Imam Khataev tak membiarkan Padraig McCrory melewati ronde pertama, petinju asal Rusia itu langsung mengakhiri perlawanan lawan nya lewat kemenangan KO pada menit 1:09 di Kanada, hasil tersebut mempertahankan gelar NABF kelas berat ringan dalam partai tambahan perebutan gelar dunia Osleys Iglesias vs Oliver Zaren.
McCrory terjatuh setelah menerima pukulan kiri di samping kepala, dia berusaha merespons tetapi kondisi nya tak memungkinkan untuk kembali berdiri sebelum hitungan wasit berakhir, duel yang semula di jadwalkan berlangsung 10 ronde itu pun selesai sebelum dia berkeringat deras.
Di tidak mendapat cukup waktu untuk menguji pertahanan Khataev atau memaksa nya dalam pertarungan jarak panjang, penyelesaian cepat ini kembali memperlihatkan senjata utama yang membuatnya berbahaya di kelas 175 pound, daya pukul yang mampu mengakhiri laga hanya dengan satu serangan.
Kemenangan nya memperbaiki catatan Khataev menjadi 13 kemenangan dan 1 kekalahan dengan 12 di antara nya di raih melalui KO, saat ini mengantongi tiga kesuksesan beruntun sejak mengalami kekalahan angka terbelah dari David Morrell pada Juli 2025.
Rangkaian kemenangan menjaga Khataev tetap bergerak, tetapi lawan yang di hadapi nya belum memberi tekanan lengkap mengenai sejauh mana dia berkembang sejak kekalahan itu, dengan berakhir nya terlalu cepat belum bisa di katakan mampu untuk menguji kemampuan bertahan atau mengubah strategi ketika serangan awal tidak langsung membuahkan hasil.
Sementara itu McCrory datang ke Kanada setelah sempat mengumumkan perpisahan dari tinju, pada Juni dia menang atas Ondrej Budera dalam laga yang di promosikan sebagai pertarungan terakhir nya, namun kesempatan memperebutkan gelar NABF membuat petinju berusia 38 tahun itu kembali naik ring tetapi harus memikirkan ulang apakah dia akan pensiun total dan tidak menoleh lagi ke belakang.
Kekalahan ini menjadikan rekor profesional McCrory menjadi 20 kemenangan dan 3 kekalahan dengan 10 kemenangan KO, dia datang dari pihak yang tidak di unggulkan, tetapi hasil akhir nya tetap menunjukkan betapa berat tugas yang menanti nya saat berhadapan dengan petinju yang memiliki kekuatan seperti Khataev.
Mempertahankan gelar NABF bagi Khataev hanyalah satu bagian dari perjalanan, dia pernah merasakan bagaimana berat nya menerima kekalahan dan kemenangan singkat seperti ini belum cukup untuk menjawab apakah dia siap kembali bersaing dengan nama elite, tantangan yang lebih berarti adalah menghadapi lawan yang mampu melewati tekanan pada ronde awal lalu memaksa nya menunjukkan lebih banyak variasi dalam permainan nya.
Langkah selanjut nya akan menentukan apakah dia hanya menjadi pemukul keras yang berbahaya di partai tambahan atau mampu menggunakan kekuatan itu untuk menembus persaingan di level dunia, setelah duel ini giliran petinju muda Wilkens Mathieu menang atas Vladimir Shishkin, sabuk NBAF nya aman tapi skor terlalu tipis sehingga menimbulkan kontroversi dari kalangan penggemar.









