Timoth Bradley melihat sesuatu yang istimewa dalam penampilan O’Shaquie Foster saat mengalahkan Emanuel Navarrete, dia mengingatkan nya pada Terence Crawford salah satu petinju paling cerdas di atas ring.
Foster tampil luar biasa saat menghadapi Navarrete, dia tidak hanya mampu mengimbangi tekanan lawan nya, tetapi juga memperlihatkan kecerdasan membaca pertarungan, mengatur jarak dan mengubah strategi ketika situasi menuntut nya melakukan penyesuaian.
Kemenangan itu membuat Foster merebut dua sabuk juara dunia milik Navarrete, yakni WBO dan IBF sekaligus mempertahankan gelar WBC milik nya, petinju Amerika Serikat itu menguasai tiga sabuk utama dan semakin memperkuat posisi nya di kelas bulu super yang tak lama akan memburu 1 sabuk lain untuk menjadi Undisputed champion.
Penampilan O’shaquie Foster yang begitu mengesankan bagi Bradley bukan hanya hasil akhir nya tapi mentalitas, keterampilan serta kemampuan beradaptasi itulah yang ada kemiripan pada Crawford, mampu bertinju dari berbagai situasi, memancing lawan masuk ke dalam jebakan, lalu menyelinap masuk dengan serangan akurat dan telak.
“Semalam, saya melihat kemiripan dengan Terence Crawford dalam diri Foster, baik dari segi mentalitas, keterampilan, maupun kemampuan nya, dia memang belum punya satu pukulan tunggal mematikan seperti Crawford, tetapi kalian bisa melihat bahwa dia mampu melukai lawan nya, Foster punya semua nya, mentalitasnya kuat, keterampilan nya lengkap, jangkauannya bagus dan bentuk tubuhnya juga mendukung, penampilan nya benar-benar mengingatkan saya pada Crawford,” kata Bradley channel YouTube nya.
Kemampuan Foster dalam membaca permainan yang paling menarik perhatian Bradley, dia seperti sudah memahami serangan lawan nya dan tahu kapan harus mengambil inisiatif, bergerak menyamping dan meredam tekanan dengan mengikat Navarrete.
Perubahan strategi itu bukan terjadi begitu saja, Bradley menilai persiapan dan analisis rekaman pertarungan berperan besar dalam keberhasilan nyabmenjalankan rencana yang tepat, dia memberikan pujian kepada pelatih Bobby Benton atas instruksi nya ketika pertarungan memasuki ronde-ronde penentuan.
Di ronde ke-11 dan ke-12, Foster tetap menunjukkan ketenangan sekaligus keberanian untuk mengambil resiko, ketika tim nya menyadari bahwa keputusan juri belum tentu sesuai harapan anak didiknya didorong untuk meningkatkan tekanan yang kemudian kembali menjatuhkan Navarrete pada ronde ke-12, mempertegas dominasi nya dalam pertarungan.
Foster bukan baru menjadi petinju hebat setelah mengalahkan Navarrete justru kemenangan ini menjadi panggung yang membuat lebih banyak orang menyadari kualitas yang selama ini sudah di miliki kata Bradley.
“Tidak banyak petinju di luar sana yang punya kemampuan seperti O’Shaquie Foster, saya sudah bilang bahwa dia mirip Crawford, sia seperti bunglon mampu menyesuaikan diri dengan situasi apa pun di dalam ring, lihat rekornya, lihat siapa saja lawan yang sudah di hadapinya, lalu perhatikan keterampilan nya, kalian harus mempertimbangkan semua nya, malam itu dia membuktikan kepada semua orang betapa bagus dirinya,”
Pujian ini adalah pengakuan atas perkembangan O’shaquie Foster yang selama ini belum mendapatkan sorotan sebesar nama-nama lain nya, dengan tiga sabuk juara dunia kini dalam genggaman nya, dia memiliki pencapaian nyata untuk mendukung reputasi nya bukan hanya potensi yang di bicarakan orang.
Foster layak di perhitungkan dalam pembahasan petinju terbaik dunia berdasarkan kelas atau pound-for-pound, dari kelengkapan teknik dan kemampuan nya menyesuaikan diri dengan karakter lawan merupakan modal yang membuat Foster berbahaya bagi siapa pun.












