Tyson Fury dan Anthony Joshua akhir nya duduk berdampingan dalam 1 panggung yang selama bertahun-tahun hanya menjadi wacana, dalam konferensi pers peluncuran duel mereka, kedua nya langsung memperlihatkan gambaran mengenai bagaimana pertarungan besar ini akan di jalankan.
Fury datang dengan janji yang sangat jelas, tidak ingin menghadapi Joshua dengan hati hati justru mengaku siap bertukar pukulan mencari penyelesaian sejak pertarungan berlangsung.
Sedangkan Joshua memberikan respons dari kondisi fisik, harus berada dalam kondisi yang mampu bertarung selama 15 ronde, ucapan nya bukan berarti akan seperti jaman dulu karena pertarungan saat ini tetap memiliki batas yang di tentukan, maksud nya lebih kepada tuntutan agar memiliki cadangan tenaga ketika pertarungan memasuki kondisi berat.
“Ada strategi dan ada gairah, saya hanya harus berada dalam kondisi fisik untuk 15 ronde dan melakukan nya dengan cara old school, kata Joshua”.
Joshua menyadari strategi saja tidak selalu cukup ketika pertarungan kelas berat berubah menjadi adu fisik, Fury sendiri tidak berbicara tentang menjaga jarak sepanjang pertarungan atau mengandalkan pergerakan untuk membuat Joshua Ling lung, dia siap maju dan bertukar pukulan.
“Saya tidak akan lari, saya akan bertarung habis-habisan, akan menangkap nya dan ketika saya melakukan nya, semua akan berakhir.”
Pernyataan seperti ini memang menjadi bagian dari promosi pertarungan besar, Fury bukan hanya menjanjikan kemenangan tetapi juga secara terbuka mengatakan bahwa tidak akan lari dan siap bertarung langsung.
Bila Fury memilih bertahan di jarak pukul lalu terlibat dalam pertukaran serangan, Joshua tidak perlu mengejar ke seluruh penjuru ring, jarak yang lebih dekat berarti kedua petinju memiliki lebih banyak kesempatan untuk melepaskan pukulan keras.
Tetapi hal tersebut juga berlaku sebalik nya, Joshua harus waspada jika terlalu terbuka ketika Fury berhasil menemukan timing yang tepat, janji untuk bertukar pukulan tidak berarti pertarungan akan lebih mudah bagi nya.
Joshua memilih menanggapi pertarungan dari sisi persiapan fisik, ada perbedaan antara strategi dan gairah ketika seseorang sudah berada di dalam ring, strategi dapat bekerja ketika tubuh masih mampu menjalankan instruksi namun ketika kelelahan mulai datang, kemampuan untuk mempertahankan rencana pertarungan terkadang berantakan.
Itulah alasan Joshua berbicara mengenai target menjadi petinju yang fit untuk 15 ronde, kondisi seperti itu di butuhkan agar seorang petinju tetap mampu mengambil keputusan ketika pertarungan tidak berjalan sesuai, bisa saja dia memiliki strategi sempurna pada ronde awal tetapi setelah beberapa ronde penuh tekanan, kaki mulai tak lincah, nafas semakin pendek dan reaksi melambat, maka ada energi tambahan yang bisa menyelamatkan.
Dalam kondisi tersebut, kebugaran bukan hanya masalah mampu terus berdiri, kondisi menentukan apakah Joshua masih bisa menggerakkan kaki setelah bertukar pukulan, kembali ke posisi yang aman lalu mempertahankan bentuk pertahanan dan menjalankan keputusan berikut nya tanpa kehilangan konsentrasi, ucapan nya mengenai 15 ronde memiliki makna lebih luas dari pada sedang berlatih keras.
Dari Tyson Fury mungkin akan memenuhi ucapan nya untuk maju dan bertukar pukulan, tetapi konferensi pers tidak bisa menjadi jaminan bahwa seluruh rencana tersebut akan di terapkan sama persis saat di atas ring, dia memang memiliki kemampuan menggunakan jab, feint dan perubahan jarak juga bisa membuat lawan bereaksi terlebih dahulu sebelum melepaskan serangan.
Untuk menangkap Joshua, Fury tetap harus menciptakan situasi yang memungkinkan pukulan nya masuk dengan telak, bergerak maju saja tidak cukup dia membutuhkan timing, jarak dan posisi yang tepat.
Begitu juga dengan Joshua, bila Fury masuk ke jarak pukul dia harus mampu memanfaatkan kesempatan dengan sekali menghindar lalu serang dengan kombinasi cepat agar mundur ke tali, hal lain yang tidak boleh di lupakan adalah perbedaan antara melukai lawan dan menyelesaikan pertarungan.
Fury bisa saja menemukan pukulan yang membuat Joshua kesulitan tapi setelah itu masih ada keputusan yang harus dibuat, apakah langsung menekan, mengontrol atau menunggu kesempatan berikut nya, mengejar KO setelah lawan terluka juga dapat menciptakan resiko baru jika serangan di lakukan tanpa pertahanan yang cukup, karena itu janji untuk mengakhiri pertarungan terdengar spektakuler ketika di sampaikan di depan mikrofon, pelaksanaan nya di dalam ring jauh lebih kompleks.









