Headline

Sok Keras Nantang Agit Kabayel, Kontrak Datang Hysa Malah Mundur, Takut atau Uang?

Nelson Hysa tantang Agit Kabayel tapi mundur

Nelson Hysa sebelum nya menggebu-gebu sangat berani menantang Agit Kabayel secara langsung di tepi ring, namun ketika kesempatan perebutan gelar WBC datang dan kontrak disebut sudah beres, petinju Albania itu justru memilih mundur, apa yang sebenar nya terjadi?

Promotor Frank Warren mengatakan bahwa Hysa sempat datang ke kantor, membicarakan persyaratan pertarungan melawan Kabayel, kemudian kesepakatan tercapai dan kontrak sudah selesai.

Beberapa hari kemudian, Hysa mengirim pesan bahwa tidak ingin menjalani pertarungan tersebut.

“Dia datang ke kantor, kami menyepakati persyaratan, kontrak dan semua nya sudah selesai, beberapa hari kemudian dia mengirim pesan bahwa dia tidak ingin pertarungan itu, kata Warren.”

Warren mengaku tidak memahami bagaimana seseorang bisa menolak kesempatan perebutan gelar dunia, padahal di luar sana mungkin ratusan petinju lain yang mengantri untuk mendapatkan kesempatan emas seperti ini.

Nelson Hysa ini bukan nama yang tiba tiba muncul dalam perebutan gelar WBC, setelah menghentikan Thomas Narmo pada akhir Agustus, Hysa langsung mencari Kabayel di sekitar ring, dia tidak hanya menyebut nama sang juara dalam wawancara tetapi mendatangi nya dan meminta pertarungan sambil berteriak-teriak akan meng KO bila bertemu di atas ring.

Dia berani mengatakan siap datang ke Jerman untuk merebut sabuk dari tangan Kabayel, saat itu keberanian nya seakan tak ada batu yang yang bisa membuat nya tersandung lalu jatuh, tetapi sekarang melempem seperti roti.

Dan Rafael memasukkan nama Hysa dalam daftar petinju yang baru-baru ini memilih tidak mengambil kesempatan perebutan gelar dunia dengan Kabayel karena memilih pertarungan lain yang menawarkan bayaran lebih besar yang di media sosial X nya.

Kalau memang benar begitu, alasan finansial bisa dipahami dalam bisnis karena petinju profesional tidak hanya bertarung untuk sabuk, harus memikirkan bayaran, resiko cidera, umur karir, kontrak promotor, keluarga dan peluang pertarungan berikut nya.

Kasus Hysa masih menyisakan tanda tanya, sebab usia nya sudah memasuki veteran walaupun belum terkalahkan, dia bukan petinju muda berusia 24 atau 25 tahun yang masih memiliki sepuluh tahun untuk membangun karir.

Bila kesempatan itu sudah berada di depan mata, kontrak sudah selesai, tetapi kemudian ditinggalkan wajar kalau ada yang bertanya apakah benar hanya soal uang atau ada pertimbangan lain yang tidak diketahui publik? atau apakah dia sebenar nya mulai ragu setelah mengetahui bahwa dia harus berhadapan dengan Kabayel yang memang tangguh, sampai sekarang tidak ada bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa Hysa mundur karena takut karena Warren sendiri tidak memberikan alasan pasti mengenai keputusan nya.

Dari sini kita bisa melihat, ada petinju yang bertahun-tahun mengejar ranking, mengikuti eliminator, membayar mahal dengan luka dan kekalahan hanya demi satu kesempatan perebutan gelar.

Bagi sebagian dari mereka, satu malam menghadapi juara dunia bisa menjadi puncak perjalanan yang di bangun sampai muka babak belur dan mungkin rela menerima bayaran lebih kecil dari pada bintang utama, maka ketika seorang petinju sudah berada di depan pintu perebutan gelar kemudian memilih mundur, keputusan tersebut otomatis mengundang tanda tanya.

Kabar mundur nya Hysa ini bukan satu satu nya, Keyshawn Davis sebelum nya menarik diri dari pertarungan wajib melawan juara WBO kelas welter Devin Haney, Top Rank memenangkan purse bid senilai $8,55 juta dan bagian dia sebagai mandatory challenger adalah 25 persen sekitar $2,14 juta.

Selain itu Hamzah Sheeraz memilih mengosongkan gelar WBO kelas menengah super setelah Queensberry memenangkan purse bid untuk pertarungan melawan Janibek Alimkhanuly, nilai bid tersebut $1.001.809, dengan bagian Sheeraz sekitar $751.357, kemudian tidak melanjutkan pertarungan tersebut dan melepaskan sabuk nya.

Dengan pergi nya Hysa dari pertarungan yang sebelumnya dia kejar, Kabayel tetap akan mempertahankan gelar WBC-nya, Warren mengatakan akan menghadapi lawan lain dari jajaran 10 besar dan tetap berencana melakukan pertahanan gelar di Jerman.

Tanggal yang kemudian dilaporkan untuk pertahanan pertama Kabayel adalah 28 November di Rudolf Weber Arena Oberhausen, meski lawan nya masih belum di umumkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top