Devin Haney dan Liam Paro akhir nya semakin dekat untuk bertarung dalam duel unifikasi gelar di kelas welter, kedua kubu di laporkan sudah mencapai kesepakatan untuk mempertemukan juara WBO dan IBF tersebut di Amerika Serikat pada penghujung 2026 seperti yang di sampaikan oleh Mike Coppinger di akun X nya.
Dan Rafael kemudian memberikan pembaruan yang memperjelas perkembangan negosiasi tersebut, menurut nya mereka sudah mengonfirmasi kepada nya bahwa telah mencapai kesepakatan, tapi kontrak pertarungan belum di tandatangani karena masih ada beberapa detail yang harus di bereskan.

Tanggal 19 Desember sekarang masuk dalam rencana, sedangkan lokasi pertandingan di Amerika Serikat belum di tentukan, bila seluruh persyaratan bisa di selesaikan, Haney akan mempertaruhkan gelar WBO kelas welter sedangkan Paro membawa sabuk IBF milik nya.
Kepastian lawan menjadi perkembangan signifikan bagi Haney setelah cukup lama tidak bertanding, terakhir naik ring pada November 2025 ketika mengalahkan Brian Norman Jr melalui keputusan angka mutlak untuk merebut gelar WBO kelas welter.
Sejak kemenangan itu Haney belum kembali bertarung, sejumlah rencana pertandingan menyeruak tetapi belum ada yang berhasil membawa nya kembali ke dalam ring.
Nama Liam Paro sebenar nya sudah lama masuk dalam pembicaraan mengenai calon lawan Haney, mundur nya Keyshawn Davis dari rencana pertarungan membuka peluang bagi nya untuk merebut kesempatan unifikasi, namun, pembicaraan kedua kubu tidak langsung menghasilkan kesepakatan.
Tak lama sebelum ada kepastian ini, masalah bayaran bahkan sempat menjadi ganjalan, kubu Haney menuduh tim Paro meminta lebih banyak, padahal juara IBF itu sudah mengklarifikasi bahwa
Haney kemudian terlibat dalam pembicaraan untuk menghadapi Shakur Stevenson, negosiasi itu juga berakhir kandas tanpa kesepakatan, sehingga rencana duel melawan Paro kembali menjadi pilihan untuk mengisi jadwal pertandingan nya.
Sekarang kabar nya lebih jelas bukan lagi kemungkinan atau pembicaraan awal, kedua kubu sama-sama menyatakan sudah mencapai kesepakatan meskipun tanda tangan kontrak masih harus di tuntaskan.
Paro sendiri tidak hanya menunggu kesempatan, setelah merampas gelar itu dari Lewis Crocker pada Juni lalu sudah menyatakan kesiapan nya menghadapi Haney, bahkan ketika pembicaraan mereka belum menunjukkan hasil.
Rekor Paro saat ini adalah 28 kemenangan dan 1 kekalahan, dengan 16 KO, satu-satu nya kekalahan nya datang melalui keputusan angka terbelah saat menghadapi Richardson Hitchins pada Desember 2024 ketika kedua nya masih bertarung di kelas welter super.
Sementara itu, Haney belum terkalahkan dengan rekor 33 kemenangan, 15 di antaranya melalui KO serta satu hasil tanpa keputusan saat melawan Ryan Garcia.
Haney membutuhkan pertarungan besar setelah hampir setahun tidak bertanding, sedangkan Paro berpeluang menambah gelar dunia sekaligus membuktikan dirinya di antara nama-nama teratas kelas welter.












