Kesempatan Lindolfo Delgado untuk memperebutkan gelar juara dunia IBF kelas ringan super ternyata belum tertutup, setelah batal tampil dalam acara Canelo Alvarez vs Christian Mbilli di Riyadh, sekarang dia mendapat kesempatan lagi untuk melanjutkan negosiasi dengan Arthur Biyarslanov.
IBF mengambil keputusan ini setelah memerintahkan kedua petinju kembali membahas kemungkinan pertarungan karena badan tinju dunia itu masih menempatkan Delgado dalam persaingan memperebutkan sabuk yang kosong setelah di tinggalkan Richardson Hitchins yang naik ke kelas welter lalu bergabung dengan Zuffa Boxing.
Kabar membahagiakan ini mengakhiri ketidakpastian mengenai nasib Biyarslanov dalam perebutan gelar setelah rencana awal berantakan sebab Delgado tidak jadi berangkat ke Arab Saudi.
Biyarslanov sudah lebih dulu tiba di Riyadh dan menjalani persiapan menjelang pertarungan, situasi nya berbeda dengan Delgado, pelatih nya Robert Garcia menyampaikan kekhawatiran mengenai ancaman rudal di kawasan tersebut, selain persoalan keamanan, jadwal perjalanan yang tersedia juga di nilai kurang tepat.
Rencana awal, Delgado hanya akan memiliki waktu sekitar dua hari setelah tiba di Riyadh untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan waktu sekaligus menyelesaikan penurunan berat badan, Garcia melihatbkondisi seperti itu bukan persiapan yang layak untuk menghadapi pertarungan perebutan gelar dunia.
Laporan lain dari jurnalis tinju mengatakan bahwa ketidakhadiran Delgado bukan semata mata karena takut, tapi masalah visa yang kadaluarsa lalu pihak Arab Saudi kemungkinan akan mengeluarkan seminggu sebelum pertandingan dimulai.
Keputusan tersebut tentu membuat Biyarslanov kecewa, petinju dengan rekor 21 kemenangan tanpa kekalahan itu sudah menjalani kamp latihan selama 12 minggu jauh dari rumah, dia juga telah melakukan perjalanan ke Arab Saudi, tetapi harus menunggu selama 7 hari tanpa mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan pertarungan nya.
Kekecewaan Biyarslanov memang tidak bisa di salahkan, dia sudah memenuhi kewajiban nya berharap mendapat pemberitahuan langsung ketika muncul masalah di kubu lawan nya, komunikasi dari tim Delgado seharus nya bisa di lakukan lebih cepat agar tidak membiarkan nya berada dalam ketidakpastian.
Walaupun situasi yang di hadapi kedua kubu memang berbeda, Biyarslanov sudah tiba lebih awal dan punya waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pertandingan, sementara Delgado menghadapi ketakutan karena keamanan, perjalanan darat yang panjang, perubahan jadwal penerbangan juga waktu yang sangat terbatas untuk mempersiapkan kondisi fisik nya.
Kini, IBF memilih memberikan kesempatan kepada kedua petinju untuk kembali mencapai kesepakatan, belum ada kepastian mengenai lokasi maupun tanggal pertandingan, setidak nya kepastian ini menjadi kabar baik bagi Biyarslanov untuk menebus rasa kecewanya karena sudah menghabiskan waktu dan tenaga untuk kamp latihan sebelum nya.
Jika negosiasi kembali berjalan lancar, pertarungan melawan Delgado masih bisa menjadi jalan bagi Biyarslanov untuk merebut gelar dunia pertama nya.
Biyarslanov terakhir kali naik ring melawan Jimmerr Espinosa pada Maret lalu meraih kemenangan lewat TKO di ronde ke 7, sedangkan Delgado tahun 2026 ini belum bertarung sama sekali, hanya di bulan November 2025 berhadapan dengan Gabriel Valenzuela yang memberikan perlawanan sengit sampai menjatuhkan nya di detik detik akhir pertarungan, rekor nya selamat masih tak terkalahkan usai ketiga juri memenangkan nya lewat angka tipis.

















