Jai Opetaia mengambil keputusan besar dengan menerima tantangan Deontay Wilder, juara kelas penjelajah Zuffa Boxing itu akan langsung naik ke kelas berat menghadapi pemukul paling ganas di kartu Tyson Fury vs Anthony Joshua pada 11 Desember 2026.
Dia sedang memasuki wilayah para raksasa yang berbahya, di kelas cruiserweight Opetaia sudah membuktikan kualitas nya, tapi melawan Wilder akan menghadirkan bahaya bagi nya.
Timothy Bradley melihat ada resiko besar di balik keputusan ini, meski mengakui kemampuan teknik petinju Australia itu lebih baik dia tidak yakin Wilder sudah kehilangan senjata utama yakni tangan kanan nya.
Bradley sudah mempelajari rekaman pertarungan Opetaia melawan Noel Mikaelian, menemukan sesuatu yang harus di perhatikan lebih dalam karena beberapa kali mudah sekali terkena pukulan dan sedikit sempoyongan meski tak sampai jatuh.
Kelemahan ini bisa menjadi sangat serius ketika Opetaia berhadapan dengan petinju kelas berat yang memiliki kekuatan seperti Wilder.
“Saya sudah melihat Opetaia lengah atau terkena pukulan kanan telak, dia pernah menerima pukulan keras dari petinju yang lebih kecil maupun petinju di kelas nya sendiri, memang tidak sampai terjatuh mampu bertahan dengan mental yang kuat, tapi dia belum pernah menerima pukulan dari seorang petinju kelas berat, sekarang dia akan masuk kesana dan bukan sembarang petinju” kata Bradley di kanal nya.
Wilder memang tidak lagi muda sudah 41 tahun, 2 kekalahan nya dari Joseph Parker dan TKO atas Zhilei Zhang mulai banyak orang meragukan kemampuan nya.
Bradley pribadi tidak sepakat jika Wilder sudah tamat, seorang petinju bisa kehilangan kecepatan, ketajaman atau kemampuan bergerak seiring bertambah nya usia namun kekuatan pukulan tidak selalu hilang begitu saja.
Wilder mungkin tidak lagi melepaskan pukulan dengan cara yang sama seperti dulu, sekarang lebih banyak menempatkan nya dengan tepat, itu terlihat saat melawan Derek Chisora yang di menangkan nya lewat angka tipis.
“Orang-orang mengatakan Wilder sudah selesai namun senjata terakhir yang biasa nya hilang dari seorang petinju adalah kekuatan pukulan, Wilder mungkin sekarang tidak lagi melepaskan pukulan dengan keyakinan seperti dulu, lebih banyak mencari penempatan yang tepat tetapi pukulan nya tetap berat dan sangat keras, kita sudah melihat tangan kanan nya mampu menyakiti Chisora, saya tidak akan mengesampingkan Wilder, dia hanya membutuhkan satu pukulan, begitu itu masuk membuat lawan nya terluka, naluri menyerang nya bisa langsung mengambil alih,”
Timothy juga tidak meremehkan Opetaia, masih memiliki peluang besar untuk memenangkan pertarungan ini, dari teknik lebih unggul dan kemampuan bergerak masuk keluar dari pertukaran pukulan bisa menyulitkan Wilder.
Hanya saja menghadapi Wilder membutuhkan konsentrasi penuh sepanjang pertandingan, sekali lengah ketika masuk ke jarak pukul bisa berakibat fatal.
Selain itu yang membuat pertarungan ini memiliki tekanan tersendiri bagi Opetaia adalah kemungkinan menjadi bagian dari upaya membangun popularitas nya menuju pertarungan menghadapi David Benavidez.
Nama nya memang sudah memiliki tempat, tapi jika penampilan nya kurang mengesankan, orang bisa mempertanyakan apakah dia siap menghadapi tantangan lebih besar ke depan nya.
Rencana mengenai duel David Benavidez dan Oleksandr Usyk juga ikut singgung, hal pertama yang terlintas di pikiran nya adalah Mexican Mosnter itu bisa mengalahkan si kucing dengan sangat meyakinkan.
Pertarungan 11 Desember nanti akan menjadi ujian yang paling berat dari apa pun yang pernah di hadapinya di cruiserweight, Opetaia memang memiliki keunggulan teknik tetapi Wilder masih membawa pukulan maut nya.
Selama tangan kanan Wilder masih memiliki tenaga, tidak ada lawan yang aman ketika berada di hadapan nya, satu pukulan yang telat di antisipasi Opetaia bisa mengubah malam yang seharus nya menjadi panggung pembuktian menjadi mimpi buruk.

















