Mayoritas analis menjagokan Daniel Dubois untuk kembali mengalahkan Fabio Wardley dalam duel ulang perebutan gelar kelas berat WBO pada 17 Oktober 2026 di The O2 London, namun penulis memegang mantan juara itu untuk membalas kekalahan dan merebut kembali gelar juara dunia.
Pertemuan pertama memang berakhir dengan kemenangan Dubois, setelah dua kali menjatuhkan, Wardley gagal mempertahankan keunggulan akhir nya di hentikan wasit pada ronde ke-11 setelah menerima rentetan pukulan yang membuat wajah nya penuh darah dan luka.
Hasil itu menjadi dasar bagi banyak pengamat untuk kembali memilih Dubois, tapi penulis melihat ada sisi lain dari pertarungan pertama yang tidak boleh di coret, Wardley mampu menganvaskan nya sedangkan dia sendiri tidak pernah terjatuh meski harus menerima serangan bertubi tubi hingga laga di hentikan.
Mantan juara dunia Carl Froch termasuk di antara mereka yang memilih Dubois, dalam analisis nya sang juara akan memasuki pertarungan dengan kepercayaan diri lebih tinggi setelah berhasil bangkit dari dua knockdown dan mendominasi bagian akhir pertemuan pertama, kondisi fisik dan mental nya akan dia bawa kembali meraih kemenangan melalui penghentian wasit.
Derek Chisora bahkan memperkirakan pertandingan kedua bisa berakhir lebih cepat, Wardley harus mengubah cara main nya secara menyeluruh apabila ingin menyulitkan Dubois.
Johnny Nelson dan Spencer Oliver turut menempatkan nya sebagai pilihan mereka, Nelson menilai Dubois mempunyai kemampuan untuk kembali meningkatkan performa nya, sedangkan Oliver memperkirakan pertarungan kedua akan berjalan lebih tenang bagi Dubois setelah dia menemukan cara mengatasi Wardley pada laga pertama.
Agit Kabayel juga cenderung memilih Dubois tetapi dia memberikan catatan, menurut juara kelas berat WBC itu Wardley masih memiliki peluang menang jika mampu memperbaiki penggunaan jab dan tidak hanya mengandalkan pukulan kanan, perbedaan pendapat itu sudah jelas bahwa mayoritas para pengamat melihat kemampuan Dubois menyesuaikan diri di tengah pertarungan.
Kenapa Penulis Memilih Fabio Wardley?
Penulis tidak meragukan kemampuan Dubois, dia memiliki pukulan keras dan rasa pantang menyerah dengan bangkit setelah mengalami knockdown, tapi dua kali tertunduk itu menjadi alasan kenapa ketahanan nya masih rapuh ketika menghadapi pukulan berat.
Ini mengingatkan Dubois pada Anthony Joshua, keduanya memiliki kemampuan menyerang yang berbahaya, tetapi masih ada kerentanan ketika menerima pukulan keras, mereka bukan petinju dengan kuda kuda yang kokoh, bisa kehilangan kestabilan dan terjatuh ketika lawan berhasil menemukan sasaran.
Sedangkan Wardley menunjukkan ketahanan yang patut di perhitungkan pada pertemuan pertama, dia memang menerima banyak pukulan hingga wajah nya rusak namun tidak terjatuh sebelum wasit menghentikan pertandingan.
Perbedaan ini menjadi salah satu alasan utama memilih Wardley, tapi dia harus memperbaiki pertahanan dan tidak membiarkan Dubois menguasai pertukaran pukulan terlalu lama, penulis prediksi akan merebut kembali gelar nya.
Penulis memperkirakan Wardley akan memanfaatkan pukulan kanan sejak awal, tetapi kali ini dia perlu lebih cermat dalam memilih momen menyerang, tidak harus mendominasi setiap ronde untuk menang, sebagai petinju kelas berat dengan daya pukul berbahaya hanya perlu menemukan sasaran yang tepat ketika Dubois kehilangan fokus, dengan begitu dia akan menang KO sesuai janji nya sendiri untuk menyelesaikan tugas nya dengan cepat.









