Headline

Devin Haney Layak Jadi A-Side, Bradley: Saya Pilih Shakur Menang 

Timothy Bradley nilai Haney layak jadi A-side

Timothy Bradley menilai Devin Haney lebih pantas menempati posisi A-side bila pertarungan melawan Shakur Stevenson terwujud, dia memisahkan dua hal yang kerap menjadi bahan perdebatan menjelang duel besar, siapa yang lebih berhak memegang kendali dalam negosiasi dan yang memiliki peluang lebih besar untuk menang di atas ring.

Haney mempunyai alasan kuat untuk meminta posisi utama dalam promosi, Bradley menilai pencapaian Haney, status nya sebagai juara juga keberanian nya menyuarakan keinginan menghadapi Stevenson menjadi dasar yang cukup untuk menempatkan nya sebagai petinju A-side.

Bradley juga mengingatkan bahwa Haney pernah berada di posisi tersebut ketika menghadapi Vasyl Lomachenko, dalam promosi pertarungan itu, nama nya di tempatkan utama pada poster.

Posisi A-side bukan berarti petinju itu pasti lebih unggul secara teknis, Bradley memberikan pendapat nya ketika beralih ke prediksi pertandingan.

“Kalau saya harus memilih sekarang dan ada yang menodongkan pistol ke kepala untuk menentukan pilihan, saya memilih Shakur Stevenson, saya pikir dia akan menemukan cara untuk mengatasi Haney,” kata Bradley saluran YouTube nya.

Bradley tidak menyamakan urusan bisnis dengan kemampuan bertinju, Haney boleh saja lebih pantas memimpin promosi, tetapi Stevenson akan menemukan jawaban atas tantangan lawan nya.

Nama perusahaan promosi milik Haney belum tentu membuat nya berhak memperoleh bagian lebih besar dari pendapatan pertarungan, di harus terlibat dalam pekerjaan promosi, termasuk menanggung biaya perjalanan, hotel, penjualan tiket dan kebutuhan lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan acara, bila memang mengambil tanggung jawab itu, dia memiliki dasar yang kuat untuk meminta bagian dari pendapatan tambahan seperti pay-per-view dan sponsor.

Untuk masalah berat badan, angka 145 pound yang sempat menjadi bahan pembahasan, dia menyarankan Stevenson agar tidak terlalu memperpanjang negosiasi jika sudah di selesaikan sehingga tidak untuk mencari alasan setelah pertarungan berakhir.

Sebagai pembanding, Bradley menyinggung kemenangan Terence Crawford atas Canelo Alvarez, Bud bersedia naik ke kelas tanpa meminta klausul berat badan khusus, tetapi kemenangan nya tetap tidak menghentikan sebagian orang mencari alasan untuk meragukan hasil nya.

Stevenson sebaik nya menerima tantangan Haney dengan kesepakatan yang jelas kata Bradley, bila pertarungan berlangsung tanpa masalah yang menggantung, hasil nya akan susah di perdebatkan setelah kedua petinju naik ke ring.

Dari fisik, Bradley melihat Haney memiliki keunggulan jangkauan sekitar 4 inci tapi kedua nya relatif sebanding dari segi tinggi badan dan ukuran tubuh, di samping itu duel juga tidak akan berjalan membosankan karena mereka perlu menunjukkan lebih dari permainan jab bila ingin meyakinkan juri, harus berani mengambil adu pukul untuk memenangkan ronde.

Barangkali rekan rekan masih ada yang belum paham tentang A-side, penulis akan menjelaskan sedikit bahwa dia memiliki posisi lebih kuat dalam urusan bisnis dan promosi pertarungan, satus ini biasa nya di berikan kepada petinju yang lebih populer, memiliki daya tarik komersial lebih besar, atau di anggap sebagai bintang utama dalam sebuah duel. 

Petinju A-side umum nya mendapat penempatan nama lebih menonjol pada poster, perhatian promosi lebih besar dan bisa memiliki daya tawar lebih kuat saat menegosiasikan bayaran serta persyaratan pertandingan.

Tetapi menjadi A-side bukan berarti petinju pasti lebih hebat atau lebih di unggulkan untuk menang, ini lebih ke nilai komersial dan kekuatan dalam negosiasi bukan penilaian kemampuan di atas ring, duel Devin Haney melawan Shakur Stevenson, Bradley menilai juara WBO itu lebih pantas karena pencapaian dan posisi nya, tetapi dia tetap menjagokan petarung Zuffa itu untuk memenangkan pertarungan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top