Headline

Meksiko vs Dunia! Konfrensi Pers Undercard Canelo vs Mbilli

Susunan undercard Canelo vs Mbilli

Konferensi pers terakhir menjelang duel Canelo Alvarez vs Christian Mbilli tidak hanya membahas pertarungan utama, seluruh petinju yang akan tampil di kartu juga di perkenalkan dalam acara yang berlangsung di Boulevard Riyadh Arab Saudi.

Tema besar yang di angkat adalah Meksiko melawan dunia, susunan petinju dari kedua kubu menjadi bagian utama pembahasan, terlebih tim Meksiko membawa sejumlah nama yang sudah memiliki pengalaman sebagai juara dunia, sedangkan tim dunia diisi petinju dari 9 negara berbeda.

Richard Schaefer, yang bertindak sebagai pembawa acara menyebut kartu pertandingan kali ini sebagai salah satu susunan petinju Meksiko terbaik yang pernah di kumpulkan dalam satu acara selama 25 tahun pengalaman nya di dunia promosi tinju.

Tim dunia terdiri dari 9 petinju yang berasal dari 9 negara, 7 di antara nya belum terkalahkan, bila di gabungkan mereka memiliki 152 kemenangan dan 9 kekalahan.

Tim Meksiko membawa catatan yang lebih besar, yakni 230 kemenangan dan hanya 13 kekalahan antara lain Jaime Munguia, Rafael Espinoza, Raymundo Roas, David Picasso dan Villegas.

“Ketika Meksiko bertarung, mereka datang untuk bertarung, Meksiko adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki gaya tinju dengan nama negara mereka sendiri,” kata Schaefer.

Sebelum memperkenalkan para petinju, Schaefer menyampaikan terima kasih kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Turki Alalshikh selaku Ketua General Entertainment Authority, serta Dr Rakan dan seluruh tim Sela yang membangun kawasan Boulevard.

Tak lupa juga memberikan apresiasi kepada tim Canelo Promotions, para manajer, petinju dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Schaefer tidak kembali menangani promosi acara ini tanpa alasan, dia mengaku melihat peluang besar untuk mencetak hasil penjualan pay-per-view yang tinggi.

“Saya pernah memecahkan banyak rekor pay-per-view. Rekor-rekor itu dibuat untuk di pecahkan lagi dan kita akan melakukannya bersama Yang Mulia Turki Alalshikh dan Saul Canelo Alvarez,”

CEO The Ring Rick Reno, turut angkat bicara menyebut seluruh susunan undercard memiliki potensi menghadirkan pertarungan penuh aksi dari awal hingga akhir, dia mengaku senang melihat Schaefer kembali terlibat dalam promosi tinju setelah cukup lama tidak berada di posisi nya.

Pertarungan pembuka yang di perkenalkan adalah duel kelas ringan selama 6 ronde antara Sultan Al Mohammad dari Riyadh yang baru saja meng KO Efren Besalduch melawan Eric Villegas dari Meksiko.

Villegas memiliki 5 kemenangan dan dua kekalahan, dia akan menghadapi Sultan yang belum terkalahkan dengan 5 kemenangan termasuk empat kemenangan KO.

Schaefer mengibaratkan kesempatan ini seperti dalam film Rocky bagi Villegas karena harus bertarung di hadapan pendukung lawan nya, sang petarung mengaku merasa bahagia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Arab Saudi yang telah menerima kehadiran nya.

“Sultan adalah lawan yang hebat, saya sangat antusias dengan kesempatan ini, hal yang membuat saya semangat adalah saya orang Meksiko, pertunjukan luar biasa sudah di jamin pada hari Sabtu,” kata Villegas.

Sultan mendapat pertanyaan tentang pengalaman nya berlatih bersama Eddie Reynoso dan membenarkan bahwa memberikan banyak hal yang di butuhkan dalam persiapan nya.

“Eddie adalah pelatih hebat, dia bekerja bersama saya dengan sangat baik dan memberikan semua yang saya butuhkan, Itulah yang saya cari,”

Duel berikut nya mempertemukan David Picasso dari Mexico City melawan Carl Martin asal Manila Filipina.

