Agit Kabayel pernah merasakan sendiri bagaimana berhadapan dengan Tyson Fury dan Anthony Joshua dalam sesi sparring, dari dua pengalaman itu, juara dunia kelas berat WBC ini punya satu nama yang di pilih untuk duel besar kedua petinju Inggris yaitu Gypsy King.
Kabayel bertemu Fury di tempat latihan pada 2016 ketika masih muda, 3 tahun berselang, dia mendapat kesempatan berlatih tanding dengan Joshua, jarak waktu itu memberi nya pengalaman berbeda bersama mereka, tetapi yang paling di ingat adalah sparring dengan mantan juara WBC.
Kabayel berbincang dengan Ring Magazine bahwa Fury lebih unggul dalam kemampuan teknis dan membaca pertarungan, walaupun begitu dia tidak merendahkan ancaman Joshua yang memiliki daya pukul istimewa.
“Menurut saya, Fury adalah petinju yang lebih baik dan memiliki IQ tinju lebih tinggi, hanya ada satu petinju di divisi kelas berat yang bisa mengalahkan lawan dengan satu tangan yaitu Anthony Joshua, ini pertarungan yang sangat menarik bagi para penggemar, kalau saya harus memberikan prediksi, Fury akan menang entah melalui angka atau KO, kita lihat saja nanti tetapi pilihan saya adalah Fury.”
Kabayel tidak menyebut Fury akan menang dengan cara tertentu hanya membuka kemungkinan kemenangan melalui keputusan juri maupun knockout, sembari mengakui bahwa satu pukulan Joshua bisa mengubah keadaan.
Perbedaan pengalaman ketika berlatih bersama kedua petinju itu juga menjadi catatan penting bagi Kabayel, saat bertemu Fury, dia masih berusia 24 tahun berada pada tahap awal baru memiliki sekitar 14 kali pertarungan, sedangkan dengan Joshua pada 2019 jam terbang nya sudah bertambah.
Maka nya Kabayel tidak menyamakan kedua sesi latihan tanding itu sama rata, tapi ketika di tanya mana yang paling berat tetap menunjuk Fury.
“Ketika saya sparring dengan Fury, saya masih muda, itu pengalaman yang sangat besar bagi saya, 3 tahun kemudian, saya berlatih dengan Anthony Joshua dan sudah memiliki lebih banyak pengalaman, bagi saya, sparring paling sulit adalah dengan Fury,” ujar Kabayel.
Pengalaman di kamp latihan tentu bukan jaminan bahwa hasil pertarungan resmi akan sama, sarring memiliki tujuan berbeda dari pertandingan sesungguh nya, sementara kondisi, strategi dan tekanan pada malam pertarungan bisa mengubah semua nya tapi pengalaman langsung itu memberi konteks pada penilaian Kabayel.
Agit Kabayel akan mempertahankan gelar untuk pertama kali nya melawan Nelson Hysa pada 28 November 2026, sang penantang yang tidak masuk peringkat ini mendapat kesempatan besar setelah terlibat cekcok di luar ring usai pertarungan.
Fury akan menghadapi Joshua pada 11 Desember di Principality Stadium Cardiff, pertemuan dua mantan juara dunia kelas berat itu telah lama di nantikan penggemar, drama panjang yang mengikuti akhir berakhir.
Untuk harga tiket masuk nya juga gila gilaan, bila di kursi kan ke rupiah yang temahal tembus sekitar 308 juta rupiah itupun laporan yang beredar 500.000 ribu orang sudah mengantri untuk membeli padahal stadion nya di perkirakan berkapasitas 80.000 penonton, sedangkan untuk Kabayel vs Hysa terjual 25,000 dalam rentang 24 jam, kemudian meningkat menjadi 35.000 sehari kemudian menurut laporan snag juara sendiri di chanell pribadi nya.









