Shakur Stevenson mungkin harus segera menentukan keputusan nya karena WBO di kabarkan sedang bersiap mengeluarkan perintah agar petinju Amerika Serikat itu mempertahankan gelar kelas welter junior melawan Raymond Muratalla yang akan keluar pekan ini.
Bila perintah itu benar di terbitkan, Stevenson menghadapi 2 pilihan, dia bisa menerima tantangan Muratalla dan mempertaruhkan gelar nya atau melepas sabuk WBO demi mengejar pertarungan lain yang bisa menghasilkan bayaran jauh lebih besar.
Top Rank sudah bergerak untuk mendorong duel ini, promotor Muratalla itu mengirim surat kepada WBO agar aturan pertarungan wajib di tegakkan sebab sang petinju nya sudah siap menandatangani kontrak begitu kesempatan itu terbuka.
Sampai saat ini, WBO belum mengumumkan keputusan resmi, tapi jika badan tinju itu mengeluarkan perintah duel wajib, Stevenson tak bisa terus menghindar tanpa mengambil keputusan terkait sabuk nya.
Kemungkinan pertarungan melawan Muratalla tidak sesuai dengan rencana finansial Stevenson, dia dikabarkan menginginkan bayaran setidaknya US$15 juta untuk setiap penampilan nya, angka sebesar itu jelas sulit di capai jika harus menghadapi penantang wajib yang belum memiliki daya tarik komersial sebesar nama besar di divisi 140 pon.
Kabar yang beredar, keluar nya Shakur dari Zuffa Boxing tak lain adalah meminta bayaran yang fantastis selain gagal nya rencana duel melawan Devin Haney, pada saat yang sama Jose Valenzuela memposting di X mengatakan Stevenson dengan mudah nya meninggalkan uang besar untuk tidak bertarung dengan nya.
Setelah resmi keluar, dia berharap bisa mendapatkan pertarungan besar melawan Dalton Smith dan Gary Antuanne Russell yang bisa membawa nya ke duel unifikasi lebih menguntungkan.
Sekarang, apabila kedua kubu Stevenson dan Muratalla gagal mencapai kesepakatan, proses nya bisa berlanjut ke lelang tawaran atau purse bid, dalam mekanisme ini, promotor mengajukan penawaran untuk mendapatkan hak menggelar pertandingan, nilai nya akan memperlihatkan seberapa besar dukungan finansial yang tersedia untuk duel termasuk dari sisi promotor dan pasar yang mereka incar.
Bila Stevenson memilih mengosongkan gelar WBO, sabuk itu memberi mya posisi tawar dalam perburuan pertarungan besar, tanpa gelar tersebut dia mungkin kehilangan satu pegangan untuk menekan calon lawan nya agar bersedia bernegosiasi dengan nilai yang di nginkan.
Muratalla bukan orang baru dalam perburuan gelar, dia rela meninggalkan gelar kelas ringan demi mengejar peluang di kelas 140 pon, dengan gaya bertarung yang mengandalkan trobosan dan stamina untuk terus bekerja sepanjang 12 ronde, dia bisa menyulitkan petinju yang lebih mengandalkan teknik serta pengaturan jarak seperti Stevenson.
Dari popularitas, Muratalla memang belum selevel Stevenson, tapi pertarungan wajib tidak di tentukan hanya oleh besar nya nama seorang petinju, bila badan tinju mengeluarkan perintah, maka sang juara harus memilih antara menghadapi penantang yang sudah menunggu atau kehilangan sabuk yang bisa membantu nya mengejar duel dengan bayaran lebih besar.
9 bulan lama nya Stevenson tidak naik ring sejak mengalahkan Teofimo Lopez melalui keputusan angka, kini langkah nya bisa di tentukan oleh keputusan WBO dan kesediaan nya memenuhi kewajiban mempertahankan gelar.
Kalau merasa tidak sesuai dengan nilai uang yang di berikan, pilihan nya cuma satu, lepaskan gelar nya jika sudah merasa punya banyak uang, dan tak lama lagi dia akan jadi sasaran kritikan dari pengamat dengan label tukang LARI DARI KEWAJIBAN!.












