Oscar De La Hoya tidak menyembunyikan ketidaksukaan nya kepada Dana White, dia kembali mengkritik keras dengan cara Zuffa masuk ke dunia tinju dan kemungkinan perusahaan itu membawa model monopoli seperti yang selama ini di terapkan UFC.
“Pertama-tama, dia tidak pantas berada dalam olahraga ini, fakta bahwa mereka mencoba memonopoli tinju seperti yang mereka lakukan terhadap UFC, itu tidak akan bisa di terima oleh siapa pun,” kata De La Hoya pada Dazn Boxing.
Tinju memiliki sejarah panjang dan tradisi kejuaraan dunia yang tidak bisa begitu saja disingkirkan demi kepentingan sebuah perusahaan dan petinju juga tidak boleh kehilangan hak atas bayaran yang semesti nya mereka terima.
“Anda tidak akan menghapus sejarah olahraga ini, anda tidak akan menghapus gelar-gelar juara dunia yang ingin di perebutkan para petinju, anda juga tidak akan merampas uang yang memang pantas diterima para petinju seperti yang anda lakukan di UFC,”
De La Hoya ingin White tetap mengurus UFC dan tidak ikut menentukan bagaimana tinju harus di jalankan, cukup para promotor yang sudah lama berkecimpung di olahraga ini memahami kebutuhan tinju dan seharus nya bisa bekerja tanpa harus mengikuti cara kerja nya.
“Saya pikir Dana White seharus nya tetap berada di jalurnya sendiri dan melakukan apa yang paling dikuasai nya dalam olahraga tarung yaitu UFC, biarkan kami para promotor yang tahu apa yang kami lakukan menjalankan pekerjaan kami sendiri.”
De La Hoya bahkan tak ragu menyampaikan secara langsung tinju akan lebih baik tanpa Dana White, dia menjelaskan apa yang ingin di capai sebagai promotor, urusan siapa yang menaungi seorang petinju seharus nya tidak menjadi penghalang untuk menggelar pertarungan besar, Golden Boy bisa bekerja sama dengan PBC, Eddie Hearn maupun promotor lain di bawah naungan DAZN demi mempertemukan yang terbaik.
“Apa yang saya tawarkan kepada Golden Boy adalah yang terbaik melawan yang terbaik, sekarang kami bisa bekerja sama dengan PBC, Eddie Hearn, atau promotor mana pun di bawah DAZN untuk mewujudkan pertarungan terbaik, itulah yang sudah saya perjuangkan selama bertahun-tahun,”
Dia juga menyinggung Ryan Garcia, Devin Haney, dan petinju papan atas lain nya ingin melihat mereka menghadapi lawan sepadan bukan terhambat oleh kepentingan promotor.
De La Hoya kemudian menjelaskan kenapa dia masih begitu vokal membela tinju karena telah menjadi bagian hidup nya sejak usia lima tahun jauh sebelum dia menjadi promotor dan meraih medali emas Olimpiade + 10 gelar juara dunia di enam divisi.
Dengan adanya serangan terbaru ini, semakin memperkuat bahwa De La Hoya tetap membenci White meski petarung nya Ryan Garcia sudah bertemu dengan Conor Benn beberapa waktu yang lalu dimana dia tidak hadir sama sekali di acara konferensi pers maupun saat pertandingan.
Selain dia, Eddie Hearn yang memang sudah lama berseteru dengan White juga menyindir Zuffa atas kepergian Shakur Stevenson yang di rekrut nya bulan Juli, lalu minta di lepaskan kemarin setelah lama tak ada jadwal pertandingan, hanya ramai berupa kabar tapi tidak terwujud sampai hengkang.
Sementara De La Hoya memandang kehadiran Dana White sebagai ancaman, Rick Glaser justru yakin Zuffa Boxing bukan proyek yang akan hilang dalam waktu singkat.
Glaser adalah veteran bisnis tinju Amerika yang pernah bekerja sebagai promotor, matchmaker, agen, broker dan konsultan mengatakan bahwa Zuffa di bangun untuk persaingan jangka panjang.
Posisi Zuffa sebagai anak perusahaan TKO Group dan dukungan finansial yang kuat akan memberi perusahaan kemampuan untuk bertahan, Glaser tidak melihat nya usaha yang harus segera menghasilkan kemenangan besar agar bisa terus berjalan meskipun langkah tersebut mendapat penolakan dari sejumlah tokoh.












