Headline

Apakah Zuffa Boxing Menyesal Rekrut Shakur Stevenson?

Apakah Zuffa Boxing menyesal rekrut Stevenson

Ketika Zuffa Boxing berhasil mendapatkan tanda tangan Shakur Stevenson, seluruh dunia gempar karena semua sudah tahu akan prestasinya di dalam ring, mungkin ada satu pertanyaan yang mulai memantik untuk dibahas sekarang, apakah mereka menyesal telah merekrut nya?

Pertanyaan ini tentu belum bisa dijawab dengan kata iya sebab tidak ada pernyataan resmi dari Dana White yang mengatakan mereka kecewa atau menyesal, tetapi dari segi bisnis tidak salah bila ada yang mulai bergumam dengan situasi dan kondisi nya saat ini.

Stevenson sudah menjadi bagian mereka sejak bulan juli 2026 namun sampai sekarang belum ada pertarungan yang di umumkan secara resmi dan untuk mendapatkan salah satu nama besar di tinju ini belum terlihat hasil nya di atas ring.

Zuffa Boxing tidak merekrut Stevenson hanya untuk menambah satu nama terkenal di dalam daftar petinju mereka, dari logika bisnis, investasi terhadap seorang petinju seharus nya memiliki tujuan lebih besar, membuat pertarungan, menjual tiket, menarik penonton, mendapatkan perhatian media, menghadirkan sponsor tentu saja menghasilkan pendapatan.

Sampai saat ini belum ada lawan yang dipastikan untuk Stevenson, petinju sekaliber dia sebenar nya tidak kekurangan pilihan lawan tapi tantangan nya adalah menemukan yang sepadan dengan nilai komersial yang ingin di bangun Zuffa.

Kalau hanya ingin membuat Stevenson kembali bertanding, tentu pilihan lawan nya bisa lebih banyak, namun bila mereka ingin membuktikan bahwa perekrutan nya memang memiliki nilai besar, pertarungan yang dipilih harus mempunyai daya tarik lebih.

Salah satu nama yang dari awal berada di lingkungan Zuffa dan memiliki hubungan panas dengan Stevenson adalah Jose Rayo Valenzuela, saat baru bergabung dia menyambut nya melalui media sosial X dengan menawarkan diri sebagai lawan pertama.

Setelah itu muncul saling sindir dan menantang di media sosial, bahan untuk membangun pertandingan sebenar nya sudah tersedia karena berada di bawah atap yang sama, sudah memiliki sedikit cerita sebelum bertemu di ring.

Pertarungan mereka tidak perlu dibangun dari nol karena sudah ada konflik yang bisa dijadikan bagian dari promosi, tapi sampai sekarang juga belum menjadi kenyataan.

Sebelum nya BTT juga sudah membahas kemungkinan Devin Haney sebagai salah satu lawan yang paling tepat untuk Stevenson, bila Zuffa ingin membuat pertarungan besar, juara WBO itu tentu jauh lebih mudah menarik perhatian publik di bandingkan pertandingan biasa karena samabsama memiliki nama besar, basis penggemar sendiri juga reputasi yang sudah terbentuk sebelum bergabung.

Pertarungan seperti ini juga mempunyai cerita yang lebih mudah dijual, antara dua petinju yang sudah lama berada dalam radar penggemar, mempunyai kemampuan teknis tinggi dan ingin membuktikan diri nya sebagai salah satu yang terbaik.

Kalau pertandingan sebesar itu bisa diwujudkan, barulah investasi pada Stevenson mulai memiliki bentuk yang jelas, namun sampai sekarang belum ada pengumuman resmi.

Apakah Ini Berarti Zuffa Rugi?

Di sinilah kita harus membedakan antara belum menghasilkan dan sudah mengalami kerugian karena tidak mengetahui dengan gamblang berapa nilai kontrak Stevenson dengan Zuffa, bagaimana struktur pembayaran nya, berapa biaya operasional yang sudah di keluarkan atau berapa target pendapatan yang di tetapkan perusahaan.

Tidak fair kalau langsung mengatakan Zuffa sudah rugi, tetapi ada satu hal yang memang tak bisa di hilangkan dari sisi bisnis, investasi ini belum terlihat menghasilkan pertarungan, Stevenson dibayar, kontrak dibuat dan nama besar sudah masuk ke dalam roster, produk utama dalam bisnis tinju tetaplah perkelahian.

Tanpa pertarungan, promotor belum mempunyai malam pertandingan yang bisa dijual kepada penonton, belum ada tiket yang bisa dijual, tidak ada pay-per-view dari pertarungan Stevenson yang bisa dihitung, belum ada gate dari laga yang bisa dibandingkan dengan nilai pengeluaran. 

Itulah sebab nya menurut penulis istilah yang lebih tepat saat ini bukan Zuffa rugi tapi investasi nya masih menunggu untuk diaktifkan, mereka bukan perusahaan yang tiba-tiba mengeluarkan uang dalam jumlah besar agar bisa mengatakan kepada dunia berhasil merekrut seorang juara 4 divisi.

Tak bisa membayangkan uang sebesar itu dibuat tanpa perhitungan mengenai bagaimana Stevenson nanti nya menghasilkan bagi perusahaan, nilai nya bukan hanya soal uang dari satu pertandingan tapi bisa menjadi bagian dari upaya Zuffa membangun identitas nya yang baru di dunia tinju.

Sekarang belum ada dasar yang cukup untuk mengatakan Zuffa menyesal merekrut Shakur Stevenson karena belum ada pernyataan resmi seperti itu, bisa saja memang mempunyai rencana jangka panjang yang belum diumumkan kepada publik dan mungkin kita belum melihat alasan sebenar nya kenapa mereka rela mengeluarkan uang besar untuk mendapatkan nya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top