Tenshin Nasukawa akhir nya menemukan momen yang selama ini di tunggu-tunggu, di ronde ke 7 mantan kickboxer Jepang itu berhasil menjatuhkan Takuma Inoue dengan pukulan tangan kiri nya, Toyota Arena Tokyo mendadak berubah riuh, di duel rematch ini saudara Naoya itu berada dalam posisi terancam.
Satu knockdown itu ternyata belum cukup untuk mengubah hasil akhir, Takuma Inoue tetap keluar sebagai pemenang melalui keputusan angka mutlak setelah 12 ronde, dua juri memberikan 116-111 sementara satu juri memberi skor 114-113.
Inoue kini memiliki rekor 23-2 dengan 5kemenangan KO, sedangkan Nasukawa menjadi 8-2 dengan tiga KO.
Sebelum knockdown tersebut terjadi, Nasukawa masih terlihat kesulitan menemukan cara untuk mengendalikan pertarungan karena Takuma lebih cepat mengambil posisi lalu mengganggu nya dengan jab serta straight kanan.
Juara dunia WBC kelas bantam itu tidak perlu bertarung grusah grusuh hanya menjaga jarak, memilih pukulan dengan lebih terarah dan terus mengumpulkan ronde, sementara Nasukawa seperti terlambat masuk ke dalam pertarungan, dia memang sudah berjanji akan tampil lebih ganas di banding pertemuan pertama tetapi selama enam ronde awal tekanan tersebut belum terlihat.
Semua nya berjingkrak pada ronde ke 7, satu pukulan mengubah suasana pertarungan, Nasukawa menjatuhkan Takuma sejak saat itu yang sebelumnya terlihat cukup terkendali menjadi duel yang menegangkan.
Nasukawa mulai maju dengan tekanan yang lebih keras, tangan kirinya beberapa kali menemukan arah tembakan membuat Takuma tidak lagi bisa mengandalkan kontrol seperti pada paruh pertama, kali ini sang juara harus total bertarung untuk mempertahankan keunggulan nya.
Hanya saja kebangkitan itu datang terlambat, setelah sempat jatuh Takuma mampu mengembalikan konsentrasi nya, Nasukawa tetap memberikan tekanan tetapi dia tidak mampu mengubah knockdown menjadi serangkaian serangan yang membuat lawan kehilangan tenaga.
Takuma kembali mengumpulkan poin pada ronde-ronde akhir, melakukan cukup banyak hal untuk mencegah Nasukawa membalikkan keadaan, skor 114-113 di lirik karena angka tersebut memperlihatkan bahwa salah satu juri melihat pertarungan lebih ketat dibanding dua juri lain nya, knockdown itu memang memberikan tambahan besar dalam perebutan ronde tetapi enam ronde pertama yang di kumpulkan Takuma tetap memiliki nilai yang tak bisa dihapus hanya dengan satu momen besar.
Walau kembali kalah, penampilan Nasukawa kali ini sudah berbeda di banding pertemuan pertama mereka pada November 2025.
Saat itu Nasukawa kalah dengan skor 116-112 dari dua juri dan 117-111 dari juri lainnya, sekarang dia mampu menjatuhkan membuat sang juara harus mati matian sampai bel terakhir.
Kemenangan TKO atas Juan Francisco Estrada pada April lalu juga menunjukkan bahwa Nasukawa memang mengalami perkembangan, pertarungan ini menjadi kesempatan untuk membuktikan apakah bisa diterapkan ketika menghadapi lawan yang sudah pernah mengalahkan nya, dia memang mampu memberikan ancaman yang sebelum nya tidak terlihat namun masih belum cukup konsisten untuk mengambil alih pertarungan sejak awal.
Menurut penulis, kekalahan kedua ini memberikan tanda yang lebih jelas tentang posisi Nasukawa, dia bukan lagi petinju yang hanya mencoba bertahan dari permainan tapi sudah mampu membuat sang juara jatuh dan memaksa nya bertarung keras pada paruh kedua.
Tetapi kalau ingin merebut gelar dari Takuma Nasukawa tidak bisa menunggu sampai ronde ke 7 untuk mulai bertarung dengan intensitas seperti itu, 6 ronde pertama sudah terlalu mahal untuk di berikan kepada seorang juara dunia.
Knockdown memang bisa mengubah suasana arena tapi ketika lawan sudah mengumpulkan terlalu banyak ronde sebelum nya satu hentakan besar belum tentu cukup untuk membalikkan semua nya.









