk tanpa perhitungan.
Namun Joshua juga tahu resiko uppercut membuka pertahanan jadi pukulan ini baru akan keluar kalau Joshua sudah betul2 membaca pola Paul dan merasa aman.
6. Uppercut kiri> ada tapi jujur saja kecil kemungkinan itu jadi penentu, serangan Body shot diam2 yang bisa merusak, ini bagian yang sering di lupakan, jika Joshua mau sabar serangan ke badan bisa jadi senjata rahasia.
Jake Paul belum pernah di uji oleh body shot kelas berat sekali dua kali kena mungkin masih tahan, tapi kalau terus menerus stamina akan bocor tanpa di sadari, petinju yang kehabisan stamina biasa nya mulai lengah di pertahanan atas.
Bukan gaya khas Joshua untuk KO ke badan tapi dalam pertarungan delapan ronde opsi ini sangat mungkin.
Tambahan dari kalian apa nih mohon maaf jika masih kurang lengkap.
#Anthonyjoshua #jakepaul #pauljoshua









