Duel delapan ronde di kelas bulu antara Jan Paul Rivera dan Alfredo Cruz, dari sinilah denyut kartu Most Valuable Promotions mulai keras dan rapat, Rivera datang ke ring dengan catatan tanpa kalah 14 kemenangan tanpa pecah terdengar oke tetapi angka sering menipu.
Alfredo Cruz bukan nama besar namun dia adalah tipe petinju yang berbahaya bagi prospek muda, tahan banting, berani adu pukul dan tidak datang untuk kalah angka.
Sejak ronde awal terpantau ini bukan laga pemanasan, Cruz menekan memaksa Rivera bertarung dengan tenaga penuh, pukulan demi pukulan di lepas tanpa beban, Rivera yang masih berusia 24 tahun terlihat harus berfikir lebih keras.
8 ronde berlalu dengan ketat, Rivera memang lebih efisien namun Cruz tidak menjauh dari pertarungan, keputusan mayoritas akhir nya berpihak pada Rivera, dua juri memberi skor 77-75 satu lain nya 76-76 sangat tipis sekali.
Di sinilah nilai plus kemenangan nya, Rivera keluar bukan hanya dengan rekor tetap utuh tapi dengan pengalaman berharga.
Setelah duel ini suasana arena berubah perlahan, sorakan semakin keras penonton tahu laga lanjutan ini membawa lebih dari kemenangan.
Jonathan Bomba Gonzalez vs Yankiel Rivera duel sesama petinju Puerto Rico antara mantan juara dunia dan petinju muda yang sedang naik daun.
Sejak ronde pertama Gonzalez langsung menetapkan pesan, sebuah hook kanan dan kombinasi kiri mengguncang Rivera, tidak ada pemanasan Gonzalez bertarung seperti seseorang yang tahu bahwa kesempatan kedua tidak selalu datang.
Ronde kedua pukulan kiri pendek menjatuhkan Rivera cukup untuk membuat sang lawan ngos ngosan, dia bangkit menunjukkan keberanian mencoba menekan, mempersempit ruang membuat pertarungan menjadi lebih aktif, aktivitas nya tinggi dia memukul lebih banyak.
Tapi tinju tidak di hitung dari jumlah pukulan dari kualitas nya, seiring berjalan nya ronde laga semakin jelas, Yankiel Rivera lebih aktif tapi Gonzalez dengan gerak dan insting veteran terus mendaratkan pukulan yang lebih banyak.
Inilah perbedaan paling krusial antara petinju pengalaman dan petinju yang masih tumbuh, Gonzalez tidak santai membiarkan Rivera terus bergerak.
Di ronde ke 8 Rivera kembali menyentuh kanvas kali ini kontroversial wasit menyebut nya rabbit punch, dokter ring naik untuk memeriksa kondisi Rivera dia melambaikan tangan menolak di hentikan dia ingin lanjut.
Keberanian memang tidak pernah menjadi masalah bagi Rivera yang menjadi soal adalah pertahanan dan ketepatan, yang membuat kuping mendekat di ronde akhir, suara arena mulai bergeser, Yankiel Rivera peraih emas Pan American Games dan Olympian 2020 dari Bayamon awal nya di elu elukan namun menjelang akhir laga chant Bom-ba Bom-ba terdengar lantang.
ini adalah indikator dari sebuah pertarungan, penonton Puerto Rico tidak memilih usia atau masa depan mereka memilih siapa yang menguasai ring malam itu, Gonzalez menutup laga dengan kontrol penuh tidak ada drama besar di akhir atau kebingungan tentang siapa yang memimpin.
Keputusan mutlak akhir nya di bacakan 114-113, 116-111, dan 117-110 untuk Jonathan Gonzalez, skor pertama memang ketat namun dua lain nya mencerminkan dominasi yang pasti.
Dengan kemenangan ini Gonzalez membawa pulang sabuk WBA interim flyweight gelar kedua di divisi berbeda dalam karir nya, sebuah pencapaian yang sering di remehkan ketika datang dari petinju yang sudah di anggap terlalu tua.
Perlu di catat ini adalah laga pertama Gonzalez sejak kekalahan KO ronde pertama dari Anthony Olascuaga pada Oktober 2024, banyak petinju tidak pulih dari kekalahan seperti itu namun Gonzalez tidak datang untuk bertahan tapi untuk merebut kembali kemenangan yang tertunda.
Sementara Yankiel Rivera kini mencatat rekor 7-1-1 dua kali mencoba merebut sabuk interim WBA flyweight dua kali pula gagal setelah sebelum nya hanya imbang melawan Angelino Cordova.
Baca juga:
#Jonathangonzalez #janpaulrivera #Hasiltinjuhariini









