Oleksandr Usyk ingin menutup karir nya dengan satu pencapaian besar lagi, setelah membabat habis kelas berat, dia berencana kembali ke kelas penjelajah pada 2027, merebut sabuk juara dunia, lalu menantang David Benavidez untuk memperebutkan gelar tak terbantahkan.
Tetapi ada satu urusan yang tidak bisa dia lewati begitu saja, sabuk IBF kelas penjelajah saat ini kosong dan sudah ada petinju yang menunggu kesempatan untuk memperebutkan nya, Usyk boleh punya nama besar, tetapi dia tidak bisa datang lalu mengambil tempat yang sudah di perjuangkan petinju lain.
David Nyika berada di posisi pertama ranking IBF, pelatih nya sudah menghubungi manajemen Usyk untuk membicarakan kemungkinan pertarungan, pihak nya tertarik menerima tantangan tersebut, tetapi Nyika tidak akan begitu saja menyingkir demi memberi jalan kepada mantan juara dunia kelas berat itu.
Kesepakatan untuk melewati Nyika harus di bicarakan secara serius, bila Usyk ingin mengambil jalur lain, tim nya tetap akan menuntut hak nya sebagai penantang wajib.
Berdasarkan daftar ranking IBF kelas penjelajah yang di publikasikan pada Oktober 2026, Viddal Riley menempati posisi kedua, tepat di bawah Nyika, Jai Opetaia berada di urutan ketiga di susul Pat Brown dan Chris Billam-Smith.
IBF sudah mengarahkan Nyika dan Riley untuk bertarung memperebutkan sabuk yang kosong, kedua kubu masih belum mencapai kesepakatan sehingga Riley memilih tetap bertanding menghadapi Seydi Coupe pada 14 November untuk mempertahankan gelar Eropa.
Rencana Usyk bisa berantakan karena dia bukan petinju yang sedang berada di urutan pertama atau kedua ranking IBF kelas penjelajah, nama nya tidak masuk dalam 15 besar, bagaimana dia bisa langsung mendapatkan kesempatan merebut sabuk yang sudah memiliki calon penantang?
Aturan IBF sebenar nya sangat jelas, ketika sebuah gelar menjadi kosong, komite kejuaraan dengan persetujuan presiden dapat mempertemukan dua petinju dengan peringkat tertinggi yang tersedia, bila di perlukan juga bisa menggelar turnamen eliminasi.
Di dalam aturan itu, petinju yang sudah mendapat pemberitahuan untuk bertarung memperebutkan gelar kosong tidak boleh mengambil pertandingan lain, bila tetap bertanding IBF dapat beralih ke penantang berikut nya dan menurunkan peringkat petinju tersebut ke bawah posisi ke-10 selama enam bulan.
Posisi Riley bila tidak tersedia sesuai ketentuan IBF, komite bisa mempertimbangkan nama lain berdasarkan ranking dan keputusan mengenai siapa yang tersedia dan berhak maju tetap berada di tangan IBF bukan Usyk atau timnya.
Selain itu masih ada Jai Opetaia mantan juara IBF berada di peringkat ke 3,meskipun sabuk nya telah di cabut oleh IBF pada Maret 2026 setelah pertarungan nya melawan Brandon Glanton tidak mendapat persetujuan dari badan tinju.
Opetaia kemudian bertarung di bawah bendera Zuffa Boxing, keputusan IBF mencabut pengakuan gelar nya berkaitan dengan aturan pertarungan tanpa persetujuan resmi, status nya masih menjadi bagian dari sengketa yang bisa mempengaruhi persaingan di kelas penjelajah.
Bila posisi Opetaia berubah melalui proses hukum, urutan perebutan gelar bisa ikut terdampak, Thornberry tidak ingin Nyika kembali kehilangan kesempatan setelah sebelum nya sudah berjuang keras untuk mendapatkan posisi teratas.
Nyika sendiri pernah merasakan kekuatan Opetaia, pada Januari 2025 dia di hentikan ketika bertarung memperebutkan gelar, setelah kekalahan itu, Nyika bangkit dengan mengalahkan Floyd Masson melalui keputusan angka pada Agustus 2026 dalam duel eliminasi IBF.
Kemenangan atas Masson itulah yang mengantarkan nya ke posisi penantang utam, maka wajar jika timnya tidak ingin kesempatan tersebut di lewati begitu saja hanya karena Usyk memiliki rencana besar sebelum pensiun.
Di luar urusan ranking dan aturan organisasi, Usyk masih menghadapi masalah fisik, dia akan berusia 40 tahun pada Januari 2027 dan terakhir kali bertarung di batas kelas penjelajah 200 pon ketika mengalahkan Tony Bellew pada November 2018.
Selama 8 tahun terakhir, tubuh nya sudah terbiasa bertarung di kelas berat, kembali turun ke 200 pon bukan pekerjaan ringan apalagi pada usia yang semakin tua, sedangkan rencana Usyk menghadapi Benavidez juga masih menunggu pada hasil pertandingan sang juara melawan Michal Cieslak pada 5 Desember.
Usyk sah-sah saja merancang dua pertarungan terakhir nya dengan sangat rapi, namun tetap harus berurusan dengan ranking, aturan IBF dan petinju yang sudah lebih dulu menunggu kesempatan, karena nma besar tidak membuat jalur menuju gelar dunia terbuka begitu saja.












