Headline

Sebastian Fundora Bilang Haney dan Shakur Takut Kalah

Fundora sebut Haney dan Shakur takut kalah

Sebastian Fundora punya pandangan tersendiri mengenai gagal nya pertarungan Devin Haney melawan Shakur Stevenson, juara dunia WBC menengah ringan itu menilai masalah mereka bukan lagi soal uang tapi kekhawatiran menghadapi resiko kekalahan.

Haney dan Shakur sebelum nya saling menyalahkan setelah negosiasi mereka kandas, perdebatan mengenai batas berat badan dan klausul rehidrasi membuat rencana duel berakhir tanpa kesepakatan, Fundora ikut bersuara dengan kegagalan itu mempertanyakan apakah kedua petinju memang bersedia mengambil pertarungan yang mengancam posisi mereka.

“Orang-orang tidak ingin kalah, mereka tidak ingin kalah, tidak ada yang ingin kalah itu hal yang normal, namun ini pertarungan yang bagus, saya tidak bisa mengatakan bahwa masalah nya adalah uang karena kedua nya akan di bayar dengan baik, mereka mendapat dukungan besar dari pihak Arab Saudi juga Turki Alalshikh dan orang-orang di balik proyek tersebut, ini pertarungan besar.tetapi apakah mereka ingin mengambil risiko kalah? menurut saya..itulah persoalan yang lebih besar sekarang,” kata Fundora dalam wawancara dengan Ken Collins.

Fundora kemudian memberikan penilaian yang lebih dalam dengan tidak melihat keengganan yang sama dari pihak Haney, tetapi merasa Shakur lebih menunjukkan tanda tidak ingin mengambil resiko tersebut, pemikiran nya bisa saja keliru namun kegagalan negosiasi ini mulai bisa di baca tentang keberanian mengambil tantangan bukan perbedaan syarat kontrak.

Hasil pertandingan besar seperti ini juga dapat mempengaruhi posisi seorang petinju di mata publik, kekalahan dari lawan sekelas Haney atau Shakur belum tentu menghancurkan karir biarpun bisa mengubah cara penggemar memandang kemampuan juga status mereka.

“Ini pertarungan kelas tinggi, memang bukan perebutan gelar juara tak terbantahkan tetapi tetap merupakan duel besar, kekalahan seperti itu bisa membuat posisi mereka turun namun tidak sampai ke titik yang terlalu ekstrem, mereka tidak akan lagi dipandang sebagai petinju yang sama seperti sebelum memasuki pertarungan tersebut,”

Komentar Fundora hampir bersamaan setelah Liam Paro lebih dulu menyebut negosiasi Haney vs Shakur memalukan, juara IBF itu menilai selalu ada masalah yang menghalangi kedua petinju mencapai kesepakatan karena tuntutan berat badan yang di perdebatkan, terutama keinginan Shakur untuk naik ke kelas welter dan menghadapi Haney pada batas 147 pon.

Kritik Paro memiliki konteks tersendiri karena negosiasi nya dengan Haney untuk pertarungan unifikasi juga berakhir tanpa hasil, bayaran ikut menjadi sorotan setelah beredar laporan bahwa tim Paro meminta sekitar 2,5 juta dolar Australia, tak lama dia membantah sengaja mematok harga terlalu tinggi tetapi tidak membeberkan angka yang di bahas dalam negosiasi tersebut.

Kandas nya duel Haney–Shakur sekarang mendapat kritikan dari dua petinju dengan sudut pandang berbeda, mungkin nanti akan ada lagi ikut nimbrung karena duel mereka memang sudah lama harapan bertemu untuk menentukan siapa paling terbaik di antara kedua nya.

Shakur sendiri sudah mengincar comeback pada Januari di tempat kelahiran nya namun lawan nya belum di umumkan secara resmi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top