Headline

Christian Mbilli Ketakutan Melihat Canelo Alvarez, Kata Bradley

Mbilli ketakutan lihat Canelo kata Bradley

Christian Mbilli datang sebagai juara bertahan melawan Saul Canelo Alvarez terkenal dengan reputasi sebagai petinju liar yang suka melancarkan serangan beruntun, namun semua itu seolah menghilang ketika berhadapan langsung di atas ring 

Penampilan yang melempem mendapat kritikan tajam dari Timothy Bradley, dia melihat Mbilli seperti kehilangan keberanian setelah merasakan sendiri aura juga tekanan yang di berikan Canelo kepada nya.

Pencapaian Canelo selama ini sudah sangat cukup memberikan pengaruh terhadap mental lawan nya, Mbilli mungkin sering melihat bagaimana petinju Meksiko itu mengalahkan para pesaing nya, tetapi pengalaman berada langsung di hadapan nya ternyata menjadi cerita lain.

“Mbilli datang hanya untuk bertahan hidup, dia seperti berkata, ‘Saya senang bisa berada di sini.’ begitu masuk ring dan berhadapan dengan Canelo, dia langsung merasakan aura nya, kalian tahu..terkadang seseorang bisa memperlambat lawan hanya dengan kehadiran nya, cukup berdiri seperti sosok yang menakutkan, itu sudah bisa memengaruhi mental mereka, Mbilli selama ini melihat Canelo menghancurkan lawan-lawan nya, tetapi ketika berdiri langsung di hadapan nya, mungkin dia baru menyadari bahwa ini level yang berbeda, dia takut terkena serangan balasan dan kehilangan jati dirinya malam itu,” kata Bradley di channel youtube nya.

Bukan hanya keberanian Mbilli yang di ungkit Bradley, perbedaan kemampuan teknik yang cukup jauh di antara kedua nya, Canelo bisa membaca serangan, menggerakkan kepala, menghindari pukulan, kemudian membalas dengan kombinasi cepat, Mbilli kesulitan menjadikan kekuatan serangan nya yang benar benar mengancam.

Bradley melihat perubahan dalam gaya bertarung nya setelah kekalahan nya dari Terence Crawford, Canelo mulai menerapkan beberapa hal yang bisa di petik dari pertarungan tersebut, termasuk kombinasi cepat dan penggunaan clinch untuk menghentikan serangan lawan, dia juga memuji pergerakan kepala serta pertahanan yang membuat Mbilli semakin tak kuasa mengembangkan permainan.

Bagian paling pedas dari komentar nya ketika Bradley membandingkan penampilan Mbilli dengan reputasi nya sebelum pertarungan, petinju yang biasa nya tampil garang itu terlihat kehilangan taring ketika berhadapan dengan Canelo.

“Mbilli seharus nya mengerahkan segala nya, kalau memang harus kalah setidaknya berikan perlawanan sampai akhir. Jangan tampil seperti itu! Canelo mengubah pitbull menjadi pudel malam itu! Mbilli sama sekali tidak terlihat garang seperti biasa nya, padahal kita mengenal nya sebagai petinju yang selalu agresif, dia melepaskan kombinasi pukulan, tetapi Canelo terus menghindar dan langsung membalas. Bahkan Canelo sempat berbicara kepada nya di atas ring, sementara Mbilli seperti tidak tahu harus berbuat apa, dia benar benar kehilangan seluruh jati dirinya malam itu,” 

Bradley tidak setuju bahwa usia mulai menggerogoti kemampuan Canelo, meski sudah 36 tahun masih memiliki banyak tenaga tersisa, terlebih jika melihat perjalanan karir amatir nya yang tidak sepanjang sejumlah petinju lain.

Kemenangan ini menjadi bukti yang ingin ditunjukkan Canelo kepada orang orang yang mulai meragukan kemampuan nya, usia memang tetap berjalan maju, tapi perbedaan level tidak bisa di bohongi, Edgar Berlanga dulu sebelum adu jotos banyak bicara akan menghajar KO dengan kekuatan pukulan yang di miliki, hasil nya di pukul jatuh meski mampu bertahan sampai akhir.

Mbilli pun sama, dia begitu yakin akan memberikan kejutan, mengatakan sudah tua dan melewati masa terbaik nya, kenyataan yang kita lihat malah di sekolahin, cuplikan video nya viral saat Canelo meminta nya untuk terus di terkam di tepi tali, yang ada dia ragu ragu meski melepaskan pukulan.

Penulis setuju dengan kritikan Bradley, kalah pun tidak masalah, masih banyak waktu untuk kembali berlatih memperbaiki diri supaya lebih sempurna, setidak nya berikan perlawanan yang keras sampai babak belur, berdarah darah agar tidak menjadi bahan pergunjingan karena takut.

Jaman sekarang sudah jarang melihat petinju seperti mendiang Arturo Gatti, sekali masuk ring total perang sekalipun wajah nya bengkak parah, di pukul jatuh bangkit lagi sampai akhir, itu yang membekas di hati para penggemar bukan mencari aman demi bayaran besar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top