Dalton Smith tak ingin menjadi juara dunia yang memilih lawan sesuka hati karena sabuk juara membawa tanggung jawab untuk menghadapi petinju terbaik termasuk mereka yang datang sebagai mandatory.
Sikap tegas nya dia sampaikan menjelang pertahanan pertama gelar WBC nya melawan Alberto Puello yang di jadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Sheffield Inggris.
Smith di tanya apakah dia bisa memahami keputusan sejumlah juara dunia yang memilih melepas sabuk dari pada menghadapi penantang wajib, jawaban nya cukup terus terang, dia tidak terlalu bersimpati meski mengakui tinju juga merupakan bisnis yang membuat setiap petarung harus mempertimbangkan langkah karir nya.
“Sebagai juara dunia, Anda memang harus menghadapi petinju terbaik, sampai hari ini, saya tidak pernah menghindari petinju mana pun, jadi..kenapa saya harus mulai melakukan nya sekarang? saya sudah membuktikannya berkali-kali, bahkan ketika saya tidak di unggulkan dan banyak orang meremehkan saya tapi tetap keluar sebagai pemenang, saya akan terus melakukan hal yang sama kata Dalton di ProBox TV.”
Masalah seperti bukan hal tabu, ada juara yang memilih melepas gelar karena tak mencapai kesepakatan, ada pula yang ingin mengambil pertarungan lain yang dinilai lebih menguntungkan secara finansial, Smith memahami bahwa keputusan semacam itu kadang punya pertimbangan bisnis, dia hanya tidak ingin menjadikan alasan tersebut cara untuk terus menghindari lawan berbahaya.
Gelar WBC yang kini berada di tangan nya di dapat setelah menghentikan Subriel Matias pada Januari lalu di New York, kemenangan itu mengantarkan nya menjadi juara dunia setelah datang sebagai underdog justru membawa pulang sabuk yang di impikan nya selama ini.
Dalam sebuah pertarungan, Smith tidak menganggap lawan nya mudah di kalahkan, setiap naik ring harus siap 12 ronde, menguras tenaga sampai kemenangan di depan mata, dia selalu mempersiapkan diri dari versi terbaik dari siapapun yang berada di depan nya.
Alberto Puello dulu sudah pernah memegang gelar ini sebelum di rampas oleh Subriel Matias, dia gagal mempertahankan nya setelah di nyatakan kalah lewat majoriti decision pada Juli tahun 2025.
Sang mantan juara ini datang ke Inggris untuk kembali merebut tahta nya dan jelas bukan di tempatkan sebagai favorit, tapi jangan sampai di remehkan karena tercatat sudah 5 petinju tak terkalahkan dia rusak walaupun semua nya bukan level atas, hanya satu yang paling terkenal yaitu Gary Antuanne Russell dalam perebutan WBC interim kosong pada 15 Juni 2024.
Puello mendominasi selama 12 ronde penuh di MGM grand garden Arena dan di nyatakan menang angka tipis, pertarungan terakhir nya berlangsung di negara nya sendiri melawan Miguel Angel Bolano yang di hentikan lewat TKO ronde ke 4.