Kedua nya akan bertarung selama 10 ronde untuk memperebutkan gelar WBC Silver kelas bulu, Picasso datang dengan catatan 33 kemenangan, 1 kekalahan dan 18 KO, sedangkan Martin belum terkalahkan dalam 28 pertarungan dengan 21 kemenangan KO.

“Saya sangat menghormati Picasso, tetapi saya datang ke sini untuk menang, saya akan menjalankan rencana yang sudah di siapkan bersama tim dan siap bertarung sampai seluruh ronde selesai, saya ingin meraih kemenangan yang mengesankan,” kata Martin.

Picasso sekarang kunjungan kedua nya ke Riyadh, dalam kesempatan sebelumnya dia menghadapi Naoya Inoue, pertarungan itu berjalan sengit, sayang nya dia harus menerima kekalahan lewat angka mutlak.

“Saya tidak hanya harus menang, tetapi juga harus mendominasi dan meraih kemenangan KO, sabuk ini akan kembali bersama saya ke Meksiko dan kemenangan tersebut akan membantu saya mendapatkan kesempatan baru untuk bertarung memperebutkan gelar juara dunia lagi” ucap Picasso.

Dia menyampaikan rasa bangga menjadi bagian dari tim yang dipimpin Eddie Reynoso karena ada tanggung jawab besar yang harus di bawa ketika memasuki ring pada Sabtu malam.

Kartu pertandingan berikut nya menghadirkan duel kelas ringan junior selama 10 ronde antara Raymundo Roas dari Meksiko dan Reito Sutsumi dari Tokyo Jepang.

Roas memiliki 16 kemenangan dan 2 kekalahan dengan 11 kemenangan KO, dia memiliki pengalaman bertanding hampir empat kali lebih banyak di bandingkan lawan nya.

Sutsumi belum terkalahkan dengan 5 kemenangan, 4 di antara nya melalui KO. Ia juga sudah beberapa kali bertarung di Arab Saudi dan memiliki banyak pendukung di sana.

Roas mengaku sangat termotivasi menyambut pertarungan ini, dia tahu harus bertarung dengan cerdas, tetapi juga ingin memperlihatkan gaya khas Meksiko.

“Saya sangat senang dan termotivasi berada di sini, pada hari Sabtu nanti saya harus bertarung dengan cerdas dan mengeluarkan gaya tinju Meksiko, saya mendapatkan kesempatan besar dan akan memanfaatkan nya sebaik mungkin,” katanya.

Sutsumi mendapat pertanyaan tentang persiapannya menghadapi petinju yang lebih berpengalaman, dia menjelaskan bahwa selama latihan terus berusaha mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kekuatan.

“Saya terus mengembangkan kemampuan dan berusaha keras untuk menjadi lebih kuat, saya sangat bersemangat menyambut pertarungan pada hari Sabtu nanti,” jawab nya.

Sebelum membahas 3 perebutan gelar Schaefer memperkenalkan Eddie Reynoso, lelatih yang berkali-kali mendapat penghargaan terbaik tahun ini yang juga bertindak sebagai manajer bagi sejumlah petinju terkenal termasuk Canelo Alvarez sendiri.

Schaefer bergurau bahwa acara ini bukan hanya Meksiko melawan dunia tapi Eddie Reynoso melawan dunia karena 8 petinju dalam kartu pertandingan ini merupakan bagian dari tim nya.

Eddie mengaku bangga bisa kembali ke Arab Saudi, ini kunjungan ke 4 nya dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

“Kami datang untuk menunjukkan seperti apa tinju Meksiko, mami berharap semua orang menikmati pertunjukan pada hari Sabtu nanti,” kata Eddie.

Pertarungan perebutan gelar berikut nya mempertemukan juara dunia WBO kelas bulu Rafael Espinoza melawan Ricardo Blandon dari Nikaragua.

