Anthony Yarde sudah punya angan angan mengenai lawan yang ingin di hadapi nya nanti, dia berharap Joshua Buatsi keluar sebagai pemenang saat berhadapan dengan Willy Hutchinson, sehingga bisa mendapat kesempatan bertarung melawan salah satu dari mereka.
Buatsi dan Hutchinson akan rematch untuk memperebutkan gelar kelas berat ringan WBC yang kosong, Yarde mendukung rival lama nya, sebab kemenangan itu bisa membuka jalan bertemu yang selama ini di nantikan oleh penggemar Inggris.
“Menurut saya, akan lebih baik jika dia menang, pertarungan antara saya dan dia di London akan menjadi duel besar, sejak dia menjadi petinju profesional, nama nya selalu dikaitkan dengan saya, mungkin karena gaya bertarung kami, penggemar dan orang-orang terus mengatakan bahwa mereka ingin melihat kami bertarung, pembicaraan itu sudah berlangsung sejak lama, dari pihak kami, sudah berkali-kali berusaha mewujudkan pertarungan tersebut, kata Yarde di studio Skysports.”
Meskipun sudah berusia 35 tahun dia masih punya ambisi kembali terlibat dalam pertarungan besar, menghadapi Buatsi akan memberi nya kesempatan untuk membuktikan diri di hadapan publik Inggris terlebih jika duel tersebut bisa digelar di London.
Yarde sendiri bukan orang baru di persaingan kelas berat ringan, dia pernah 3 kali menantang gelar dunia melawan Sergey Kovalev dan Artur Beterbiev tetapi gagal membawa pulang sabuk juara.
Kekalahan TKO dari David Benavidez pada November 2025 menjadi yang terakhir, sampai saat ini belum naik ring dengan catatan 27 kali menang 4 kalah dan 24 KO/TKO.
Di luar rencana tersebut, Yarde juga masih menyimpan keinginan untuk melawan Dmitry Bivol, sang juata asal Rusia itu nama besar yang belum pernah di hadapi dan ingin mewujudkan pertarungan itu sebelum gantung sarung tinju.
“Pertarungan melawan Bivol adalah sesuatu yang harus saya wujudkan dalam karir saya sebelum dia pensiun, usianya belum terlalu tua, jadi masih ada waktu, bagi saya pertarungan itu penting secara pribadi karena saya ingin menghadapi semua petinju terbaik, Bivol jelas salah satu yang terbaik, itu memang bagian dari karakter saya, ada yang mungkin menganggap saya agak nekat, tetapi saya ingin melawan petinju terbaik dari generasi saya.”
Bivol sendiri memiliki agenda yang tak kalah besar karena akan menghadapi Callum Smith di kandang sendiri, dengan pertarungan itu menanti di depan mata duel melawan Yarde masih jauh dari harapan, berbeda dengan peluang menghadapi pemenang Buatsi vs Hutchinson seperti nya masih mungkin.
Yarde juga berbicara mengenai Ben Whittaker, dia memuji mampu menarik perhatian penonton karena aksi nya di dalam ring, tetapi perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertarungan seperti saat bertemu dengan Conor Wallace beberapa hari lalu.
Duel Chris Billam-Smith melawan Cheavon Clarke di Zuffa Boxing 12 juga di bicarakan, dia melihat cukup seimbang, Clarke memang pernah mengalahkan Billam-Smith dua kali saat masih amatir tetapi hasil di level profesional bisa berbeda kata Yarde.
“Sulit memilih salah satu karena saya mengenal kedua nya, menurut saya semua nya bergantung pada gaya bertarung mereka, ini benar-benar pertarungan yang seimbang, 50-50, Clarke suka merendahkan posisi tubuh lalu melancarkan pukulan dari atas, jika Billam-Smith bisa mempertahankan jarak dengan jab dan membuat pertarungan berlangsung dari jarak jauh, dia mungkin akan menang.”
Obrolan ini di tutup dengan Yarde meminta tepuk tangan untuk klub sepak bola favorit nya yaitu Arsenal, dia mengajak para pembeli pun untuk bersedia berteriak bagi The Gunners.












