Headline

Fabio Wardley: “Kekalahan Dari Dubois Bukan Akhir Segalanya”

Fabio Wardley siap tebus kekalahanya

Kekalahan dari Daniel Dubois bukan akhir dari segala nya bagi Fabio Wardley, 2 hari lagi menjelang pertarungan ulang, mantan juara WBO itu merasa tekanan kini berada di pihak sang juara, dia mengakui triple D telah mengalahkan nya tetapi kemenangan itu harus di buktikan sekali lagi.

Perseteruan mereka memang tidak berhenti setelah pertemuan pertama, Dubois pernah meremehkan kekuatan pukulan Wardley dengan menyamakan nya seperti pukulan bayi, tak berhenti di situ dia juga berjanji akan menghentikan nya lebih cepat dalam duel ulang ini, suasana semakin panas saat mereka wawancara dengan Sky Sports di studio, juara WBO itu mengatakan kami bukan teman.

Wardley tidak tinggal diam, sebelum nya menyatakan tak mempermasalahkan status underdog dan bertekad menebus kekalahan nya bahkan sesumbar akan menghentikan Dubois sebelum ronde ke 5, namun untuk mewujudkan janji itu, dia harus lebih dulu membuktikan bahwa telah belajar dari kesalahan yang membuat kemenangan lepas dari genggaman.

Di tengah panas nya perang kata kata ini, mantan juara dunia sekaligus analis tinju Carl Froch justru memprediksi Dubois akan kembali menghentikan nya, bukan karena ragu akan keberanian Wardley tetapi kerusakan yang di alami nya di duel pertama akan menjadi pengaruh besar, dia membandingkan nya dengan pengalaman pribadi nya saat melawan Mikkel Kessler waktu masih aktif bertinju.

Dalam pertemuan pertama, Wardley sempat menjatuhkan Dubois dua kali pada awal pertarungan, situasi itu memberinya alasan untuk percaya bahwa kemenangan berada dalam jangkauan nya, tetapi dia mengakui keberhasilan tersebut membuatnya terlalu percaya diri, sehingga lawan nya memperoleh waktu dan kesempatan untuk bangkit.

Berbincang dengan Fight Wire, Wardley menyinggung 3 kekalahan yang kini tercatat dalam rekam jejak lawan nya termasuk dua kekalahan dari Oleksandr Usyk, dia sendiri melihat kekalahan pertama nya tidak menganggap hasil tersebut sebagai bencana tapi pengalaman yang bisa di jadikan bahan evaluasi sebelum kembali naik ring.

“Ini justru membuat saya lebih leluasa, tidak masalah, saya memang mengalami kekalahan, ada beberapa hal yang tidak berjalan dengan baik dan itu bukan akhir dunia,” kata Wardley.

Ini sejalan dengan sikap Wardley sebelum nya yang tidak keberatan ditempatkan sebagai petinju yang kurang di unggulkan karena merasa masih punya kesempatan membalikkan keadaan, dia mengaku telah mengidentifikasi beberapa hal yang perlu di perbaiki bukan karena kemampuan menjatuhkan Dubois sebab ia sudah melakukannya dua kali.

Yang harus di benahi adalah bagaimana memanfaatkan keunggulan tersebut tanpa kehilangan kendali atas pertarungan, setelah berhasil menjatuhkan lawan nya, Wardley terlalu yakin bahwa bisa menyelesaikan pekerjaan, pada duel ulang nanti dia akan menjaga tekanan, memilih serangan dengan lebih cermat dan tidak menghamburkan tenaga bila lawan belum menunjukkan akan tumbang.

“Ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan, beberapa hal yang perlu kami manfaatkan dengan lebih baik dan setelah itu pertarungan ini menjadi milik kami,”

Selain tentang pertandingan, Wardley mempertanyakan sejumlah komentar Dubois mengenai kekuatan pukulan nya, dia merasa sebagian ucapan itu terdengar di buat-buat atau ada yang mengarahkan terutama saat di sampaikan di depan kamera.

“Terutama ketika kamera mulai merekam, ada beberapa ucapan yang jelas terasa di paksakan, atau setidaknya ada orang yang menyuruhnya mengatakan hal-hal itu,” ujar Wardley.

Sindiran itu memperlihatkan bahwa persaingan mereka bukan hanya berlangsung melalui adu pukulan, tapi Wardley tetap harus membuktikan bahwa dia mampu menghadapi Dubois tanpa bantahan atau duel berakhir di tangan juri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top