Pertandingan Paul Gallen melawan Nelson Asofa Solomona bukan satu satu nya yang menghasilkan cerita besar di TikTok Entertainment Centre Sydney, tiga petinju Australia lain nya, Callum Peters, Ahmad Reda dan Paulo Aokuso juga berhasil membawa pulang kemenangan dalam rangkaian acara yang di promotori No Limit Boxing.
Dari kelas menengah, Callum Peters membuka rangkaian hasil dengan mengalahkan petinju Venezuela Juan Diego Ortiz melalui unanimous decision setelah bertarung selama 10 ronde, kemenangan itu tidak mudah karena Ortiz memberikan perlawanan yang cukup berat sepanjang pertandingan.
Ketiga juri memberikan kemenangan kepada Peters dengan skor 98-92, 97-93 dan 97-93, duel ini salah satu ujian terberat dalam perjalanan profesional petinju berusia 23 tahun itu.
Mantan petinju Olimpiade Australia ini mampu mempertahankan rekor tak terkalahkannya. Penampilan Peters juga mendapat pujian dari Tim Tszyu yang menilai kemampuan bertahannya cukup baik dalam menghadapi tekanan Ortiz.
Berikut nya, Ahmad Reda menyelesaikan perseteruan nya dengan Jake Wyllie melalui kemenangan majority decision dalam pertarungan 10 ronde.
Duel kedua nya memang sudah panas sejak sebelum naik ring, perselisihan semakin meruncing setelah Wyllie melontarkan sindiran mengenai pekerjaan Reda di supermarket milik keluarga nya di Arncliffe Sydney, Reda tidak menerima komentar tersebut dan berulang kali mengancam akan menjatuhkan lawan nya.
Ketegangan juga sempat muncul saat penimbangan berat badan, Wyllie tercatat memiliki berat 63,18 kg, sekitar dua kilogram di atas batas yang di tentukan, meski sempat menimbulkan ketidakpastian, pihak promotor akhir nya memastikan pertandingan tetap berlangsung setelah kedua kubu mencapai kesepakatan.
Reda akhir nya keluar sebagai pemenang setelah melewati 10 ronde, hasil ini sekaligus memberinya kesempatan tampil dalam acara besar berikut nya, promotor No Limit George Rose, mengonfirmasi bahwa Reda akan bertanding di Gold Coast bulan berikut nya dalam rangkaian acara Tim Tszyu melawan Erislandy Lara.
Sementara itu, Paulo Aokuso menjadi petinju yang paling cepat menyelesaikan pekerjaannya setelah kemenangan KO Nelson Asofa Solomona.
Menghadapi Mobin Khahrazeh dari Austria, Aokuso menjatuhkan lawan nya dengan pukulan kiri keras pada ronde kedua, Khahrazeh sempat bangkit dan berusaha melanjutkan pertandingan, tetapi serangan lanjutan membuat sudut nya memutuskan untuk melempar handuk.
Wasit kemudian menghentikan pertandingan dan memberikan kemenangan TKO ronde kedua kepada Aokuso.
Dengan hasil ini mempertahankan rekor tak terkalahkan Aokuso sekaligus memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi 13 pertandingan, dia juga mencatatkan penghentian ke empat sepanjang 2026 dan mempertahankan gelar IBF Inter Continental kelas light heavyweight.
Kabar baik lain nya datang tidak lama setelah pertandingan, George Rose naik ke ring lagi dan mengumumkan bahwa Aokuso akan mendapatkan kesempatan bertanding di Amerika Serikat pada kartu pertandingan Liam Paro melawan Devin Haney di San Francisco pada Desember mendatang.
Aokuso langsung menyambut pengumuman ini dengan antusias dan menyatakan kesediaan nya menerima kesempatan itu.
Dari partai lainnya, pertemuan sesama dari Australia di kelas bantam super Alex Naman melawan Zain Adams berakhir TKO di ronde ke 3, Naman meraih kemenangan penghentian beruntun sejak Juli lalu menambah rekor nya menjadi 11-1-(9 KO).
Blair Geraghty vs Peter Lee bertarung selama 6 ronde penuh, pertemuan sesama tak terkalahkan ini berakhir angka tipis untuk Blair, ketiga juri memberikan skor 55-59 dua kali dan 58-56.
Di kelas ringan super, John Kaena memperpanjang rekor nya menjadi 7-0-(5 KO) setelah menang atas North Beauchamp lewat RTD ronde ke 2, sedangkan Kya Sparks harus menelan kekalahan pertama nya 4-1-(3 KO) melawan Zidane Semedo Tavares dengan angka mutlak.
Yang terakhir, Jayden Fadel petinju tuan rumah melanjutkan rekor nya menjadi 7 kemenangan semua lewat KO setelah menghentikan Rajesh Kumar dari India, lima ronde yang di jadwalkan berakhir hanya 1 detik sebelum wasit melambaikan tangan nya tepat bel akan di tabuh.











