Shakur Stevenson akhirnya mendapatkan jalan keluar dari Zuffa Boxing, setelah berbulan bulan menunggu kepastian pertarungan, juara dunia 4 divisi itu mengumumkan bahwa permintaan nya untuk di lepaskan dari perusahaan promosi milik Dana White telah di setujui.
Keputusan ini seperti menjawab pertanyaan yang selama ini ramai di kalangan penggemar, kenapa Shakur belum juga naik ring padahal dia sudah bergabung sejak awal tahun.
Dia menyampaikan kabar tersebut melalui video yang di unggah ke YouTube bahwa permintaan nya untuk meninggalkan Zuffa telah di kabulkan.
“Saya meminta untuk di lepaskan dari Zuffa Boxing dan selama akhir pekan, permintaan saya telah di kabulkan,” kata Shakur.
Shakur juga menjelaskan bahwa keputusan nya bukan di dasari kemarahan pihak tertentu, dia memahami bahwa tinju merupakan bisnis meskipun tetap ingin mendapatkan pertarungan besar yang sesuai dengan ambisi nya.
Ini menjadi penutup dari kerja sama yang bahkan belum sempat menghasilkan satu pertandingan, Shakur menandatangani kontrak dengan Zuffa setelah mengalahkan Teofimo Lopez melalui keputusan angka mutlak pada 31 Januari di Madison Square Garden, kemenangan itu memperkuat posisi nya sehingga Zuffa tertarik meminang nya.
Masalah ini sebenar nya sudah lama menjadi bahan pembicaraan mulai dari apakah Zuffa menyesal merekrut Shakur? siapa lawan nya setelah bergabung? pertanyaan itu ada karena dia membawa harapan dan nama nya punya daya tarik untuk membangun pertarungan besar.
Ternyata mendatangkan petinju ternama tidak semudah membuat lawan langsung tersedia, membutuhkan kesepakatan dari kedua kubu, mulai dari bayaran, kelas, jadwal, sampai gelar yang di pertaruhkan.
Kabar yang paling menyita perhatian belakangan ini adalah rencana pertarungan melawan Devin Haney dalam perebutan WBO, kedua kubu sempat membicarakan duel dengan batas berat 145 pon atau sekitar 65,8 kilogram, tapi kesepakatan itu kandas setelah saling mereka saling tuduh.
Setelah berpisah dari Zuffa, Shakur mengatakan akan mendirikan perusahaan promosi sendiri, bekerja sama dengan promotor lain dan perusahaan layanan streaming untuk mewujudkan pertarungan yang di inginkan nya.
“Saya senang berada di posisi ini untuk memulai perjalanan ini, dan misi saya tetap sama, ingin mendapatkan pertarungan terbesar dan terbaik yang memungkinkan di kelas 135 dan 140 pon,”
Mungkin para penggemar akan ada yang bertanya, apakah Shakur sudah menerima uang sejak menandatangani kontrak? pembayaran baru di lakukan setelah bertarung? setelah meninggalkan Zuffa tanpa satu pertandingan pun, apakah perusahaan itu bisa meminta uang nya kembali?
Penulis akan memberikan sedikit penjelasan sesuai porsi yang kami tahu, kontrak promosi tidak memiliki skema pembayaran yang sama, ada petinju yang memperoleh bonus tanda tangan, mendapatkan jaminan bayaran untuk sejumlah pertandingan dan ada juga yang menerima bayaran berdasarkan kesepakatan untuk setiap pertarungan, ketiga nya perlu di bedakan:
Pertama, bonus tanda tangan, jika kontrak secara khusus menjanjikan uang di muka ketika kesepakatan di tandatangani, petinju bisa menerima pembayaran tanpa harus menunggu pertandingan pertama nya, tapi ketentuan mengenai kapan uang itu di bayarkan, apakah bisa di minta kembali dan dalam kondisi apa kewajiban tersebut berlaku bergantung pada isi kontrak.
Kedua, bayaran per pertandingan, dalam skema ini, petinju memperoleh bayaran sesuai ketentuan kontrak untuk laga yang di jalani nya. Pembayaran biasa nya mengikuti jadwal dan persyaratan yang di sepakati, termasuk ketentuan penyelenggaraan serta aturan komisi tinju yang berwenang, menandatangani kontrak promosi saja belum tentu seluruh bayaran pertandingan langsung cair.
Ketiga, jaminan pendapatan atau uang muka, kontrak bisa memuat jaminan tertentu untuk petinju atau memberikan pembayaran di muka yang nantinya diperhitungkan terhadap pendapatan berikut nya, apakah uang tersebut menjadi hak petinju seutuh nya atau harus di perhitungkan kembali jika kerja sama berakhir bergantung pada bunyi perjanjian nya.
Contoh mengenai beragam nya susunan kontrak dapat di lihat dalam perkara hukum Amerika Serikat Antwun Echols melawan Banner Promotions, dalam perkara itu, yang di bahas mencakup bonus tanda tangan dan komitmen promotor untuk mengatur sejumlah pertandingan, kasus itu menunjukkan bahwa kontrak promosi bisa mengatur pembayaran di muka sekaligus kewajiban penyelenggaraan laga, namun itu bukan bukti bahwa kontrak Shakur memiliki ketentuan serupa.
Apakah Shakur harus mengembalikan uang kepada Zuffa?
Ini yang paling sulit di jawab tanpa melihat dokumen kontrak nya, sejumlah laporan menyebut kesepakatan Shakur dengan Zuffa adalah kontrak multi-pertarungan dengan nilai mencapai angka delapan digit dalam dolar AS, tapi nilai yang di beritakan media tidak sama dengan bukti bahwa seluruh uang tersebut sudah di bayarkan kepada Shakur.
Ketentuan finansial lengkap kontrak nya tidak di publikasikan, kita belum mengetahui apakah ada bonus tanda tangan, uang muka, jaminan minimum atau pembayaran lain yang sudah di terima nya sebelum berpisah dari Zuffa.
Kalaupun Shakur telah menerima pembayaran di muka, belum tentu dia wajib mengembalikan nya karena bergantung pada uang itu sendiri, apakah bonus yang tidak dapat ditarik kembali, uang muka yang harus di perhitungkan dengan pendapatan mendatang, atau pembayaran yang di sertai syarat tertentu.
Ada pula kemungkinan kedua pihak menyepakati pembebasan kontrak dengan ketentuan khusus, kesepakatan seperti itu bisa mengatur pelepasan kewajiban, penyelesaian pembayaran atau tuntutan yang masih tersisa di antara mereka.









