Headline

Ini Pilihan Eddie Hearn Untuk Lawan Ben Whittaker Selanjutnya

Hearn harus cermat pilih lawan Whittaker

Posisi sebagai penantang wajib IBF sudah berada di tangan Ben Whittaker, tetapi belum pasti dia siap menghadapi perebutan gelar juara dunia yang saat ini di pegang oleh Dmitry Bivol, pertarungan nya melawan Conor Wallace pada 3 Oktober masih banyak masalah yang harus segera di benahi. 

Promotor nya Eddie Hearn punya tugas untuk menentukan apakah Whittaker langsung menghadapi lawan yang lebih kuat atau kembali menjalani pertandingan untuk memperbaiki kekurangan nya.

Hearn sendiri membuka kemungkinan pertandingan ulang dengan Wallace setelah melihat betapa keras nya pertarungan pertama, pilihan itu memang layak karena Whittaker belum menyelesaikan dengan meyakinkan ketika Wallace mulai meningkatkan tekanan.

Hasil duel pertama memang sudah kita bahas, tetapi penampilan Whittaker pada ronde akhir memberikan alasan kuat mengapa pertemuan kedua harus di pertimbangkan.

Reamtch juga akan menjadi kesempatan bagi Whittaker untuk membuktikan bahwa dia mampu tampil lebih baik ketika menghadapi petinju yang sudah mengetahui kelemahan nya, Wallace tentu tidak akan mengulangi cara yang sama, setelah membiarkan nya menguasai banyak ronde dia punya alasan untuk menyerang lebih keras dan memaksa nya tertekan sejak awal pertandingan.

Stamina bukan satu satu nya yang perlu di perbaiki, Whittaker juga harus bisa meng KO bila kesempatan itu ada, tidak banyak bermain-main dengan atraksi konyol nya yang membuat lawan menyerang saat dia lengah.

Masalah itu sebenarnya sudah terlihat ketika menghadapi Liam Cameron, tekanan fisik dan pertarungan jarak dekat membuat Whittaker kesulitan sebelum insiden jatuh keluar ring mengakhiri duel mereka. 

Sekarang Whittaker sudah berusia 29 tahun, dia masih ada waktu untuk membenahi tetapi tidak banyak untuk terus menjalani pertarungan yang hanya menambah catatan kemenangan tanpa menguji kemampuan sebenar nya.

Hearn pernah menyebut Anthony Yarde salah satu calon lawan berikut nya, mantan penantang gelar dunia itu memang menawarkan pertarungan besar di pasar domestik, terlebih dia juga pernah menyampaikan keinginan nya menghadapi pemenang duel Joshua Buatsi melawan Willy Hutchinson. 

Mempertemukan Whittaker dengan Yarde bukan keputusan yang bisa diambil hanya karena daya tarik nama besar karena dia memiliki kekuatan pukulan yang bisa menjadi ancaman serius terutama jika Whittaker kembali kehilangan tenaga ketika menghadapi tekanan.

Pemenang Buatsi vs Hutchinson juga bisa menjadi pilihan tetapi dasar nya tetap sama, Whittaker membutuhkan pertarungan yang asli mengukur perkembangan nya, bukan lawan yang bisa mengantarkan nya lebih cepat menuju perebutan gelar.

Andy Lee pelatih nya yakin bila terjadi rematch dengan Conor Wallace Ben akan menghancurkan nya tanpa ampun, dia bersumpah di wawancara bahwa anak asuh nya sempat terkena covid selama persiapan menghadapi Wallace, tapi Whittaker mengatakan hanya flu biasa tidak mempengaruhi semangat nya untuk naik ke atas ring.

Di ronde ke-12 itu menjadi yang paling berat, Whittaker beberapa kali terjatuh ke kanvas tetapi wasit tidak mencatat nya knockdown, banyak pengamat mengkritik dia di selamatkan oleh wasit karena di situ keseimbangan nya memang sudah oleng, beruntung tidak sampai KO.

Jika Hearn memilih Yarde atau pemenang Buatsi–Hutchinson sebelum Whittaker menunjukkan perbaikan, resiko yang di ambil cukup besar, apalagi langsung menghadapi sang juara IBF dari Rusia yang bukan lawan kacangan bisa di ajak berjoget joget, sekelas Canelo Alvarez saja di buat frustasi sampai mengangkat badan saking tak bisa menembus pertahanan nya.

Menghindari Wallace juga tak lepas dari kritikan karena penggemar sudah melihat bagaimana pertarungan pertama berlangsung bila Whittaker mengambil jalur lain tanpa menyelesaikan nya sama seperti meninggalkan pekerjaan yang belum tuntas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top