DAZN mengumumkan Devin Haney sebagai petinju mereka melalui video di kanal YouTube resmi nya dengan judul “Signed, Sealed, Delivered: Devin Haney Is a DAZN Fighter”, pengumuman tersebut menandai babak baru bagi nya yang kini di kabarkan tinggal menunggu realisasi pertarungan unifikasi melawan Liam Paro.
Kabar mengenai Haney melawan Paro sebelum nya di laporkan Mike Coppinger dan Dan Rafael, kedua kubu telah mencapai kesepakatan untuk mempertemukan mereka dalam unifikasi gelar kelas welter WBO dan IBF, pertarungan itu ditargetkan berlangsung pada 19 Desember 2026 di Amerika Serikat.
Tetapi kesepakatan itu belum semuanya selesai karena kontrak pertarungan masih belum di tandatangani dan sejumlah detail masih di rapikan.
Bila pertarungan terlaksana, Haney langsung mendapatkan kesempatan untuk mengejar tambahan gelar melalui unifikasi, ini menjadi perkembangan baru setelah rencana mempertemukan nya dengan Shakur Stevenson hanya tinggal kenangan, awal nya sepakat kemudian mereka saling tuduh mengenai berat badan.
Gagal nya pertandingan itu membuat Stevenson meminta pada Zuffa untuk di lepaskan dan di kabulkan, dengan kejadian itu banyak yang mengkritik bahwa mereka sebetulnya tidak mau bertarung, terlalu banyak alasan ujungnya tidak terjadi juga.
Eddi Hearn promotor Matchroom juga melontarkan kritikan pada Zuffa dan berminat untuk membawa Shakur ke promosi nya jika kedua pihak sepakat, tapi juara 4 divisi itu sudah merencanakan ingin membuat promosi sendiri agar lebih leluasa dengan kendali karir nya.
Perbedaan arah ini menarik untuk di cermati, Haney masih memiliki jalur menuju pertarungan besar, sedangkan masa depan Shakur setelah meninggalkan Zuffa Boxing menjadi cerita tersendiri, walaupun belum terealisasi nya duel Haney–Shakur tidak dengan sendiri nya membuktikan bahwa salah satu pihak lebih di untungkan, yang jelas pertarungan yang sempat di bicarakan itu belum terjadi.
DAZN kini memberikan perhatian promosi khusus kepada Haney, video pengumuman tersebut menunjukkan bahwa platform itu ingin menempatkan Haney salah satu nama teratas dalam jajaran petinju nya, promosi besar baru akan bernilai jika diikuti pertarungan yang mampu menarik ribuan penonton.
Haney memang berhasil memenangkan dua pertarungan terakhir nya melawan Jose Ramirez dan Brian Norman Jr, namun gaya bertarung nya juga menuai cemoohan dari sebagian penggemar yang menginginkan aksi lebih terbuka, dia mengandalkan jab, menghindar untuk mengumpulkan angka dan tidak menghasilkan pertarungan yang menghibur.
Duel melawan Paro ini bisa mengubah pembicaraan itu karena petinju Australia itu bukan lawan untuk bermain main setelah menyebrang lautan ke Amerika Serikat, kemenangan nya atas Lewis Crocker mungkin kurang memuaskan dahaga para penggemar karena hanya lewat angka, dengan bertemu nya melawan Haney akan jadi jawaban, hancur lebur atau pulang dengan 2 sabuk.
Tantangan Haney tidak hanya menambah gelar, tetapi juga membuktikan bahwa dia bisa menghadirkan pertarungan yang membuat penggemar terpana bukan memukul, memeluk lalu lari seperti saat bertarung dengan Ryan Garcia, rekor nya sudah tercoreng beruntung di anulir karena King Ry terbukti memakai doping walaupun dia sendiri membantah di kemudian hari.