Espinosa berasal dari Guadalajara, kota yang sama dengan Canelo, dia memiliki rekor sempurna dengan 28 kemenangan dari 28 pertarungan, termasuk 24 kemenangan KO.

Schaefer memuji kemampuan dan kepribadian Espinosa, dia membuat lelucon bahwa petinju ini juga bisa menjadi penyanyi mariachi jika suatu saat tidak lagi berkarir di tinju, setelah mendengar suaranya bernyanyi pada malam sebelum nya.

Blandon menjadi pengganti Lorenzo Parra setelah mundur dari pertarungan, dia memiliki 21 kemenangan dan 6 kekalahan, dengan 14 kemenangan KO, mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan bertarung memperebutkan gelar dunia di Arab Saudi.

Ketika di tanya tentang strategi menghadapi Espinosa Blandon tidak ingin membocorkan rencana nya.

“Kalian akan melihat nya sendiri pada hari Sabtu nanti, silakan menikmati pertarungannya karena saya tidak datang ke sini untuk berlibur,” kata Blandon.

Espinoza bercerita tentang kamp latihan yang di jalaninya bersama Eddie Reynoso dan tim di Spanyol, dia belum pernah menjalani persiapan seperti ini sebelum nya karena bisa memberikan seluruh perhatian untuk latihan.

“Saya benar-benar fokus dan memberikan seluruh perhatian saya untuk persiapan ini, pada hari Sabtu nanti, saya akan menunjukkan kepada semua orang apa yang sudah saya pelajari selama menjalani latihan tersebut,” 

Espinoza juga mendapat pertanyaan tentang sosok yang menjadi idola dalam karier tinju nya, jawaban nya bukan petinju terkenal tapi kakek nya sendiri.

Pertarungan yang akan berlangsung tepat sebelum Canelo Alvarez dan Christian Mbilli memasuki ring adalah perebutan gelar juara dunia WBA kelas menengah super, juara bertahan Jaime Munguia dari Tijuana Meksiko akan menghadapi Nikita Zon dari Krasnoyarsk Siberia.

Zon di pilih Munguia menjadi lawan nya padahal dia sendiri harus menjalani mandatory dengan Bektemir Melikuziev, kabar terbaru nya sang penantang menerima step aside untuk sementara waktu, nantinya akan di pertemukan lagi setelah pertandingan ini selesai.

Pertarungan ini menjadi kesempatan besar untuk merebut gelar dunia dari salah satu petinju Meksiko yang sudah dikenal luas, dia tidak datang ke Riyadh hanya untuk mendapatkan pengalaman, Zon ingin pulang membawa sabuk juara dunia.

“Saya ingin menang dengan penampilan yang meyakinkan, saya datang ke sini untuk menang dan tidak akan pulang dengan hasil selain kemenangan, saya akan menjadi juara dunia yang baru,” ujar Zon.

Munguia mendapat pertanyaan apakah sudah siap menghadapi lawan yang baru memiliki 12 pertarungan profesiona, Schaefer mengingatkan bahwa seorang petinju terkenal terkadang bisa meremehkan lawan yang belum memiliki banyak pengalaman.

Munguia tidak ingin membahas terlalu jauh perbedaan jumlah pertarungan mereka, dia hanya mengatakan bahwa persiapan nya bersama Eddie Reynoso berjalan sangat baik.

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya sudah siap, saya menjalani kamp latihan yang luar biasa bersama Eddie, kami melakukan persiapan dengan sangat keras, kalian akan melihat versi terbaik Jaime Munguía,”

Munguía juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Arab Saudi atas keramahan yang di berikan selama berada di negara nya, dia mengakhiri pembicaraan nya dengan seruan, “Viva Saudi Arabia!”

Catatan: Bek Nurmaganbet vs Marcos Vazquez Rodriguez serta Brayan Leon Salgado vs Hector Octavio Aguirre Martinez tetap tercantum dalam daftar pertandingan undercard, mereka masuk dalam jadwal prelims, namun belum ada penjelasan resmi mengenai alasan kedua pasangan petinju ini tidak ikut tampil dalam konferensi pers terakhir menjelang pertandingan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top