Victor Ortiz akan kembali naik ring pada 5 Desember untuk menghadapi Paulie Malignaggi di BKB, duel ini mempertemukan 2 mantan juara dunia yang kini memilih jalur tanpa sarung tangan setelah meninggalkan olahraga yang membesarkan nama nya.
Pertarungan melawan Malignaggi ini tidak hanya kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuan setelah selesai menjalani debut nya, di usia ke 39 tahun dia masih memiliki semangat yang sama seperti dulu, dia ingin menghadapi lawan tanpa harus terlalu banyak berurusan dengan politik tinju yang saat ini semakin tidak karuan menurut penilaian nya.
Usai latihan di sasana, Ortiz di ajak ngobrol oleh tim iflTV yang membawa nya mengenang salah satu malam paling kontroversial dalam perjalanan nya melawan Floyd Mayweather Jr pada 2011 silam.
Pertarungan yang berlangsung di MGM Grand Las Vegas itu berakhir dengan kekalahan KO bagi Ortiz pada ronde ke 4, kejadian nya masih sering di bicarakan sampai sekarang karena pukulan Mayweather yang datang ketika Ortiz belum siap melanjutkan pertarungan setelah jeda.
Lebih dari 15 tahun berlalu, Ortiz ternyata masih mengingat dengan jelas apa yang terjadi sebelum terjatuh, setelah nya tidak rasa menyesal meski pulang dengan kekalahan nya.
“Saya sama sekali tidak menyesal, saya akan menjelaskan alasan nya, bila saya berhasil melakukan apa yang sudah saya rencanakan, yaitu mengalahkan dia, saya pernah mengatakan kepada Mayweather saat konferensi pers bahwa saya akan melakukan kepada nya apa yang pernah di lakukan Chavez kepada Paman Roger,” kata Ortiz.
Ucapan itu merujuk pada Roger Mayweather, paman sekaligus mantan pelatih Floyd dulu yang sudah meninggal dunia, Ortiz pernah menyampaikan ancaman itu secara langsung di depan nya yang di balas dengan mencengkeram leher nya ketika mendengar perkataan tersebut.
Cerita yang mungkin tak banyak tahu di luar sana, sekarang Ortiz mulai mengungkap apa yang terjadi selama pertarungan berlangsung.
Waktu itu Mayweather melayangkan 16 sikutan ke arah mata kanan nya, mengakibatkan penglihatan Ortiz terganggu sampai dia sempat mengira akan kehilangan penglihatan secara permanen.
“Saya masih mengingat nya, setelah menerima 16 sikutan ke mata kanan, mata saya hampir tertutup, saya tidak bisa melihat menggunakan mata itu bahkan sempat berpikir bahwa saya akan buta secara permanen,”.
Dalam kondisi itu Ortiz mengaku mendapat instruksi dari sudut ring nya untuk membalas dengan sundulan kepala, kemudian mengikuti arahan tersebut dan mengenai Mayweather.
Setelah itu Ortiz mengatakan merasa bersalah setelah melakukan tindakan itu karena tidak terbiasa melakukan kecurangan atau sengaja melanggar aturan, setelah kejadian sundulan nya dia menunjukkan sikap bersahabat kepada lawan nya.
Dia memeluk Mayweather sambil meminta agar pertarungan kembali berlangsung bersih.
“Saya kemudian memeluk nya dan mencium pipi nya, saya berbisik..”jaga pertarungan tetap bersih Floyd..kamu menyakiti saya,'” kenang Ortiz.
Setelah itu, Ortiz meminta untuk kembali memulai pertarungan, ketika wasit memberikan kesempatan untuk melanjutkan pertandingan Mayweather langsung melepaskan pukulan ke arah Ortiz.
Ortiz merasa satu pukulan itu impas setelah sebelumnya dia melakukan sundulan kepala, namun Mayweather tidak berhenti di situ, serangan berikut nya datang ketika belum siap mengantisipasi nya, dia pun terjatuh dan gagal bangkit sebelum wasit menyelesaikan hitungan, kemenangan KO tersebut akhir nya menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam karir Mayweather.
Kontroversi malam itu ternyata tidak berhenti setelah pertarungan selesa, Mayweather cekcok dengan komentator HBO Larry Merchant dalam wawancara setelah pertandingan.
Kedua nya terlibat adu mulut di depan kamera, Mayweather meminta HBO memecat Merchant, komentator senior itu membalas dengan kata yang terus di ingat sampai sekarang.
“Kalau saya 50 tahun lebih muda, saya akan menghajar mu,” kata Merchant kepada Mayweather.
Ortiz juga mengingat bagaimana kejadian tersebut menjadi pembicaraan besar keesokan hari nya, melihat mobil di sekitar MGM Grand memasang tulisan yang mengangkat perseteruan Mayweather dan Merchant.
Kejadian itu begitu legendaris, Ortiz mengakui bahwa wawancara setelah pertandingan itu hampir mencuri perhatian dari kontroversi yang terjadi di dalam ring.
Ada satu bagian dari pengakuan Ortiz yang akan terus di ingat sepanjang hidup nya, dia bersyukur tidak berhasil mengalahkan Mayweather, alasan nya berhubungan dengan perjalanan spiritual yang kemudian dia jalani.
Bila itu terjadi, mungkin Ortiz tidak akan menemukan jalan hidup bersama Yesus Kristus seperti yang sekarang dia yakini.
“Saya bersyukur semua itu tidak terjadi, sebab, jika saya mengalahkan Floyd Mayweather, saya mungkin tidak akan pernah menemukan jalan hidup bersama Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat saya,”.
Cerita tentang Mayweather ini bagian dari masa lalu nya yang masih dia ingat dengan sangat jelas dan tidak harus di sesali.

















