Tatap muka pertama antara Vergil Ortiz Jr dan Keith Thurman menjadi awal dari perang psikologis menjelang pertarungan mereka pada 5 Desember mendatang, singa muda ini berusaha meyakinkan publik bahwa sang mantan juara dunia ini masih pantas di perhitungkan meski kekalahan telak dari Sebastian Fundora membuat banyak orang meragukan kemampuan nya.
Thurman bukan petinju kacangaan walaupun Ortiz tetap favorit untuk menang, dalam sesi promosi ini dia menyindir para penghujat yang terlalu cepat merendahkan nama Thurman dari persaingan karena di nilai tidak pantas di usia nya tak muda lagi.
“Orang-orang meremehkan Thurman karena dia di hentikan oleh seorang juara dunia yang bisa mengikat tali sepatu nya sambil berdiri,” kata Ortiz.
Ucapan itu merujuk pada keunggulan fisik Fundora yang memiliki postur menjulang juga jangkauan tangan panjang, dalam pertarungan mereka, Thurman kesulitan menemukan arah tembakan yang tepat sasaran, sebab sang juara WBC itu terus menekan hingga wasit menghentikan pertarungan pada ronde ke 6.
Kekalahan itu meninggalkan pertanyaan besar mengenai kondisi Thurman saat ini, dulu pernah menjadi salah satu petinju kelas welter terbaik di dunia, memegang gelar juara dari dua badan tinju, mencatat kemenangan atas nama nama besar, tapi masa lalu nya tidak menjamin bahwa masih berada di level yang sama.
Sekarang Ortiz ada dalam posisi yang tidak 100 % menguntungkan, dia membutuhkan kemenangan atas nama besar untuk memperpanjang rekor nya tetapi kondisi Thurman setelah kekalahan terakhir masih di ragukan oleh sebagian orang.
Sudah lama Ortiz di bicarakan melawan Jaron Ennis, bahkan sebelum mereka sama sama naik kelas, rencana tinggal kenangan sekalipun sudah satu divisi lagi, si jenggot sekarang memegang 2 gelar usai mengalahkan Xander Zayas.
Saat ini Ortiz seperti buah simalakama, menang terlalu mudah orang akan menganggap nya Thurman memang sudah kehilangan ketajaman nya, apabila pertarungan berlangsung ketat sampai 12 ronde, dia pasti di bully kenapa kesulitan menghadapi petinju yang baru saja di hentikan Fundora.
Situasi seperti ini memang sudah lazim, petinju yang sedang berada di puncak kerap di pertemukan dengan veteran yang sudah melewati masa kejayaan nya, dari promotor nama besar masih memiliki nilai jual, meskipun Ortiz sendiri sebetul nya ingin mengejar unifikasi tetapi tak ada yang tersedia.
Ortiz sendiri mengatakan bahwa dia tidak mau di cap sebagai petinju yang memilih milih lawan apalagi penakut.
“Saya hanya ingin menjalani pertarungan yang menarik, itulah tujuan nya, saya ingin di kenang sebagai petinju yang tidak menghindar terhadap pertarungan, saya tidak masuk ke ring dengan pola pikir harus langsung menghabisi seseorang dengan cepat, saya akan melihat bagaimana lawan bertarung dan mengumpulkan informasi, saya tentu sudah mengenal Thurman tetapi tidak akan meremehkan siapa pun,” kata Ortiz.
Duel ini tidak hanya kesempatan bagi Thurman mendapatkan bayaran besar, tapi ingin membuktikan omongan nya sendiri akan kembali lagi dengan versi yang lebih kuat saat wawancara usai kalah dari Fundora.












