Headline

Foster Pilih Shakur atas Russell Meski Pernah Saling Tantang

Foster oilih Shakur atas Gary

Perseteruan O’Shaquie Foster dengan Shakur Stevenson ternyata tidak menghalangi nya untuk memberikan penilaian ketika nama Shakur kini di kabarkan melawan Gary Antuanne Russell, dia menjagokan Shakur untuk memenangkan pertarungan apabila duel tersebut terwujud.

Shakur dan Foster pernah berada dalam satu lingkungan latihan dan menjalani sesi sparring beberapa tahun lalu, hubungan mereka kemudian berubah menjadi rivalitas, terutama setelah juara WBC ini semakin gencar mengejar pertarungan.

Setelah Foster mengalahkan Raymond Ford pada Mei lalu, kedua nya terlibat adu mulut ketika Shakur hadir di sisi ring, dia kemudian terus menyuarakan keinginan nya menghadapi nya.

Dalam sejumlah kesempatan, dia menuding Shakur tidak menginginkan pertarungan tersebut, namun sekarang berbeda, juara 4 divisi itu sudah bergabung dengan Zuffa Boxing sementara Foster tetap menjalankan karir nya di kelas 130 pound dan akan bersiap menghadapi Emanuel Navarrete dalam pertarungan unifikasi.

Di tengah rivalitas yang belum hilang itu, Foster memberikan keunggulan kepada Shakur ketika di tanya mengenai kemungkinan menghadapi Russell, dasar nya adalah pengalaman langsung melihat kedua petinju tersebut bekerja di sasana.

“Antuanne kaku, dia sangat kaku, dia memang punya kemampuan, sudah lama berada dalam dunia ini, orang-orangnya juga memahami tinju, terutama saudara-saudara dan lain nya, saya pikir Shakur pasti mengalahkanbm nya, saya sering melihat mereka sparring meskipun itu sudah lama sekali, gaya mereka tidak berbeda, mereka berdua masih bertarung dengan cara yang sama seperti ketika mereka sparring dulu.”

Komentar itu datang ketika nama Russell sedang ramai menjadi satu kandidat lawan Shakur, beberapa hari sebelum nya Timothy Bradley bahkan sempat menuduh Russell menghindari pertarungan setelah ada kabar mengenai tawaran sebesar 2 juta dolar AS.

Tetapi tuduhan itu di bantah keras oleh Russell sendiri, dia dan tim nya memang sedang mendorong agar duel ini terjadi namun tidak ada 2 juta dolar seperti yang di sebutkan Bradley, angka tersebut tidak pernah di tawarkan kepadanya. 

Setelah mendapatkan klarifikasi itu Timothy Bradley menarik kembali tuduhan nya mengenai Russell yang katanya menghindari Shakur tapi tidak meminta maaf karena angka 2 juta memang dia dengar langsung dari pihak Zuffa.

Sekarang bukan lagi tuduhan bahwa Russell takut menghadapi Shakur sebab pembicaraan mengenai pertarungan memang ada tetapi urusan finansial dan kesepakatan kedua pihak belum selesai, perkembangan terbaru menunjukkan kedua kubu masih berusaha mencari jalan untuk mewujudkan duel.

Di tengah semua itu, Foster memberikan penilaian nya berdasarkan apa yang pernah dia lihat sendiri, Russell memiliki kemampuan dan kecepatan tangan yang berbahaya tetapi gaya bertarung nya bisa memberikan keuntungan bagi Shakur karena terlalu mudah di baca ketika ingin masuk ke jarak pukul.

Russell harus mampu mendekati Shakur tanpa memberikan tanda yang jelas mengenai kapan dan dari mana serangan susulan akan datang, bila masuk nya mudah di tebak maka bahaya mengintai karena dia memiliki keuletanbuntuk mengatur timing, mengubah posisi lalu membuat lawan kembali mengejar yang sudah di tutup sebelum nya.

Menurut penilaian Foster, Russell membutuhkan variasi ketika memberikan tekanan lewat gerakan tipuan, perubahan tempo, serta serangan ke body yang bisa membuat Shakur lebih sulit membaca serangan, bila hanya melepaskan lebih banyak pukulan tidak bisa menyelesaikan masalah apabila dia kebingungan menemukan sasaran yang tepat.

Kombinasi yang berkelanjutan juga akan lebih berguna di bandingkan mengejar Shakur dan menyerang satu per satu, dia harus mampu mempertahankan tekanan setelah berhasil masuk agar Shakur tidak selalu mempunyai kesempatan untuk keluar dari jangkauan dan memulai kembali pertukaran dari posisi yang menguntungkan.

Tetapi Foster sendiri mengakui bahwa dasar pengamatan nya berasal dari sesi sparring yang sudah berlangsung bertahun-tahun lalu, pengalaman itu memang memberi nya gambaran mengenai gaya kedua petinju, tetapi tidak bisa di anggap sebagai kepastian bahwa pertarungan profesional mereka akan berjalan dengan pola yang sama.

Sementara itu, masa depan Shakur bersama promotor Dana White memang sedang mengarah kepada pertarungan besar, sejak bergabung pada Juli lalu belum pernah ada jadwal kapan naik ring, padahal mereka semakin aktif menggelar acara, terakhir pada 26 September kemarin yang di pimpin oleh Fisher melawan Pirotton.

Tak lama lagi di awal November akan ada lagi Zuffa Boxing 12 dengan beberapa susunan sementara sudah di siapkan tetapi nama Shakur masih menjadi misteri dengan siapa dia akan bertarung, pertanyaaan itu wajar karena mendatangkan petinju tak terkalahkan dengan segudang prestasi jelas tidak murah.

Bila Zuffa hanya ingin cepat melihat Shakur bertarung seharus nya tidak sulit karena di sana sudah ada Jose Valenzuela yang lebih dulu merapat, bahkan mereka sudah saling sindir dan tantang di media sosial X, balik lagi ke strategi perusahaan kenapa sampai sekarang belum ada kepastian kapan dia akan bertarung.

Kemungkinan besar nya masih mencari lawan yang betul-betul sepadan dengan harga yang sudah di keluarkan agar cepat balik modal, bila melihat dari bisnis memang rugi karena belum menghasilkan penjualan tiket, namun mereka tentu sudah paham apa yang harus di kerjakan ke depan nya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top