Headline

Tak Diunggulkan, Mark Chamberlain Hancurkan Pierce O’Leary di Ronde 10!

Chamberlain hancurkan O'leary TKO ronde ke 10

Tidak banyak yang menjagokan Mark Chamberlain sebelum naik ke atas ring di Dublin pada Sabtu malam waktu setempat, bermain di kandang lawan dan menghadapi Pierce O’Leary yang tak terkalahkan memegang gelar IBO berada di papan atas divisi kelas welter junior, petinju Inggris itu di pandang sebelah mata seolah di anggap rekan sparing tetapi yang terjadi dia yang menjadi momok menakutkan.

Chamberlain memiliki catatan 17-1-1-(12 KO) tampil luar biasa dukses menghentikan O’Leary melalui TKO pada ronde ke-10 dalam pertarungan penuh drama yang layak di sebut sebagai salah satu kandidat Fight of the Year.

Dari awal Chamberlain mampu mematahkan ritme permainan O’Leary, footwork yang di padukan dengan kombinasi pukulan membuat petinju tuan rumah kesulitan menemukan tempo.

Kejutan besar terjadi pada ronde kedua, saat O’Leary terlalu semangat menyerang, Chamberlain melepaskan pukulan kiri keras yang menghentikan pergerakan lawan sampai kehilangan keseimbangan dan jatuh ke kanvas, saat bangkit darah sudah mengucur deras dari hidung nya, di dalam arena penonton mendadak hening terpaku melihat jagoan nya meringis.

Dominasi Chamberlain berlanjut pada ronde ketiga, pukulan kiri kembali mendarat membuat O’Leary untuk kedua kali nya sujud ke kanvas, dia memang segera berdiri tapi kondisi hidung nya semakin mengkhawatirkan karena terus mengeluarkan darah.

Sudah unggul Chamberlain sangat menikmati mengendalikan duel dan memilih momen tepat untuk melancarkan serangan, memasuki ronde keempat O’Leary akhir nya mampu memberikan perlawanan, di dukung penuh ribuan penonton mulai meningkatkan kekuatan serangan memaksa Chamberlain bertahan lebih banyak di banding ronde ronde sebelum nya.

Pemandangan itu terus berlanjut pada ronde kelima, O’Leary mulai menemukan sasaran melalui kombinasi pukulan ke kepala dan tubuh, Chamberlain memang masih mampu membalas tetapi tekanan yang di berikan mulai menguras tenaga nya.

Ronde keenam hingga ketujuh menjadi paling sengit dalam pertandingan, kedua petinju saling bertukar pukulan tanpa banyak mundur, Chamberlain masih unggul secara teknik, O’Leary membalas dengan semangat juang yang tinggi karena sorakan dukungan dari fans.

Menjelang akhir ronde ketujuh O’Leary akhirnya menemukan kelemahan, pukulan keras ke body membuat Chamberlain jatuh berlutut sambil menahan rasa sakit, dia berhasil berdiri sebelum hitungan berakhir namun tanda kelelahan mulai terlihat.

Keberhasilan menjatuhkan Chamberlain membuat O’Leary seperti selesai di charger karena semangat nya meningkat drastis, pada ronde kedelapan dan kesembilan, petinju tuan rumah bertarung semakin ganas meski hidung nya terus mengeluarkan darah tetap maju tanpa rasa takut.

Chamberlain lebih banyak bertahan sambil berusaha memulihkan kondisi setelah menerima pukulan telak ke bagian tubuh, melihat jalan nya pertarungan saat itu fans mulai percaya O’Leary akan mampu membalikkan keadaan.

Bukan tinju nama nya bila tidak menghadirkan kejutan, saat O’Leary sedang berusaha mempertahankan momentum nya Chamberlain melepaskan kombinasi yang menjadi penentu kemenangan, pukulan kiri keras di susul pukulan kanan telak yang mengguncang, dia tidak menyia nyiakan kesempatan menambah beberapa pukulan beruntun yang membuat lawan nya kehilangan keseimbangan.

Melihat O’Leary sudah tidak mampu memberikan perlawanan wasit segera melompat sedikit terlambat menghentikan pertandingan pada ronde ke-10 karena sang petarung sudah teler jatuh di bawah kaki nya, keputusan itu memastikan Mark Chamberlain meraih kemenangan terbesar dalam karir nya sekaligus membungkam publik Dublin.

O’leary harus kehilangan IBO nya yang dia rebut dari Maxi Hughes lewat RTD pada 14 maret 2026 saat menjadi partai pendukung James Dickens vs Anthony Cacace.

Menurut penulis, kemenangan ini membuka banyak peluang baru bagi Mark Chamberlain, tapi keputusan belum berada di tangan nya karena promotor Frank Warren mengungkapkan bahwa kontrak pertarungan melawan Pierce O’Leary memuat klausul pertandingan ulang, bila itu di aktifkan otomatis Chamberlain harus kembali naik ring menghadapi O’Leary sebelum mengincar pertarungan yang lebih besar.

Andai saja tidak terjadi mungkin akan melawan Jack Rafferty karena duel mereka pada Agustus 2025 berakhir draw, dengan kemenangan besar atas O’Leary ini Chamberlain memiliki alasan kuat untuk menuntut laga penentuan pada perebutan gelar dunia bila posisi nya di peringkat organisasi meningkat.

#MarkChamberlain #PierceO’leary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top