Headline

5 Petinju Favorit Tim Bradley Saat Ini, Siapa Saja Mereka?

5 petinju favorit Tim Bradley

Timothy Bradley punya 5 nama yang ingin dia bicarakan ketika membahas petinju yang berani mengambil tantangan, mereka adalah Ryan Garcia, David Benavidez, O’Shaquie Foster, Naoya Inoue dan Abdullah Mason.

Kemampuan bertarung di atas ring saja tidak cukup menurut kacamata Bradley, tapi menyukai petinju yang mau menghadapi lawan tangguh, tidak sibuk menghindari resiko, terus aktif bertanding yang memang seharus nya mendapat lebih banyak kesempatan untuk tampil.

Bradley mengawali pembicaraan dengan Ryan Garcia, popularitas petinju berjuluk KingRy itu masih sangat besar, dia mengaku setiap kali pergi ke berbagai tempat selalu ada orang yang membicarakan Garcia.

Dia juga menyukai dua penampilan Garcia sepanjang 2026 karena kedua pertarungan tersebut memberikan tontonan yang bagus, setelah kalah melawan Rolando Romero pada Mei 2025, 9 bulan kemudian mendapatkan title shot untuk perebutan gelar WBC milik Mario Barrios, hasil nya sukses merebut nya lewat angka mutlak dan sempat menjatuhkan sang juara.

Yang paling viral tentu terjadi pada September lalu melawan Conor Benn, Garcia tak hanya menang tapi menghajar sang penantang hanya di ronde ke 2 dengan TKO, orang pada tidak percaya anak dari legenda Inggris tak berdaya usai terkena pukulan cepat sampai tertunduk.

Garcia di kabarkan ingin kembali bertarung pada Desember melawan Isaac Cruz setelah Pitbull call out usai menang Nestor Bravo meskipun Bradley belum mengetahui dengan pasti akan perkembangan rencana tersebut.

Ada pula pembicaraan mengenai kemungkinan Garcia bertemu Floyd Mayweather yang kini berusia 49 tahun walaupun Bradley sempat memberikan kritik nya karena perbedaan usia yang sangat jauh.

Nama David Benavidez juga masuk dalam daftar nya, dia merasa petinju seperti nya belum mendapatkan promosi yang sebanding dengan kemampuan nya karena tahun 2026 dia baru sekali bertarung usai menumbangkan Gilberto Ramirez pada Mei yang seharusnya jumlah pertarungan itu bisa di tambah.

“Kalau mereka bersedia menghadapi yang terbaik dan bisa menghentikan lawan dalam 5 atau 6 ronde, mengapa kita tidak bisa membuat mereka bertarung lagi secepat mungkin?” kurang lebih begitu pertanyaan Bradley dalam podcast nya.

Dia merasa jeda terlalu panjang justru merugikan petinju yang sedang berada dalam performa bagus, walaupun pada Desember nanti Benavidez sudah di jadwalkan melawan penantang wajib nya Michal Cieslak.

Bradley juga menganggap jadwal bertanding yang lebih teratur bisa membantu petinju membangun popularitas, bahkan sempat berkelakar tentang kondisi fisik Benavidez yang begitu besar sampai dia bertanya apakah sedang bersiap naik ke kelas berat.

Memang rencana itu sudah ada, usai menyelesaikan urusannya, Benavidez tetap akan naik ke tempat para raksasa, entah itu akhir 2027 atau awal 2028, pasti nya dia akan melawan Jai Opetaia dulu duel yang di tunggu para penggemar.

O’Shaquie Foster juga mendapat pujian dari Bradley, dia menyukai kemampuan teknis dan keberanian nya menghadapi petinju dengan gaya bertarung yang berbeda-beda.

Bradley bahkan menilai Foster layak masuk dalam pembicaraan petinju terbaik berdasarkan kemampuan lintas kelas atau pound-for-pound, kemenangan Foster atas Ford membuat petinju tersebut semakin istimewa dari para pesaing nya.

Dia tidak keberatan menghadapi lawan dari kelas 130, 135, hingga 140 pon dan bersedia mengambil tantangan yang lebih berat, bukti paling terbaru Foster sudah menaklukkan Emanuel Navarrete merebut 2 gelar usai menjatuhkan 2 kali di ronde akhir.

Setelah pertandingan selesai, O’shaquie Foster memang sudah berniat naik kelas tapi setelah menjadi juara tak terbantahkan, hanya tersisa 1 sabuk yang tidak dia pegang yaitu WBA.

Kalau berbicara tentang petinju yang pantas mendapat pujian, Naoya Inoue menjadi salah satu nama yang sangat di sukai Bradley sampai bercanda bahwa orang yang tidak menyukai nya mungkin punya masalah dengan dirinya sendiri, sebab si monster jepang itu petinju yang ingin terus bertanding, selalu mencari lawan terbaik.

Tahun 2025 yang luar biasa bagi Inoue, menjalani 4 pertarungan dalam setahun, terakhir dia merusak rekor tak terkalahkan petinju Meksiko David Picasso lewat angka mutlak di Riyadh Arab Saudi.

Pada 2026, Inoue sedikit mengurangi aktivitas nya karena membutuhkan waktu istirahat, hanya sekali melawan Junto Nakatani yang sudah lama di nantikan berakhir unanimos decision yang berlangsung di Jepang.

Nama terakhir favorit Bradley adalah Abdullah Mason, dia menyukai sikap nya yang bersedia menghadapi tantangan terutama ketika membicarakan kemungkinan pertarungan melawan Scofield.

Bradley mengatakan Mason bersedia datang ke wilayah lawan nya untuk mewujudkan pertandingan, entah berlangsung di San Antonio, Austin, atau lokasi lain yang di pilih pihak lawan bukan masalah bagi nya.

Kesediaan seperti itu berarti Mason memang serius ingin bertarung, dia tidak hanya menunggu lawan datang kepada nya, tetapi juga bersedia bepergian demi mendapatkan pertandingan yang di inginkan.

Mason menjadi juara dunia WBO setelah mengalahkan Sam Noakes pada November 2025 menjadi partai tambahan Devin Haney vs Brian Norman jr.

Tahun ini dia mempertahankan nya dengan Albert Bell di kandang sendiri dan sukses menghajar lewat TKO pada ronde ke 12, dengan gaya bicara nya yang blak-blakan Bradley memang tidak menutupi apa yang dia pikirkan, menyukai petinju yang berani mengambil tantangan dan ingin melihat pertarungan besar terjadi bukan menjadi bahan pembicaraan tanpa kepastian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top