Jack Catterall belum berhenti mengejar cita-citanya yang belum terpenuhi, setelah sukses meraih sabuk WBA Regular welterweight saat melawan Shakhram Giyasov, petinju Inggris itu terus menagih pertarungan wajib nya dari pemegang sabuk super WBA Teofimo Lopez.
Catterall mempertegas sikap nya saat berbincang bersama iFL TV, mengatakan dirinya tidak marah dengan situasi yang berkembang, tetapi percaya penuh kepada timnya untuk memastikan kewajiban tersebut di jalankan sesuai aturan.
“Saya sudah memenuhi bagian saya. Saya mengalahkan Shakram, mendapatkan gelar, pertarungan ini sudah diperintahkan dan Gilberto Mendoza (presiden WBA) sudah mengatakan nya, dia menuliskan nya di Twitter, mengirim email kepada Matchroom pertarungan ini harus terjadi,” kata Catterall.
Berawal dari keputusan WBA pada Mei lalu, organisasi menetapkan Rolando Romero harus menghadapi pemenang duel Giyasov-Catterall dalam waktu maksimal 180 hari dan dia mendapatkan posisi sebagai penantang yang harus di hadapi.
Setelah Teofimo mengalahkan Romero pada Agustus dan merebut gelar WBA dia mengincar pertarungan besar melawan pemenang Ryan Garcia kontra Conor Benn, sementara Catterall bersikeras bahwa kewajiban WBA ikut berpindah bersama sabuk tersebut, tak hanya itu dia tidak bersedia melakukan step aside demi duel unifikasi yang di inginkan nya.
Catterall tidak hanya berbicara dalam wawancara, di media sosial beberapa kali mengingatkan Teofimo dan Presiden WBA mengenai kewajiban tersebut, salah satu unggahan nya bahkan mengutip kembali pernyataan Mendoza yang sebelum nya menyebut pemenang duel terkait harus menghadapi nya.
Kini Matchroom juga ikut menekan WBA, Eddie Hearn dilaporkan kembali mengirim surat hukum kepada badan tinju meminta agar duel Lopez-Catterall segera di perintahkan.
Catterall tidak menutup kemungkinan pertarungan berlangsung di Amerika, itu bukan masalah, dirinya siap bertarung di mana pun, Inggris tentu menjadi pilihan yang menyenangkan tetapi dia memahami nilai komersial ada di sana.
“Saya yakin ketika mereka melakukan nya minggu depan, saat WBA meminta pertarungan ini, entah pertarungan masuk ke purse bid atau kesepakatan tercapai sebelum nya, pertarungan bisa berlangsung di sini, bisa juga di Amerika, bagi saya tidak masalah kami akan pergi ke mana pun,”.
Teofimo secara terbuka bahwa target nya berada di jalur pertarungan besar, dia menyusup ke konferensi pers Ryan Garcia vs Conor Benn dengan menyamar menggunakan janggut palsu dan memperkenalkan dirinya sebagai Jack Hoffman.
Aksi itu kemudian menjadi bahan sindiran Catterall, dia mengunggah foto Teofimo yang sedang menyamar memberikan caption mmakai penyamaran tidak akan menyelamatkanmu dari kewajiban.
Sindiran itu memperjelas posisi Catterall saat ini, dia tidak mencari lawan alternatif dan tidak terlihat tertarik menunggu sampai Lopez mendapatkan pertarungan komersial sesuai kemauan nya.
Tuntutan nya hanya satu, Teofimo adalah juara WBA, Catterall adalah mandatory, kewajiban itu harus di bereskan terlebih dahulu, bila sudah selesai barulah merencanakan semua sesuka hati.









