Carl Froch tidak menjagokan Fabio Wardley untuk membalas kekalahan nya dari Daniel Dubois karena sudah menerima terlalu banyak kerusakan dalam pertemuan pertama, sementara Dinamite mengakhiri pertarungan dengan tenaga yang masih tersisa.
Wardley punya keberanian untuk kembali menghadapi Dubois, Froch mengakui mantan juara WBO itu petarung tangguh yang memiliki mental kuat, tapi keberanian saja belum cukup ketika tubuh harus kembali menanggung pukulan keras dari lawan yang sama.
Froch melihat dampak fisik yang di alami Wardley dalam duel sebelum nya, dari kerusakan pada hidung, jaringan lunak, kulit, hingga tulang bisa memengaruhi kesiapan seseorang ketika kembali naik ring, belum lagi tekanan psikologis setelah melewati pertarungan saat berada dalam bahaya.
Walau begitu, Wardley bukan petinju yang mudah terguncang oleh pengalaman buruk, Froch melihat dia menikmati pertarungan keras, keraguan nya ada pada kondisi fisik nya bukan pada keberanian untuk kembali bertarung.
Untuk menjelaskan alasan nya, Froch mengingat pengalaman pribadi nya saat menghadapi Mikkel Kessler di Denmark, dia kalah angka dalam pertarungan dan merasa tidak kembali menjadi petinju yang sama setelah nya, meskipun karir nya masih berlanjut dengan sejumlah pertarungan besar.
“Setiap pertarungan selalu mengambil sesuatu dari seorang petinju, saya bisa mengatakan itu berdasarkan pengalaman sendiri, kata Froch di channel youtube nya, “itu menyakitkan baik secara fisik maupun emosional dan saya kalah, pengalaman seperti itu memang memberi tambahan pelajaran, membuat seseorang lebih dewasa dan lebih bijaksana, tetapi secara fisik, setiap pertarungan selalu sedikit mengurangi ketajaman seorang petinju, ada sesuatu yang terkuras dari tubuh nya.”
Pengalaman memang membuat petinju lebih matang dan memahami pertarungan dengan lebih baik, tapi ada sesuatu yang harus di bayar secara fisik, setiap laga keras dapat mengurangi ketajaman, menguras stamina dan perlahan melemahkan kemampuan seorang petinju untuk menerima pukulan.
Itulah yang membuat Froch melihat posisi Dubois lebih menguntungkan, dalam pertarungan pertama Wardley harus melewati banyak momen berat dan menerima kerusakan yang cukup besar.
“Ketika melihat Fabio Wardley, saya menilai dia menerima banyak kerusakan dalam pertarungan pertama, sementara Daniel Dubois justru mengakhiri laga dengan kuat, dia berdiri tegak dan masih terlihat memiliki banyak tenaga,”
Dari perbedaan kondisi itu Froch memperkirakan Dubois akan kembali menang, dia tidak menganggap jurang kemampuan kedua petinju terlalu besar, tetapi menilai keunggulan fisik Dubois setelah pertarungan pertama dapat memberikan pengaruh besar dalam duel ulang.
“Saya merasa Daniel Dubois memiliki keunggulan sekitar 10 persen di bandingkan Wardley, menurut saya keunggulan tersebut sudah cukup untuk menentukan hasil pertarungan,”
Froch memperkirakan Wardley kembali gagal menyelesaikan pertarungan hingga ronde terakhir, Dubois akan datang dengan taktik yang sudah di ketahui, prediksi nya menempatkan dalam posisi sulit, untuk membalikkan keadaan dia harus membuktikan bahwa mampu tampil berbeda dari pertemuan pertama, sekaligus menjawab keraguan mengenai dampak hukuman fisik yang sudah di terima nya.
Terlepas dari prediksi Froch, Wardley dan Dubois sudah saling berjanji akan bertarung tak sampai di tangan juri, mereka sepakat akan menghentikan duel secepat mungkin.









