Bel terakhir di Croke Park tidak hanya menandai berakhir nya ronde ke-10, suara itu menjadi penutup bagi salah satu perjalanan paling luar biasa dalam sejarah tinju wanita, di hadapan lebih dari 80.000 penonton, Katie Taylor menjalani pertarungan terakhir memastikan perpisahan itu berakhir dengan kemenangan.
Taylor mengalahkan Flora Pili lewat keputusan mutlak, tiga juri memberikan skor 100-90, 100-90, dan 98-91 untuk petinju tuan rumah.
Dengan hasil itu Taylor menutup karir nya sebagai juara dunia tak terbantahkan di kelas junior welterweight sekaligus memperbaiki rekor menjadi 26-1 dengan enam kemenangan KO.
Angka itu hanya sebagian kecil dari cerita malam tersebut, 3 dekade sebelum nya Taylor harus menyamar sebagai anak laki laki agar bisa mengikuti pertandingan tinju.
Olahraga yang dahulu harus dia perjuangkan untuk bisa masuki itu akhir nya membawa nya ke puncak, pada malam terakhir nya, Taylor tidak memilih arena biasa untuk mengucapkan selamat tinggal, dia memilih Croke Park stadion yang penuh sesak berubah menjadi panggung penghormatan bagi seorang atlet yang telah menjadi lambang olahraga Irlandia, bendera nasional memenuhi tribun, sementara suasana sebelum pertandingan lebih menyerupai konser besar dari pada pertarungan tinju.
Saat Taylor berjalan menuju ring, kembang api menerangi langit dengan warna hijau, putih dan oranye, sebagian penonton tak mampu menahan air mata ketika sang juara memasuki ring untuk terakhir kalinya.
Flora Pili hadir dengan status petinju tak terkalahkan tentu tidak ingin menjadi bagian dari pesta perpisahan.
Taylor langsung memanfaatkan footwork juga kecepatan tangan nya, dia masuk dengan melepaskan jab, lalu keluar sebelum Pili memiliki rencana untuk membalas.
Pada ronde kedua, Taylor mulai menambah tekanan melalui kombinasi pukulan lurus, lawan nya terlambat membaca serangan, saat hendak membalas sang juara sudah berpindah posisi, barulah pada ronde ketiga Pili mulai menemukan peluang, pukulan kiri yang di susul tangan kanan membuat nya sedikit waspada, penantang ini mulai menunjukkan bahwa dia tidak hanya ke arena untuk bertahan dan menyaksikan malam bersejarah.
Di ronde ke 5 Taylor banyak menggunakan jab dari jarak aman sambil bergerak mundur, strategi tersebut membuat Pili tak bisa mendekat meskipun tetap mampu menyelipkan pukulan kanan keras sebelum ronde berakhir.
Kemudian datang ronde ke 6, Taylor menemukan pukulan terbaik nya malam itu saat tangan kanan nya menghantam Pili dengan telak hingga petinju Prancis tersebut terguncang tetapi dia bertahan dan memberikan respons lewat kombinasi pukulan kanan dan left hook yang membuat Taylor terlihat terganggu.
Pertarungan kemudian memasuki detik detik akhir, Taylor tidak ingin malam yang telah dinantikan nya selama bertahun tahun berubah menjadi pertarungan yang terlalu dekat, pukulan kiri masuk dengan cepat segera disusul rentetan serangan lain menjakdikan Croke Park bergemuruh tidak hanya karena pukulan tersebut tetapi semua orang di stadion sadar bahwa mereka sedang menyaksikan beberapa menit terakhir dari karir seorang legenda.
Dengan puluhan ribu orang meneriakkan nama nya, Taylor terus melepaskan pukulan dari berbagai arah, Pili masih memberikan perlawanan, ketika bel terakhir berbunyi Taylor mengangkat tangan nya.
Hasil pertandingan sebenar nya sudah tidak lagi menjadi kejutan karena kartu skor hanya tinggal formalitas, Taylor sudah menguasai sebagian besar pertarungan, dan ketika namanya diumumkan sebagai pemenang penonton kembali riuh.
Taylor mendapatkan kemenangan terakhir, para penggemar nya mendapatkan kesempatan melihat idola bertanding sekali lagi, tinju wanita mendapatkan momen penutup dari salah satu tokoh yang ikut mengubah posisi olahraga tersebut di mata dunia, yang tak kalah seru dan aneh sebelum nya Dave Allen dan Carty bertarung hanya 82 detik tanpa pemenang karena nyungsep keluar tali akibat pukulan yang tak di sengaja sehingga duel di nyatakan No Contest.









