Fabio Wardley tidak keberatan di jadikan underdog menjelang duel ulang melawan Daniel Dubois, setelah kehilangan rekor tak terkalahkan nya pada pertemuan pertama, posisi nya saat ini merasa kembali ke jaman dulu sebelum menjadi juara dunia.
Sebelum menghadapi Dubois, Wardley terbiasa masuk ring dengan status yang tak di unggulkan, semua berubah setelah menghajar sejumlah lawan termausk David Adeleye yang awal nya di prediksi bisa menghentikan nya, sekarang dia tidak terganggu dengan orang berkata akan kembali kalah, bahkan menganggap tekanan itu justru mengingatkan nya pada posisi yang sudah lama menjadi bagian dari perjalanan nya.
“Setelah pertarungan itu, narasi nya kembali ke tempat yang sebenar nya membuat saya merasa lebih nyaman, yaitu sebagai underdog, saya adalah orang yang di anggap akan kalah dan ini di anggap sebagai langkah yang terlalu jauh, itu adalah narasi lama yang mengikuti saya sepanjang karir, mungkin sampai sebelum pertarungan melawan Daniel, kemudian semua nya berubah, tiba-tiba semua orang berkata bahwa saya akan menang, akan memenangkan semua nya, sekarang saya kalah dan semua nya kembali berbalik, orang-orang mengatakan saya akan kalah lagi, ini akan lebih buruk dari pada pertarungan pertama dan sebagai nya, dari situ saya justru berpikir, ‘Nah, ini dia..rasanya nyaman, seperti inilah tempat saya seharus nya berada dan saya merasa lebih nyaman di sini.”
Kekalahan dari Dubois juga menjadi pengalaman baru bagi nya, karena itu Wardley membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan bahwa rekor nya berakhir.
Setelah melewati nya, Wardley melihat kembali pertarungan itu sehingga kekalahan nya bisa di terima selama dia sudah menjalani persiapan dengan serius dan memberikan kemampuan terbaik di atas ring.
Saat ini Wardley menjalani kamp yang paling berat, dia mengatakan telah melakukan perubahan dan penyesuaian setelah mempelajari pertarungan pertama, tidak hanya satu aspek yang ingin di perbaiki tetapi semua nya dari hal yang paling kecil dan tidak sungkan mengakui bahwa waktu itu terlalu terpaku setelah menjatuhkan Dubois.
“Saya pikir pada pertarungan pertama saya terlalu berpikiran tunggal, saya seperti hanya bergerak dalam satu garis secara mental juga demikian, saya tidak menyimpang dari tujuan yang sudah saya tetapkan yaitu menjatuhkan nya, tidak ada ruang untuk berpikir rasional, mengambil waktu sebentar, mundur, mengurangi tekanan atau menilai kembali keadaan, saya hanya menunduk dan terus maju, terus bekerja, terus memaksa diri dan jelas itu tidak berakhir dengan cara yang benar, kali ini saya pikir akan sedikit lebih rileks.”
Wardley juga tidak menganggap Dubois akan menjadi petarung yang sama seperti pada pertemuan pertama, rematch ini tidak bisa di perlakukan hanya seperti pengulangan, apalagi dia sudah berjanji akan menghentikan nya lebih cepat.
Tantangan Wardley bukan hanya mengulangi performa bagus dari ronde awal tapi harus mampu menyesuaikan diri ketika situasi berubah, tidak kembali terjebak dalam satu tujuan.









