Sebastian Fundora harus pontang panting peras keringat untuk mempertahankan gelar juara dunia WBC nya, Ermal Hadribeaj yang datang tanpa status unggulan mampu memberikan perlawanan sengit hingga ronde terakhir sebelum pukulan kiri menghancurkan harapan nya cuma satu detik sebelum bel penutup berbunyi.
Fundora akhir nya menang melalui TKO pada waktu 2 menit 59 detik ronde ke-12 dalam pertarungan di The Chelsea Cosmopolitan of Las Vegas Sabtu malam, hasil ini menjadi pertahanan gelar ke 4 bagi petinju jangkung itu termasuk dengan Keith Thurman.
Semua pengamat mengunggulkan Fundora, dia memasuki pertandingan dengan rekor 24 kemenangan, 1 kalah dan satu hasil imbang, 16 kemenangan KO sebelum duel ini, tapi Hadribeaj memperlihatkan bahwa bukan orang yang bisa di singkirkan begitu saja.
Hadribeaj memahami bahwa bertarung dari jarak jauh hanya akan memberi Fundora kesempatan memanfaatkan tinggi badan dan jangkauan tangan nya, dia memakai strategi merendahkan posisi tubuh, merangsek masuk lalu memaksa pertarungan berlangsung sedekat mungkin.
Trik itu membuat Fundora tidak bisa terus mengandalkan keunggulan fisik nya Hadribeaj berulang kali mendaratkan pukulan tunggal keras meskipun Fundora mampu membalas dengan pukulan pendek dan uppercut.
Fundora mengguncang Hadribeaj dengan pukulan kiri panjang pada ronde ke 2, namun penantang asal Albania itu mampu pulih dan kembali memberikan tekanan, dia yang terlalu agresif memaksa Thomas Taylor mengurangi satu poin pada ronde ke 3 akibat pelanggaran holding.
Hukuman itu tidak langsung membuat Hadribeaj kehilangan keberanian, tetap berusaha merapat dan mengganggu sang juara hilang konsentrasi, pertarungan terus berlangsung kompetitif hingga ronde tengah dengan Fundora perlahan menemukan cara untuk menghasilkan serangan tanpa harus selalu menjaga jarak.
Perubahan terjadi ketika Fundora semakin sering menyerang tubuh lawan nya dengan mengarahkan pukulan ke bagian bawahbsambil menjaga volume serangan nya tetap tinggi, Hadribeaj awal nya mampu memanfaatkan untuk membatasi ruang gerak nya, namun saat sang juara mulai menemukan peluang melancarkan pukulan pendek strategi nya tidak lagi cukup untuk menghentikan aliran serangan.
Hadribeaj pun semakin sering memegang, wasit kembali mengurangi satu poin lagi pada ronde ke-11, sementara Fundora konsisten dalam menghasilkan serangan.
Memasuki ronde terakhir, Hadribeaj membutuhkan sesuatu yang luar biasa untuk mengubah jalan nya pertandingan, dia sudah bertahan sampai sejauh itu, tetapi tekanan yang terus di berikan Fundora membuat peluang nya semakin menipis.
Di sinilah hasil pertarungan berubah secara dramatis, Fundora tetap menekan pada ronde ke-12 dan akhir nya menemukan celah untuk mendaratkan pukulan kiri yang menjatuhkan Hadribeaj.
Waktu nya menunjukkan hanya satu detik tersisa sebelum ronde berakhir, tetapi Hadribeaj tidak mampu melanjutkan pertarungan, hasil ini mengingatkan kita pada duel jadul antara Julio Cesar Chavez melawan Meldrick Taylor pada tahun 1990, Ermal bisa bangkit sambil sempoyongan dan Taylor juga berdiri tapi Richard Steele melihat bahaya sehingga hanya tersisa 2 detik duel di hentikan yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan.
Pendapat penulis, Hadribeaj layak mendapat pengakuan karena mampu menyulitkan juara dunia yang sangat di unggulkan, perlawanan panjang nya menunjukkan bahwa Fundora tidak bisa hanya mengandalkan postur tubuh untuk menguasai pertandingan.
Tetapi tinju tidak di tentukan oleh berapa lama seorang mampu bertahan, satu pukulan pada momen yang salah dapat menghapus seluruh kerja keras selama hampir 12 ronde, Hadribeaj mungkin hanya berjarak satu detik dari bel akhir tetapi Fundora yang berhasil menemukan pukulan penentu ketika kesempatan terakhir datang.
Sebelum mereka menggebrak ring, partai pendukung sudah lebih dulu membasahi lantai kanvas dengan pertarungan berakhir lewat angka untuk mantan juara WBA Armando Resendiz vs Mazoudier, kemudian petinju muda Marco Romero kembali mencetak KO lawan hanya di putaran pertama.









