Oleksandr Usyk sedang menyiapkan pertarungan terakhir dalam karir nya, dia berencana kembali ke kelas penjelajah pada tahun 2027, merebut gelar yang kosong, lalu menghadapi David Benavidez untuk menyatukan semua sabuk, rencana itu bisa menjadi penutup karir yang luar biasa tetapi juga menyimpan BAHAYA BESAR bagi rekor tak terkalahkan nya.
Usyk akan memasuki 40 tahun pada Januari 2027, pada usia ini dia ingin berhadapan dengan Benavidez yang sedang berada dalam performa terbaik, The Mexican Monster itu masih muda, belum terkalahkan dan baru saja memperlihatkan betapa ganas nya setelah naik ke kelas penjelajah.
Penasehat Usyk Serhii Lappin, sudah membeberkan tahapan yang ingin mereka tempuh, langkah pertama adalah memperebutkan gelar IBF kelas penjelajah yang kosong setelah sabuk tersebut di cabut dari Jai Opetaia yang saat ini memegang sabuk pertama kelas penjelajah Zuffa Boxing.
“Oleksandr ingin kembali ke kelas penjelajah pada 2027 dan menjadi juara tak terbantahkan lagi, pertama, kami melihat kemungkinan bertarung untuk gelar dunia yang kosong, setelah itu tujuan nya adalah menghadapi David Benavidez untuk menyatukan seluruh sabuk dan menjadi juara tak terbantahkan kelas penjelajah,” kata Lappin.
Lappin juga mengungkapkan bahwa 2027 akan menjadi babak terakhir dalam karir Usyk, dia ingin mengakhiri perjalanan profesional nya dengan kembali menguasai kelas penjelajah, divisi tempat dia pertama kali menjadi juara tak terbantahkan pada 2018 setelah mengalahkan Murat Gassiev.
Keinginan Usyk bertemu Benavidez juga ada ketika dia menyusun daftar, dalam konferensi pers beberapa hari lalu dengan Michal Cieslak yang akan berlangsung pada pada 5 Desember di Arizona Benavidez kembali menyampaikan tiga nama incaran nya.
Jai Opetaia berada di urutan pertama, di susul mantan juara tak terbantahkan kelas penjelajah Artur Beterbiev, lalu Usyk, pertarungan melawan Cieslak menjadi agenda terakhir Benavidez sebelum memasuki status free agent, kontrak nya bersama promotor Sampson Lewkowicz memang akan berakhir setelah itu dia juga sudah berencana membuat perusahaan sendiri dengan nama DB promotions.
Ketertarikan Usyk bisa membuat urutan itu berubah, ayah sekaligus pelatih David mengatakan, bila dia berminat menghadapi putra nya mungkin akan mempertimbangkan duel tersebut lebih cepat, kemungkinan rencana menghadapi Opetaia pada Mei bisa tertunda.
Menghadapi Benavidez jelas bukan tugas yang mudah bagi Usyk, dia memang sudah mengalahkan nama besar seperti Anthony Joshua, Tyson Fury dan Daniel Dubois semua nya dua kali, dia juga pernah membersihkan divisi kelas penjelajah sebelum naik ke kelas berat lalu merebut status juara tak terbantahkan.
Benavidez jangan di samakan dengan ke 3 nama di atas, karena dia punya karakter bertarung yang berbeda, saat ini masih berusia 29 tahun, rekor nya 32 kemenangan 0 kalah termasuk 26 KO dan sudah menjadi juara dunia di tiga divisi.
Kekuatan nya di kelas penjelajah terlihat ketika menghentikan Gilberto Ramirez pada ronde ke 6 pada 2 Mei 2026, dalam pertarungan itu Benavidez menjatuhkan Zurdo dua kali sebelum wasit menghentikan pertandingan dan merebut gelar WBA dan WBO sekaligus membuktikan bahwa tekanan dan kombinasi pukulan nya tetap berbahaya di divisi yang lebih berat.
Ramirez saja bisa di buat tidak berdaya, Usyk tentu menghadapi tantangan besar ketika berjumpa Benavidez, dia memang masih memiliki teknik, pengalaman, kecerdasan bertarung yang luar biasa, tapi tahun depan usia nya sudah kepala 4, faktor itu bisa sangat berpengaruh ketika harus menghadapi petinju yang lebih muda dan terus menekan sepanjang pertarungan.
Sebagian besar pertarungan perebutan gelar di kelas berat, berat badan Usyk antara 220 hingga 230 pon bahkan mencapai 233,25 pon ketika menghadapi petarung kickboxing Rico Verhoeven pada Mei lalu, dia memenangkan pertarungan tersebut melalui TKO ronde ke-11 meski perlawanan Verhoeven ternyata lebih merepotkan apalagi sekelas Benavidez.
Sebelum memikirkan Benavidez, Usyk harus lebih dulu menentukan lawan untuk perebutan sabuk IBF yang kosong, saat ini peringkat pertama IBF kelas penjelajah di tempati petinju Selandia Baru David Nyika yang memiliki rekor 13-1-(10 KO), bila ini terjadi mungkin masih berpeluang menang karena bukan selevel si kucing dari Ukraina itu.
Lappin mengatakan kubu Usyk ingin menjalankan rencana itu secara bertahap, pertarungan pertama untuk merebut gelar dunia kemudian duel berikut nya untuk menyatukan seluruh sabuk.
“Usyk bukan petinju kelas berat secara alami, kelas penjelajah adalah rumah nya, dia menyukai tantangan sehingga memilih naik kelas, membersihkan divisi kelas berat dan sekarang ingin pulang untuk kembali menguasai kelas penjelajah.”
Kembali menjadi juara tak terbantahkan di kelas penjelajah tentu akan menjadi penutup karir yang indah, tapi Benavidez bisa menjadi lawan terakhir yang bisa merusak mimpi nya karena menghadapi petinju sekuat dirinya ketika sudah berusia hampir 40 tahun adalah pertaruhan besar.
Usyk mungkin masih yakin dengan keuletan nya tetapi usia tidak bisa di hentikan, bila pertarungan itu terjadi penulis hanya bisa berkata, rekor nya akan tercoreng, Benavidez akan mencatat sejarah orang pertama yang merusak nya.












