Sabuk Lepas! Gervonta Davis Menghilang di Tengah Kasus Hukum dan Karir di Ujung Tanduk

Gervonta davis di buru polisi

Surat perintah penangkapan telah di keluarkan dan satu fakta lagi yang mulai menimbulkan tanda tanya besar saat ini davis menghilang seperti hantu.

Seorang pengacara pihak korban yang mengatakan tidak tahu, kata itu di ucapkan Richard Wolfe mewakili perempuan yang menuduh Davis melakukan kekerasan, penahanan ilegal hingga percobaan penculikan.

Di dunia hukum pernyataan seperti ini bukan hal sepele, ketika seorang pengacara secara terbuka mengakui klien lawan nya tak bisa di lacak berarti situasi sudah keluar dari jalur normal, menurut Wolfe tim hukum nya telah mencoba melakukan pemanggilan hukum resmi ke kediaman Davis sebanyak enam kali semua berakhir tanpa hasil.

Situasi ini membuat tim hukum korban mengambil langkah lanjutan mengajukan permohonan ke pengadilan untuk pemanggilan alternatif yaitu prosedur yang biasa nya di gunakan ketika seseorang secara aktif menghindari proses hukum.

Jika permohonan itu di kabulkan Davis bisa di panggil melalui pengumuman publik, ini langkah yang menandai bahwa dia di anggap tidak kooperatif oleh sistem hukum.

Pencarian pengacara perdata dan pengejaran oleh kepolisian adalah dua proses berbeda, artinya bukan hanya satu pihak yang kesulitan menemukan Davis tapi ada dua jalur hukum yang sama sama buntu, kasus ini sendiri bukan perkara kecil, berdasarkan dokumen hukum yang beredar insiden menjadi dasar gugatan terjadi pada Oktober lalu.

Davis di tuduh mendatangi tempat kerja korban seorang perempuan yang sebelum nya memiliki hubungan singkat dengan nya, lalu secara fisik menarik nya menuju area parkir, menahan dan mencoba membawa nya pergi dengan mobil.

Korban di sebut mengalami memar namun bisa lolos setelah berhasil melarikan diri, dengan ada nya kasus ini WBA mengambil langkah cepat dengan menetapkan Gervonta Davis sebagai champion in recess itu berarti sabuk juara kelas ringan milik nya di cabut secara fungsional meski tidak di umumkan dengan bahasa keras.

Langkah ini membuka jalan bagi petinju lain seperti Floyd Schofield untuk bertarung memperebutkan gelar yang selama ini terkunci oleh ketidak jelasan status Davis.

Keputusan WBA ini menunjukkan otoritas tinju tidak lagi mau menunggu, ketika seorang juara terlalu lama tidak aktif apalagi tersandung masalah hukum serius sistem akan bergerak tanpa dia, semua ini terjadi saat karir Davis sebenar nya berada di titik rawan, dia belum bertanding lagi sejak hasil imbang kontroversial melawan Lamont Roach Jr pada 1 Maret lalu.

Laga itu di warnai keputusan wasit yang banyak di perdebatkan karena tidak menghitung knockdown untuk Roach, rencana duel ulang di batalkan dan laga ekshibisi melawan Jake Paul juga menguap.

Absen nya seorang bintang selama setahun saja bisa mengubah peta divisi apalagi seorang juara karena masalah hukum bisa lebih fatal.

Dari pengamatan pribadi, ada satu paling merusak posisi Gervonta Davis saat ini, tidak ada pernyataan resmi yang jelas atau klarifikasi terbuka juga tidak ada upaya menunjukkan itikad baik untuk menghadapi proses hukum, kasus seperti ini publik biasa nya bisa memaafkan kesalahan tetapi jarang memaafkan penghindaran karena diam terlalu lama kadang di baca sebagai pengakuan atau setidak nya ketidaksiapan untuk bertanggung jawab.

Ketika seorang petinju dengan status sebesar Davis mulai terlihat seperti menghindari sistem hukum, dampak nya tidak hanya hukuman pidana atau perdata tapi merembet ke sponsor, jaringan televisi, promotor, hingga badan tinju.

Richard Wolfe menegaskan bahwa klien nya akan tetap membawa kasus ini ke pengadilan, besaran tuntutan ganti rugi memang belum di sebutkan secara rinci, hukum Florida memungkinkan klaim di atas 50.000 dolar.

“Kami sudah mencoba menyelesaikan ini secara damai dan gagal, kami menantikan kesempatan untuk menghadirkan kesaksian klien kami di pengadilan kata Wolfe.”

Apakah Gervonta Davis akan muncul dan menghadapi semua nya atau kasus ini akan terus membesar hingga karir nya berantakan sebelum vonis di jatuhkan??

#Gervontadavis #kasusdavis

Scroll to Top